
๐น๐น๐น
#part 86#
para pengawal itu mengizinkan Laura masuk, tentu saja itu membuat Laura senang.
"ma, mengapa kita ingin bertemu dengan nyonya Elina?"
"apa kau lupa? nyonya Elina itu istri pertama tuan alberto yang dikira telah tiada, dan ternyata dia masih hidup maka dari itu kita bisa meminta nyoya Elina untuk membuat perusahaan papa dan suamimu kembali normal"
"mama benar"
bela tersenyum sinis, ia bisa mengalahkan Ariana dengan melalui Elina, bela yakin alberto sangat mencintai Elina dan mencampakkan Ariana begitu saja.
Laura dan bela masuk kedalam mension megah itu, membuat mereka sangat terkagum kagum dan menganga tak percaya.
hingga kini mereka menemukan seorang wanita cantik nan anggun sedang duduk di sofa sembari membaca sebuah buku di tangannya.
"permisi nyonya" layaknya pelayan Laura rela melakukan segalanya demi harta.
"duduklah" setelah mendengar itu tentu saja membuat Laura semakin yakin untuk membalas Ariana.
"apa sebelumnya kita pernah bertemu?"
"maaf nyonya jika saya lancang, akan tetapi saya tau jika anda sangat tidak menyukai Ariana bukan?"
__ADS_1
Elina mengernyitkan dahinya merasa bingung dengan perkataan wanita paru baya di depannya ini.
"maksud mu?" ujar Elina menaikkan satu alisnya membuat sikapnya ini sangat tidak di sukai oleh bela.
"cihh masih cantikan juga diriku, sombong sekali dia" batin bela dengan sinis
"begini nyonya, saya ingi. bekerja sama dengan anda untuk menyingkirkan Ariana dari tuan Alberto" ucap Laura mulai menjalankan aksinya.
Elina yang mendengarnya langsung berpikir, menurutnya itu ide yang bagus karna tidak ada lagi yang berbagi cinta suaminya dengannya.
ya, Elina tau jika Alberto pasti terlanjur jatuh cinta pada Ariana sebab lelaki itu membanding bandingkan dengan wanita itu.
"menarik, apa yang bisa aku berikan untuk berbalas budi" ujar Elina membuat Laura dan bela tersenyum kemenangan.
"tidak sulit nyonya, tolong kembalikan perusahaan jaya group dan AN group" ujar Laura sesopan mungkin.
"baiklah terimakasih nyonya"
Elina menganggukkan kepalanya dan Laura serta bela pamit untuk kembali.
tampak mereka tertawa bersama atas kemenangan mereka.
"hahaha, kali ini kita yang akan Menang sayang"
"mama benar, akhirnya aku bisa membalaskan dendam ku pada anak tak tahu malu itu"
__ADS_1
"kamu tenang saja, akan mama buat dia bertekuk lutut padamu"
bela yg mendengarnya tentu saja kesenangan, ia akan membalas perbuatan wanita itu yang selalu lebih unggul darinya.
ia tak suka akan hal itu
ia ingin lebih baik dari Ariana.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
negara Amerika.
"aku sudah tak tahan Alvaro, bisakah aku membawa istriku meski hanya sebentar saja? aku merindukan kehangatan Nya"
"sebaiknya jangan tuan, nanti nona Ariana akan benci kepada anda"
"tapi aku sudah tidak kuat untuk menahan diri Alvaro, apakah ini balasan dari istriku? bisakah aku mendapatkan kesempatan sekali lagi? aku berjanji tidak akan melukainya selamanya"
Alvaro semakin merasa iba melihat keadaan tuannya. sangat tidak terawat, kamar berantakan akibat pecahan gelas kaca.
Alberto sama sekali tidak perduli akan hal itu, yang ia pikirkan bagaimana caranya agar istrinya mau memaafkannya.
__ADS_1
Alvaro pun berniat untuk membantu tuan nya. satu satu nya cara adalah memaksa nona nya, agar mau kembali pada tuannya.
"apakah rencana ku akan berhasil"