
๐น๐น๐น
#part 113#
"Deddy jangan berkata seperti itu,jangan membunuh manusia"
"tapi kalau mereka berkhianat terpaksa aku melakukannya"
"tidak boleh, Dedy tidak boleh membunuh orang"
"Alberto kau harusnya bersyukur memiliki istri baik hati seperti Ariana, benar apa yang di ucapkan oleh istrimu mulai sekarang kau tidak boleh berbuat jahat pada siapapun ataupun membunuh orang"
"baiklah aku akan mendengarkan 2 wanita yang aku cintai" ucap alberto mengalah dan di balas senyuman oleh kedua wanita itu.
tiba tiba Kenzo turun dengan jas nya mendekati Olivia dan memberikan dasi itu kepada istrinya.
"kau sudah bangun"
"aku mencarimu tadi namun kau tidak akan dalam kamar" ucapnya tersenyum mengecup kening wanita yang ia cintai itu.
"sayang, sebaiknya kita pergi dari sini, karna ada yang ingin bermesraan" ucap alberto menyindir ayahnya.
"suka suka aku, kau pergilah sana, aku ingin bermesraan dengan istriku" ujar Kenzo dengan wajah sombongnya.
"ded kira aku tidak bisa? aku juga memiliki seorang istri jadi aku bisa bermesraan seperti ded juga" ujar Alberto tak mau kalah dan membawa Ariana pergi dari sana.
Kenzo dan Olivia menggelengkan kepalanya, melihat keposesifan putra mereka. "dia sifatnya seperti mu" ucap Olivia sembari memasang dasi suaminya.
__ADS_1
"emm dia putra ku, yang akan menjadi pewaris harta kita"
Kenzo memeluk tubuh Olivia, mereka akan menghabiskan waktu bersama di masa tua nya.
"Kenzo aku akan menjodohkan Aurel dengan Alvaro"
"apa Aurel mau?"
"tentu saja mau, semalam mereka baru saja memulai hubungan, jadi aku berfikir tidak ada salahnya mereka langsung menikah"
"aku hanya menurut padamu sayang, asal kan itu membuatmu senang dan yakin"
"aku sangat senang dan juga yakin, mereka pasti akan hidup bersama selamanya"
di kamar alberto.
ya, dari kecil alberto sudah suka memandang panasnya udara kota dan aroma kemunafikan manusia.
"kapan anak kita lahir"
"tunggu saja, sebentar lagi ia akan hadir kedunia"
Alberto memeluk dan mengelus dengan lembut perut istrinya, "alberto menurutmu apakah aku pantas bersanding dengan mu" tanya Ariana hari hati takut alberto akan salah paham padanya
"maksudnya sayang?"
"maksud ku adalah, apakah aku pantas berada di samping tuan penguasa sementara aku hanya gadis miskin biasa"
__ADS_1
"kau berbicara apa? tentu saja kau istriku dan kau pantas berada di sampingku, tidak ada yang bisa memisahkan kita, kecuali maut yang memisahkan kita"
"aku berjanji akan menjagamu dari apapun dan aku tidak akan pernah menyesal telah memilikimu, aku berharap semoga kedepannya kehidupan kita akan semakin membaik, aku tidak bisa hidup tanpamu"
"emmm terimakasih"
"tidak perlu berterimakasih sayang, kau istriku"
Ariana tersenyum manis, kemudian bibirnya di cium lembut oleh pria itu, "setelah ini kita akan pulang, namun aku sekalian ingin mengajakmu makan siang di luar"
"baiklah"
Alberto bersiap siap, mereka pun turun ke bawah dan melihat semua pada berkumpul di ruang keluarga.
"loh kalian mau kemana"
"aku mau pulang mom"
"kenapa cepat sekali? padahal momy masih ingin bersama cucu momy, kau ini keburu sekali mau pulang" ucap Olivia mencibir anaknya.
"mom bisa main kerumah ko, Ariana selalu dirumah"
"baiklah hati hati ya sayang, jaga cucu mom"
"baik mom"
setelah berpamitan mereka pun keluar dengan di antar asisten Alvaro. tampak pria itu selalu menyunggingkan senyuman.
__ADS_1
Alberto yang melihat asistennya itu tersenyum mengernyitkan dahinya, biasanya wajah itu selalu datar.