
๐น๐น๐น
#part 72#
Alberto sakit mendengar penuturan istrinya.
ingin sekali ia memeluk tubuh kecil Ariana saat ini juga, kemudian Ariana pamit untuk keluar, Ariana menatap kearah Elina tampak wanita itu tersenyum rendah dan menatapnya dengan tatapan merendahkan.
Ariana melangkahkan kaki kecilnya keluar dari mension megah itu, awan mendung seolah olah mendukung perasaan Ariana.
ia perlahan berjalan keluar dari pekarangan mension dan di buka kan pintu gerbang oleh para pengawal.
Ariana berdiri di depan gerbang mension ia menatap dari luar mension megah itu, perlahan hujan turun dengan derasnya membasahi tubuhnya, menutupi Air matanya yang kini turun dengan derasnya.
Ariana berjalan menyusuri jalanan kota, perlahan ia melangkahkan kakinya menuju taman kota untuk menenangkan pikirannya.
ia duduk di bawah pohon besar dekat danau, tempat yang ia kunjungi bersama Lisa tadi siang.
hari tampak mulai gelap, namun Ariana masih betah dengan tangisnya, menelan semua rasa sakit di hatinya
"aku benci kalian semua!! tidak ada kata maaf dari ku kali ini, aku lelah terus menerus seperti ini ya tuhan, aku lebih baik mati saja" teriaknya pada danau mengeluarkan isi hatinya yang sesak memenuhi dada
ia terus berjuang demi orang yang ia sayang, mantan kekasihnya, ayahnya, suaminya, bahkan semua orang dengan terang terangan menyakitinya tanpa memikirkan perasaannya.
__ADS_1
Ariana yang sudah kedinginan itu memilih untuk memesan taksi dan menuju rumah Lisa.
ia akan menginap untuk beberapa waktu.
ia kini banyak melamun memikirkan nasibnya, dibuang oleh suami adalah hak yang menyakitkan.
ia berjanji tidak akan membuka hati untuk siapapun dan tidak akan membiarkan hidupnya di injak injak oleh orang lain.
namun yg terpenting sekarang ialah, ia masih memiliki keluarga.
setidaknya ia tidak hidup sebatang kara.
Lisa membuka pintu sebab ada yang mengetuk pintu. saat ia membuka pintu berapa terkejut.ha ia melihat keadaan sahabatnya yang menyedihkan.
Ariana tak menjawab, melainkan menangis dan membuat Lisa semakin khawatir.
lisa membawa Ariana masuk kedalam. ia kemudian menyuruh Ariana untuk mengganti pakaian sebab pakaiannya kini basah kuyup.
setang berganti pakaian kini Ariana duduk bersama Lisa di kamar. tampak gadis itu melamun membuat Lisa iba padanya.
"ceritakan saja padaku, apa yang terjadi"
Ariana memeluk sahabatnya dan menangis menumpahkan sakit di hatinya. Ariana menceritakan semuanya membuat Lisa emosi mendengarnya.
__ADS_1
"mereka pikir, dengan mempermainkan perasaanmu itu menyenangkan? aku berdoa Ariana agar Tuhan membalas perbuatan mereka dan mereka akan bertekuk lutut memohon permintaan maafmu" ujar Lisa menggebu gebu
"aku tidak membutuhkan restoran yang di belikan oleh suami mu, kita pindah dari sini dan mencari kehidupan baru"
Ariana menganggukkan kepalanya, namun Lisa mengatakan besok lusa ia akan pindah karna hari sudah malam.
mereka memutuskan untuk beristirahat saja.
...โ๏ธโ๏ธโ๏ธ...
di mension alberto.
tampak pria itu berdiri di balkon memikirkan Ariana, ia menjadi frustasi sendiri melihat kepergian gadis itu.
ia ingin sekali mencegahnya tadi, namun takut Elina akan salah paham padanya
tiba tiba Elina memeluk nya dari belakang
membuat Alberto terkejut namun Kembali menatap jalanan kota.
"apa kau merindukan wanita itu, makanya kau seperti ini" ujar Elina berpura pura sedih.
Alberto segera menghadap istrinya dan meraih pinggang itu, ia mengecup kening wanita itu dan memeluknya dengan erat
__ADS_1