ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 46


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 46#


perkataan alberto membuat Ariana tersentak, Ariana menunduk pipinya merona karna merasa malu kala mengingat kejadian semalam yang menimpanya.


"Mak-maksud anda tuan"


"aku ingin kau! tandanya aku menginginkan hak ku yang seharusnya aku dapatkan" ujarnya menatap istrinya tajam dengan senyuman nakal.


membuat Ariana semakin menunduk malu. "jika kau menolak maka kau tidak boleh pergi dan kau harus menungguku pulang" ujarnya dengan tegas.


"ti-tidak, baiklah tuan aku akan memberikan hak mu, tapi saya mohon izinkan saya pergi untuk saat ini"


Alberto yang mendengarnya tersenyum senang, "baik aku akan menyuruh pengawal untuk mengantarkan mu ke restauran" Alberto mengambil ponselnya dan mengubungi pengawalnya, kemudian asisten Alvaro mengantar Ariana turun ke pintu keluar.


Ariana pun di antar oleh pengawal menuju restauran, ia menatap jalanan yang di penuhi dengan rintik rintik hujan, tampak langit mendung dan sedikit mengeluarkan sedikit air membasahi bumi.


"maafkan aku Elina andai saja tidak ada pengkhianatan yang di lakukan kekasihku, pasti saat ini kau ada dan hidup berbahagia bersama tuan Alberto, dan aku tidak akan berada di situasi yang sulit ini" lirihnya menatap air hujan yang membasahi jendela mobil.


hidupnya selalu menderita, ya meski Alfian hanya untuk melupakan cintanya yang besar terhadap Alberto apalagi statusnya bisa di katakan jauh dengan orang orang besar seperti Alberto, putra dari tuan penguasa.

__ADS_1


membuat Ariana semakin merasa tak pantas untuk mendapatkan pria itu.


hari hari ia menahan rasa sesak di dada melihat keromantisan alberto dengan Elina, namun seseorang datang dengan membawa cahaya di kehidupannya dan selalu membuat ia tertawa hingga tak sadar ia mulai menyukai pria itu.


"aku berjanji akan menikahimu dan akan hidup bahagia selamanya"


"apa aku bisa memegang kata katamu"


"tentu saja bisa, aku Alfian alga tidak akan mengingkari janji ku"


bayangan itu terus melayang di benak Ariana, seseorang yang memberi harapan palsu untuknya dan jodohnya selalu di permainkan oleh takdir.


yang ternyata ia menjadi pengantin pengganti yang tak di anggap oleh suaminya, berdiri di sekitar orang orang besar yang menganggapnya sebagai sampah tak berguna.


tak apa, bagi Ariana ia harus tetap menjalankan takdir yang di tentu kan oleh tuhan, karna pada dasarnya ia sudah tidak memiliki harapan untuk terus bertahan.


"nona kita sudah sampai" suara pengawal itu membuat Ariana terkejut.


"ohh baiklah terimakasih" saat Ariana hendak turun dari mobil, pengawal itu menghentikan Ariana membuat gadis itu berhenti.


"tunggu nona, ini payung agar anda tidak basah" Ariana tersenyum dan kemudian ia menerimanya dengan senang hati.

__ADS_1


"terimakasih"


"sama sama nona"


setelah kepergian pengawal Alberto Ariana masuk kedalam restauran dan menaruh payungnya di ruang dapur.


ia mengenakan celemek nya dan melayani pelanggan yang mulai datang.


"Ariana kau dari mana saja, aku mencarimu tadi"


"aku tadi kembali sebentar karna meminta izin pada suamiku untuk pulang malam"


"mengapa harus pulang, bukan kah kau bisa menghubunginya langsung"


"aku tidak memiliki nomor ponselnya lisa"


"aku penasaran suamimu itu seperti apa" ujar Lisa dengan melipatkan kedua tangannya.


"aku akan menceritakannya nanti"


"tidak bisa, aku ingin kau mengatakannya sekarang"

__ADS_1


"tapi Lisa kita kan harus melayani pelanggan"


"pelanggan masih belum ada yang datang kau masih sempat bercerita padaku"


__ADS_2