
๐น๐น๐น
#part 111#
devano terkenal playboy di kampusnya, sering kali mom felica memarahinya karna bergonta ganti pasangan, mempermainkan seorang wanita.
"sisa 8 aku akan mencarinya lagi nanti" ujarnya dengan santai memainkan ponselnya, felica menatap tajam kearah putranya dan menarik rambutnya hingga membuat devano kesakitan.
"akh...!!! ampun mom maafkan aku..akhh" teriak devano. Chelsea yang melihat adiknya di tarik tertawa keras, sementara Devano menatapnya dengan tajam.
"kak, bukannya kau menolongku malah mentertawakan ku" gerutunya mengusap ngusap rambutnya yang bekas tarikan mom felica.
"jika mom lihat kau di cafe bersama kekasihmu akan mom habisi kau"
Ariana menatap betapa harmonisnya keluarga suaminya, seketika ingatannya tertuju pada keluarganya yang kini sudah hangus tak tersisa, akibat perilaku kejam suaminya.
Alberto duduk disamping istrinya, melihat orang orang di meja makan sibuk berbicara dengan anggota keluarga yang lainnya, alberto pun memanfaatkan keadaan dengan bertanya pada istrinya.
"sayang...kau senang? apa ibuku membuatmu senang"
__ADS_1
tanya alberto dengan lembut sekali, melihat istrinya senang memang merupakan salah satu kebahagiaan Alberto, akan tetapi harusnya ia menjadi orang yang paling penting dalam kehidupan Ariana.
"emm...aku senang sekali, mom Olivia sangat baik dan menerima aku apa adanya,dia juga tidak menilaiku dengan buruk,dan akhirnya aku kini memiliki seorang ibu dan itu melegakan.."
Ariana menjawab jujur sekali, hal itu membuat alberto mengecup sekilas keningnya dan kembali melanjutkan makannya.
"ibu ku itu emang sangat baik, maka dari itu aku tidak bisa melihatnya di lukai siapapun termasuk dirimu"
Ariana tersenyum manis, tampak ada rasa tak suka dalam diri Aurel melihat kakaknya bahagia dengan Ariana, baginya yang harusnya bahagia bersama kakaknya adalah Elina, wanita itu selalu memperlakukannya dengan baik dan tidak buruk.
"nak, malam ini kau menginap disini ya"
"apa ada kendala di perusahaan mu?"
"no ded, perusahaan ku sangat maju"
sementara kini Alvaro duduk di samping Aurel, sejak lama ia mencintai wanita itu secara diam diam, tanpa ia sadari Aurel juga menyukainya, namun tanpa sepengetahuan mereka Aurora sangat mencintai Alvaro karna pria itu berlaku baik terhadapnya.
"kak Alvaro, makanlah aku yang membuatnya" ujar Aurora memberikan daging panggang itu pada Alvaro, ada sedikit rasa tak terima di hati Aurel, ia lelah mengalah pada adiknya maka dari itu kali ini ia tak akan mengalah soal cinta.
__ADS_1
"Alvaro bisakah nanti ke taman, aku ingin membicarakan sesuatu"
"baiklah"
tentu Alvaro sangat senang, bagaimana pun seorang wanita pujaannya yang selalu berlaku cuek kini mengajaknya bicara dan bahkan meminta untuk menemuinya di taman.
sementara Aurora, gadis itu hanya tersenyum manis saja tanpa berfikir macam macam, mungkin kakaknya itu ada keperluan.
"kakak mau ngapain ketaman sama kak Alvaro??"
"ga usah kepo de"
"ihh aku kan cuma tanya" ujar Aurora dengan cemberut
makan malam pun menjadi sangat menyenangkan, kini keluarga suaminya memperlakukannya dengan baik, mungkin karna Ariana mengandung benih sang pewaris keluarga Smith, maka dari itu semua orang memperlakukan nya dengan baik.
mereka kini berada di kamar pribadi alberto setelah makan malam, mereka berada di atas ranjang sembari bersenda gurau.
"sayang aku menginginkannya" bisik alberto dengan lembut mengecup kecil daun telinga Ariana, membuat wanita itu merasa sangat geli dan sedikit menjauh.
__ADS_1