ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 129


__ADS_3

🌹🌹🌹


#part 129#


"sayang, putraku sangat Tampan, dia seperti ku" bisik alberto pada istrinya yang sedang tidur di dalam gendongan ibunya.


"emm, jika putriku mirip denganku, dia sangat cantik"


"cantik seperti mu"


Alberto menoleh Noel hidung putranya merasa sangat gemas.


"Deddy serangan giliran kau memberi nama untuk anak kita"


dengan semangat Alberto mengambil putranya dari gendongan ibunya. "dengarkan semua, aku akan menamakan putraku ini dengan nama Mateo Chaiden smith"


"dan putriku aku beri nama Zanetta Delania Smith" alberto merasa bangga dengan nama yang ia berikan, Ariana tersenyum penuh haru, nama anaknya sungguh enak di dengar.


"wahh cucu granma namanya Zanetta, jika sudah bisa berjalan granma akan membawamu kemanapun yang kamu mau sayang" Olivia merasa sangat bersyukur dengan apa yang telah tuhan berikan.


devano melihat ke arah kakaknya Aurora yang tampak menatap sedih kearah Alvaro dan Aurel yang sedang berbincang di ruang keluarga.


devano yakin, jika kakaknya Aurora juga menyukai asisten kakak laki² itu.


"Ded, aku ke kak Aurora sebentar"


David menganggukkan kepalanya, karna ia lebih memilih untuk bergabung dengan cucunya.

__ADS_1


felica juga merasa sangat senang, akhirnya mension utama nanti akan semakin ramai.


...☘️☘️☘️...


hari sudah malam.


setalah makan malam dan suasana menyenangkan yang cukup panjang di ruang tamu tadi.


masing masing kembali ke kediamannya, Olivia dan Kenzo pamit kembali ke mension utama.


di kamar, ariana sedang melihat kedua anaknya yang terdapat di dalam box besar khusus anaknya.


tiba tiba, tangan kekar melingkar di perutnya.


"sayang"


Alberto tak menjawab, kini ia sibuk menciumi tengkuk Ariana dengan penuh nafsu, namun Ariana segera mengentikan sebelum suaminya itu kelepasan.


"Deddy, aku belum selesai pada masa nifasku"


"huh! kapan masa nifasmu selesai" ujar Alberto menghentikan aksinya dan mulai terlihat kusam.


"kalau ga salah 40 hari" ujar Ariana tenang dan mengusap lembut wajah suaminya.


Alberto yang mendengarnya tentu saja merasa lemas seketika, ia menaruh kepalanya di ceruk leher Ariana, seperti anak kecil yang memanjang meminta mainan pada ibunya.


"bisakah masa nifas itu dihilangkan saja dari muka bumi ini" gerutu alberto merasa kesal dengan sebuah takdir tuhan.

__ADS_1


"mana bisa Deddy, ini sudah menjadi hal biasa bagi ibu yang melahirkan"


tiba tiba Beby Zanetta menangis membuat Alberto dan Ariana beralih menatapnya. Ariana tersenyum dan menggendong putrinya. "anak momy mengapa menangis"


"mungkin dia haus sayang"


Ariana memberikan susu yang sudah di isi dalam botol, sehingga bayi itu mudah meminumnya.


Alberto mengangkat tubuh Mateo membuat pria kecil itu menangis karna ulahnya.


"Deddy, lihatlah dia menangis"


"hei son, Deddy hanya ingin menggendong mu apa itu salah"


bukannya berhenti, Mateo malah semakin menangis kencang. "ingat son, kau harus seperti Deddy, jangan beri ampun kepada musuh² mu" ujar Alberto dengan bangga mengangkat tubuh anaknya ke atas.


"aku tidak ingin dia seperti mu"


"kenapa?"


"aku takut putraku menjadi seorang pembunuh"


"hei sayang, mana mungkin putraku menjadi seorang pembunuh, aku hanya mengajarkan agar dia tidak boleh tunduk kepada siapapun"


Ariana dan Alberto tersenyum, setelah Beby twins berhenti menangis, mereka kembali tertidur dan di letakkan kedalam box bayi.


"tidur yang nyenyak anak² Deddy" alberto mencium satu persatu Beby twins, kemudian ia melangkahkan kakinya menuju ranjang dan ikut tertidur di samping istrinya.

__ADS_1



__ADS_2