ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 24


__ADS_3

🌹🌹🌹


#part 24#


Ariana perlahan membaringkan tubuhnya dan menyelimuti seluruh tubuhnya. ia perlahan memejamkan matanya, dan mulai mengantuk.


namun pikirannya sangat kacau, ia sangat mengantuk tapi sulit untuk tertidur.


"ohh ya tuhan, apa yang harus aku lakukan aku sangat mengantuk" gumam Ariana pelan takut Alberto terbangun.


matanya seolah olah sulit untuk tidur, pikirannya selalu tertuju pada ibunya.


Ariana berusaha untuk tidur, ia menangis dalam diam ingin sekali ia ikut ibu nya, dari pada ia harus hidup seperti ini. di musuhi orang orang juga keluarganya.


Ariana meringkuk di lantai itu, dengan modal bantal dan selimut untuk menghangatkan badannya, lantai yg terbuat mermer mewah itu, membuatnya sangat kedinginan.


...☘️☘️☘️...


keesokan harinya.


Alberto terbangun dari tidurnya, ia menatap ke sekeliling kamar dengan gorden yang sudah terbuka lebar, membuat sinar matahari masuk lewat kaca besar itu.


Alberto terduduk di ranjang dan ia pun meregangkan otot otot nya.

__ADS_1


ia tidak melihat keberadaan Ariana, biasanya gadis itu sudah berdiri tak jauh darinya


tiba tiba, pintu kamar terbuka, muncul sesosok wanita cantik itu dengan nampan berisi makanan di tangannya.


"tu-tuan, anda sudah bangun, ini sarapan Anda tuan saya sudah membuatnya" ujar Ariana tersenyum tulus.


namun, reaksi Alberto tidak menyenangkan hati, dengan menatap sinis ia berbicara dengan angkuh di hadapannya.


"cihh, kau pikir aku ingin makan makanan yang kau buat? aku tak yakin makanan itu higenis, dan kau pasti menaruh sesuatu disana" Alberto menuju kamar mandi setelah melontarkan perkataan tajamnya


Ariana hanya diam, namun ia tetap menunjukkan senyumnya dan menaruh makanan itu di atas nakas.


Ariana menyusun ranjang Alberto dengan cepat.


"huft...aku lelah, ingin sekali aku beristirahat, ternyata wanita miskin seperti ku tidak akan mendapatkan kebahagiaan" gumam Ariana menatap langit langit.


"saya permisi tuan, jika ada apa apa panggil saja saya" ujar Ariana membungkukkan badannya.


"cihh, berusaha kuat lagi, dan mendekatiku heh!aku tidak akan terpengaruh oleh wanita murahan seperti dia" ujar Alberto menatapnya sinis


Alberto segera mengenakan pakaiannya dan turun kebawah untuk sarapan.


namun, tiba tiba ponselnya berdering membuat ia menghentikan aktivitasnya.

__ADS_1


"ada apa kau menelfonku" ujarnya menatap datar ke arah jendela kaca.


"Alberto, hari ini bisakah kau menemani makan siangku, aku akan kekantor mu nanti"


"baiklah" Alberto kemudian mematikan ponselnya dan keluar dari kamar


Alvaro membungkukkan badannya menyambut hormat pada tuannya, dan berjalan mengikuti langkah pria itu.


"apa jadwal hari ini"


"hari ini kita keluar kota tuan untuk melihat bangunan bangunan yang sudah jadi" ucap Alvaro menatap kearah Ariana yang sedang menyiapkan sarapan Alberto.


"Meneer, meneer Aron was boos vanwege het geschenk dat u stuurde"


(tuan tadi tuan aron marah karna hadiah yang anda kirimkan)


alvaro memakai bahasa Belanda agar Ariana tidak mendengar pembicaraan mereka, namun tanpa mereka sadari Ariana mengernyitkan dahinya merasa bingung mendengar perkataan tak jelas dari asisten tuannya.


"mengapa mereka berbicara sangat tak jelas" gumamnya kecil hingga tidak terdengar siapapun.


"heh! apa dia bosan hidup" ujar Alberto tertawa sinis.


"bereid morgen mijn privévliegtuig voor, stuur al je mannen om de leeuwenbasis aan te vallen"

__ADS_1


(siapkan pesawat pribadiku besok, kerahkan semua anak buahmu menyerang markas lion red)


"baik tuan"


__ADS_2