
🌹🌹🌹
#part 107#
"maafkan saja mereka"
"heh! kau memang konsisten dengan kenaifan dan kebodohan mu sayang, padahal bisa saja kau melenyapkan mereka karna sudah berani mencelakai mu" bisik Alberto sembari menghirup aroma tubuh Ariana.
Ariana menundukkan kepalanya. di tahap ini ia sudah tidak memiliki keberanian untuk menjawab perkataan suaminya. bahkan ia tidak berani menatap wajah suaminya yang kini tengah menyeringai seperti setan.
ke aroganan yang di tunjukan oleh alberto sudah cukup memberi bukti, jika Ariana tidak boleh melawan perkataan nya lagi.
Ariana seperti sedang berada di atas jembatan dimana jembatan itu bisa runtuh kapan saja dan menghanguskannya.
Alberto menatap kearah bela dan Alfian yang kini tengah di lukai oleh Lucas dan anggota lainnya.
Alberto menyeringai penuh, sungguh jeritan mereka terdengar merdu di telinga nya. berbeda dengan Ariana, gadis itu tampak menunduk ketakutan, namun alberto memeluknya dan memberikan ketenangan agar istrinya tidak semakin ketakutan.
"seperti yang kalian dengar, istri ku memaafkan kalian, akan tetapi aku tidak! aku ingin sekali menghancurkan kalian berdua sekarang, tetapi istriku ini ingin menyelamatkan orang orang bodoh yang menghinanya, mungkin aku tidak akan membunuh kalian, akan tetapi aku akan menjual kalian ke negara Perancis untuk di jadikan pembantu mereka, ingat! kalian disana di di beri gaji dan jika kalian menolak, maka bersiaplah mereka akan membunuh kalian" ujar alberto dengan tatapan remehnya.
Ariana kali ini diam.
ia tak akan menyahuti perkataan alberto lagi, Ariana menatap tajam kearah bela yang kini menyerah.
__ADS_1
bela dan Alfian di seret keluar dari ruang bawah tanah dan akan di bawa ke negara Perancis saat ini juga.
Lucas dan anggota lainnya yang akan mengurusnya, sementara alberto menyuruh asisten Alvaro untuk menghandle seluruh pekerjaan nya.
"sudah puas?"bisik alberto di telinga Ariana dan mengecupnya dengan lembut.
"mungkin ini lebih baik Deddy, sebenarnya aku tidak melarangmu untuk menghukum mereka, hanya saja aku tidak ingin kau menjadi seorang pembunuh, cukup ibuku saja yang kau bunuh" ujar Ariana memegang sebelah pipi pria itu.
"kau tau dari mana hmm? apa kau mengintip"
"asisten Alvaro yang memberitahukan kepadaku"
"ck, anak itu harus di beri pelajaran"
Alberto tersenyum dan segera mencium bibir Ariana penuh nafsu, ia akan melindungi istrinya dari apapun, tidak ada yang boleh menyakitinya.
"Deddy, dimana Elina dan orang tua nya"
"aku tidak mencelakai mereka sayang, hanya saja mereka mendapatkan lebih dari ini"
"memangnya apa yang kau lakukan pada mereka?"
"tidak terlalu mengerikan, aku membuang orang tuanya ke pulau terpencil, pulau fiji" ujar alberto dengan santai.
__ADS_1
"pulau fiji? tampaknya menyenangkan" ujar Ariana berbinar.
"sayang, disana pulau pemakan manusia"
"hah! jadi kau mengirim orang tuanya kesana?" Ariana menatap tak percaya jika suaminya ini sungguh kejam.
"lalu Elina, kau kemana kan?"
"aku menjualnya pada anggota gheorge dan disana ia akan dijadikan pemuas nafsu para pria yang ada di sana"
Alberto mengangkat tubuh istrinya dan membawanya keluar dari ruang bawah tanah. seperti yang sudah sudah, semua orang yang menyakiti Ariana, kini habis dan kehidupan Ariana yang baru akan di mulai, alberto dan Ariana akan memulai kehidupan baru setelah melewati kehidupan panjang Ariana yang begitu menyedihkan.
"I love you baby, don't leave me"
terimakasih dukungan kalian semua🥺🥺 author sayang kalian, meski dukungannya cuma sedikit, tapi bagi Mimin itu banyak banget kok😘🥰
ohh iya, jangan lupa masuk grup Mimin ya, Mimin baru bisa buat grup.
terus dukung karya Mimin.
Mimin sayang kalian😘🥰🥰🥰.
__ADS_1
lope youuuu❤️❤️❤️❤️❤️❤️