ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 26


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 26#


sesampainya dirumah.


gadis itu langsung disambut arah oleh ibunya lantaran ia sedikit terlambat.


"dasar anak ga tau diri, kau pikir kau ratu hah!!!"


"maaf Bu, Ariana tadi lagi ada masalah"


"alasan aja, jika sampai saya mengadu ke papa kamu, pasti kamu di hukum digudang" bentaknya dengan marah.


Ariana hanya diam menunduk, ia segera membantu membereskan barang barang ibu tirinya.


tiba tiba bela dengan sengaja menabrak tubuhnya hingga koper itu terjatuh ke tanah


"ya ampun, mama koper mama jatuh" teriak bela dan tersenyum sinis kearahnya.


"Ariana..!!! apa kau tidak bisa memegang benda dengan benar, lihatlah kau merusak barang ku" ujar mama Laura marah besar.


"maaf ma, tapi tadi kak bela yang menabrak ku" ujar Ariana menunduk


"kau menyalahkan diriku, jelas jelas kau yang menjatuhkannya" ujar bela menatap marah padanya.


"tapi-"

__ADS_1


"sudahlah, kau sama ibumu sama sama tak berguna" ujar Laura langsung masuk kedalam mobil diikuti bela dan Billi.


Ariana menatap kepergian mobil mewah itu dengan sendu, ayahnya akan menyusulnya nanti sehingga ia pun akan sendirian di rumah.


flashback on.


"tuan, beberapa perusahaan dari negara Australia ingin mengajukan kerja sama tuan, dan ini berkas yang harus anda tandatangani untuk memutuskan menerima atau tidak" ujar Alvaro membungkukkan badannya.


Alberto menerima berkas itu dan langsung menandatangani nya. ia langsung memberikan berkas tersebut pada asisten Alvaro.


"apa ada lagi"


"tidak ada tuan"


"kalau begitu kita pulang" Alberto beranjak dari tempat duduknya keluar dari ruangannya menuju lobi parkiran.


"Alberto bukankah kau berjanji akan menemani ku makan siang" ujar Zoya bergelayut manja dilengannya.


"baiklah aku akan menemanimu" ujar alberto mendahului tubuh Zoya.


"maaf Elina aku berjanji akan menjaga Alberto ya, meski aku akan merebutnya darimu" batin Zoya tersenyum kemenangan.


Zoya duduk di samping Alberto di kursi belakang, sementara Alvaro yang menyetir.


"kita kemana tuan"


"kerestoran waktu itu" Alberto ingin melihat Ariana, sekalian ia ingin menyiksa gadis itu dengan cara tersendiri.

__ADS_1


sementara Zoya sedari tadi tidak melepaskan genggaman tangannya dari tangan Alberto membuat Alvaro jijik melihatnya.


"aku berharap tuan akan jatuh cinta pada nona Ariana" batin Alvaro menatap dari kaca spion.


hingga tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan alberto membuat ia langsung kembali fokus menyetir.


Alvaro menelan ludahnya dengan kasar.


...โ˜˜๏ธโ˜˜๏ธโ˜˜๏ธ...


Lamborghini mewah itu kini parkir di depan restoran.


Alberto sengaja memesan restoran tersebut kusus untuknya, agar para pelanggan restoran tidak mengganggunya makan.


"selamat datang tuan" ujar karyawan membungkukkan badan.


Alberto yan menjawab, alberto terus berjalan diikuti Zoya dan asisten Alvaro di belakang.


Ariana mematung menatap kearah pria itu.


"kenapa dia datang kesini lagi sih, ya tuhan selamatkan hidupku" batin Ariana memejamkan matanya.


"Ariana layani pelanggan dengan baik" ujar Elvia padanya.


lagi lagi gadis itu menyuruh Ariana untuk melayani Alberto. mau tidak mau Ariana membawa buku catatan untuk mencatat pesanan pelanggan tersebut.


"permisi tuan, ada yang ingin anda pesan" ujar Ariana menunduk tak lupa ia mengenakan masker.

__ADS_1


Alberto menyeringai saat menatap mangsanya kini berada dihadapannya, dengan berpura pura tidak mengenal Alberto berbicara Biasa terhadapnya.


__ADS_2