ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 100


__ADS_3

🌹🌹🌹


#part 100#


"Alberto kau kemana saja selama ini, aku merindukanmu" ujarnya tanpa malu.


Ariana hanya diam, wanita itu memalingkan wajahnya dan berusaha bersikap biasa saja.


Alberto melepaskan pelukan Elina dengan kasar hingga wanita itu terdorong kebelakang.


"kau tidak perlu bersandiwara di depanku, apa kehangatan Javier tidak memuaskan mu?" tanya Alberto tersenyum sinis.


"ap-apa maksud mu"


"maksud ku? heh! aku tidak mungkin mempertahankan seorang wanita licik seperti mu, yang berusaha membunuh istriku" ujar Alberto dengan tatapan tajamnya.


ia menyodorkan tangannya ke arah asisten nya, alvaro yang mengerti memberikan amplop berwarna coklat itu kepada tuanya


kemudian alberto memberikan amplop itu pada elina dan wanita itu menerimanya dengan merasa sedikit tak enak.


elina membacanya dan membulatkan matanya.


"Apa? tidak aku tidak ingin bercerai denganmu, apa salahku..!!!" teriak Elina menangis namun alberto sama sekali tidak perduli padanya


"Alberto mendekati istrinya dan menarik tangan wanita itu, Elina yang baru sadar jika ada Ariana di sana langsung berdiri dan hendak menyerang wanita hamil itu.


"kau perebut suamiku, dasar jal*ng..!!!"


untung saja para pengawal itu dengan sergap menangkap tubuh Elina dan segera membawanya ke ruang bawah tanah.

__ADS_1


"lepaskan aku..!!!" teriak Elina segera memberontak namun tak kuat, Ariana hanya menatap datar, tidak akan ada rasa kasihan untuknya, ia tidak akan memaafkan orang orang yang menyakiti nya


"sayang, kamu bersihkan diri dulu ya, setelah itu sarapan ok"


"iya deddy"


"apa? katakan sekali lagi" ucap Alberto dengan senyuman di wajahnya.


"katakan apa?" goda ariana pada suaminya.


"sayang aku tidak sedang bercanda"


"aku juga tidak bercanda Alberto emang aku mengatakan apa?" tanya Ariana berpura pura lupa.


karna kesal, Alberto menggendong istrinya ala bridal style dan memutarnya seperti film drama romantis.


para pelayan segera bubar tidak ingin menggangu keromantisan tuan mereka, termasuk Alvaro dan juga pak Wisnu.


ya, Alberto berencana menyiksa mereka, namun ia hanya akan melihatnya saja, tidak mungkin ia akan mengotori tangannya untuk manusia tak berguna seperti keluarga Ariana, Alfian, dan juga mantan istrinya.


kini mereka masih tertawa bersama, hingga mereka melupakan sarapan pagi mereka. "Alberto hentikan, aku takut" ucap Ariana di selingi tawanya


"katakan sekali lagi, atau aku akan menghukummu "


"baiklah² hentikan dedy"


"kurang jelas sayang"


"Deddy alberto"

__ADS_1


Alberto tentu saja tersenyum senang, ia mencium wajah istrinya dan menurunkan tubuh istirnya di sofa.


ia akan menyuruh para pelayan agar menyiapkan sarapannya dan juga istrinya di depan tv besar.


mereka akan makan di sofa saja.


"deddy aku ingin membersihkan diri"


"nanti saja sayang, kau makan dulu"


"tapi kan tadi kau yang menyuruh ku untuk membersihkan diri"


"tak apa, anggap saja aku salah berbicara"


para pelayan membawa makanan mereka, dan segera meninggalkan tempat itu. Alberto membawa tubuh istrinya agar duduk di pangkuannya, Ariana sama sekali tak menolak justru ia tersenyum senang.


"makan yang banyak, agar anakku cepat tumbuh dengan sehat"


"kau juga harus makan yang banyak, aku tidak mau kau kurus seperti lidi"


"aku tidak akan kurus sayang, karna aku pria kuat"


"baiklah² Deddy Alberto memang yang terbaik"


Alberto yang merasa gemas segera melahap bibir Ariana dan memeluknya dengan erat, ia berjanji tidak akan menyakiti istirnya.


"I love my wife"


__ADS_1



__ADS_2