
๐น๐น๐น
#part 75#
Alberto tersenyum sekilas, jujur hatinya kini hanya tertuju pada istri kecilnya.
biasanya gadis itu selalu menunjukan senyum tulus kepadanya, dan ia sangat merindukan akan hal itu.
Elina melambaikan tangannya di depan wajah suaminya, tampak pria itu melamun dengan menatap kearahnya. "sayang, apa yang kau pikirkan"
"tidak ada" ujar Alberto segera mengalihkan perhatiannya.
Elina mengelus ngelus dada bidang kekar itu.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
di rumah sakit.
tampak Lisa menangisi sahabatnya itu, ia memegang erat tangan Ariana dan mengusapnya dengan lembut.
tak lama dokter mendekati mereka dan bersikap sopan. "permisi nona, apa anda kelurga dari pasien Ariana"
"ya, kau benar"
"bisa ikut keruangan saya"
__ADS_1
Lisa menganggukan kepalanya dan segera mengikuti langkah dokter wanita itu. sesampainya di ruangan mereka kini duduk saling berhadapan.
"begini nona, hasil dari pemeriksaan nona ariana positif hamil dan sudah mendapati 1 bulan" ucap dokter tersebut membuat Lisa terkejut.
tidak mungkin, apakah Ariana menyembunyikan ini darinya, tentu saja ini membuat Lisa sedikit kecewa dan merasa bersalah menjadi satu.
Lisa merasa kecewa karna Ariana tidak memberitahukan ke hamilannya, di sisi lain ia merasa bersalah karna membawa wanita itu kemana mana hingga kelelahan saat masih menjadi istri tuan Alberto.
"baik terimakasih dokter"
"sama sama nona, nanti saya akan memberikan nona Ariana vitamin untuk di minum setiap hari, agar bayi nya bisa berkembang dengan sehat tanpa penyakit"
Lisa mengangguk dan tersenyum, kemudian ia kembali keruangan Ariana tempat di mana sahabatnya di rawat.
Lisa masuk kedalam dan telah mendapati Ariana yang sudah terbangun dari tidurnya, ia mendekati sahabatnya itu.
"Ariana apa kau baik baik saja"
"kita dirumah sakit"
"apa yang terjadi padaku" sesaat Lisa bungkam, kemudian ia pun menatap sahabatnya dan mulai membuka suara.
"Ariana katakan dengan jujur, apa kau selama ini menyembunyikan kehamilanmu" ujar Lisa membuat Ariana terkejut.
"tidak, aku tidak hamil Lisa apa yang kau bicarakan"
"sudah ku duga, kau tidak mungkin berbohong padaku, jadi selama ini kau mengandung anak tuan Alberto selama 1 bulan" Ariana membulatkan matanya dan menutup mulutnya, air matanya keluar begitu saja
"Lisa apa yang harus aku lakukan, apa kah aku harus menggugurkan anak ini"
__ADS_1
"Ariana kau bicara apa? sudah cukup keluarga mu dan suami mu menyakiti mu, sekarang giliran kita yang membalas pada mereka, kita pindah ke negara lain, untuk menjauhkan anakmu dari tuan alberto" ujar Lisa dengan tegas, sudah cukup Ariana di permainkan oleh Orang lain.
"aku memiliki bibi yang kaya di Amerika, kita akan pindah kesana hari ini juga, aku telah memesan tiket penerbangan tadi pagi"
Ariana tersenyum haru pada sahabatnya, Ariana bersyukur setidaknya masih ada satu orang yang menyayanginya begitu tulus.
Ariana berjanji tidak akan membuat sahabatnya kecewa, ia akan menganggap sahabat nya itu sebagai saudaranya sendiri.
*
*
*
*
*
2 Minggu kemudian
di perusahaan Albert.group
tampak pria tampan itu melamun, ia menatap kaca jendela besar itu.
ingin sekali ia melihat keadaan istrinya, yang sebentar lagi akan menjadi mantan istrinya, ia ingin memeluk tubuh kecil yang selalu membuat hati dan pikirannya kacau berantakan.
"Ariana kemana kau berada saat ini"
"tuan, ini hasil laporan keuangan perusahaan tuan" ujar Alvaro tiba tiba datang membuyarkan lamunan Alberto saat ini.
__ADS_1
Alberto mendengus kesal, ia kemudian menerima berkas itu dan membacanya.