ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 42


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 42#


setelah selesai ia segera menuju tangga dengan membawa nampan ditangannya, namun tatapan nya terhenti saat melihat suaminya di gandeng dengan wanita yang menabraknya barusan.


"Alberto ayolah, kau kan sudah berjanji akan mengajakku makan di luar"


"aku sudah tidak nafsu makan Zoya, sebaiknya kau kembali ke ketempatmu"


Zoya yang mendengarnya menjadi geram, ia menatap tajam kearah wanita yang membawa nampan. "ohh jadi ini wanita yang menabrak sahabatku, aku tak mengerti mengapa kau menikahinya"


"hanya untuk menjadikannya simpanan yang tak berguna" perkataan pedas yang ia dengar membuat ia bergetar.


hatinya pedih seolah olah tertusuk ribuan duri sangat sakit.

__ADS_1


"maaf tuan ini makanan anda" Ariana menundukkan kepalanya berusaha menghindari tatapan mereka, ia tak ingin mereka tau jika kini matanya berlinang air mata.


"aku sudah tak bernafsu untuk makan, sebaiknya kau kembalikan saja" setelah berkata seperti itu Alberto melepaskan tangan Zoya dan menuju ke atas untuk beristirahat.


Zoya tersenyum sinis menatap Ariana dengan tatapan merendahkan. "apa kau sudah dengar? kau hanya lah pemuas nafsu alberto karna hatinya hanya untuk sahabatku dan kau! kau tidak pantas dicintainya" ujar Zoya dengan sombong.


"sebelum kau mengatakannya saya sudah mengetahuinya nona, dan kau tidak perlu memperjelas karna aku juga tidak ingin hubungan ini terjadi jika saja saya tidak merasa bersalah pada nyonya Elina" ujar Ariana tegas dan kemudian meninggalkan tempat itu.


Zoya yang merasa kesal karna ariana sama sekali tidak menangis pun memilih untuk pergi dari kediaman Alberto.


ia pun melesatkan mobilnya, menuju ke kediamannya.


Ariana tampak berada di dapur, membersihkan meja makan ia ingin segera pergi untuk menangis sepuasnya. "duhh Ariana bisa tidak kau tidak usah menangis bukannya dari awal kau memang hanya dijadikan seperti simpanan" ujarnya berusaha menenangkan dirinya.


ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar suaminya, ia mengetuk pintu dan kemudian ia masuk kedalam.

__ADS_1


ia melihat suaminya yang sedang duduk di sofa membaca buku bisnis, ia diam ia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.


15 menit ia keluar dari kamar mandi sudha dengan pakaian lengkap, namun ia masih melihat suaminya membaca buku.


ia bingung harus tidur dimana jadi ia berdiri menunggu suaminya selsai


Alberto menaikkan satu alisnya, menatap sikap istrinya yang sepeti orang bodoh. "apa yang kau lakukan disitu? mengapa kau mematung apa kau suka menjadi peran patung" ketusnya dan menutup bukunya.


"maaf tuan, saya ingin tidur tapi anda berada di sofa" ujar Ariana menundukkan kepalanya


"haha, apa kau lupa jika kau harus tidur di lantai" bisiknya membuat Ariana bergetar hebat.


sungguh berada di posisi ini membuat ia gugup, apalagi perasaan ini sulit untuk di lupakan.


"aku ingin merusak mu hingga kau merasakan apa yang istriku rasakan, ya meski kau istriku tetapi kau sangat jauh berbeda dengan istriku yang asli, kau hanya istri di atas kertas" bisiknya semakin memojokkan Ariana.

__ADS_1


"aku ingin menjadikanmu sama seperti jalanan yang di nodai darah istriku tapi, aku tak yakin kau masih virgin, apalagi kau sering ke club malam" tambahnya lagi membuat Ariana semakin sesak


__ADS_2