
๐น๐น๐น
#part 2#
"Baiklah billi kakak akan segera kesana" ujar Ariana dengan sabar
Ariana melangkahkan kaki kecilnya menuju tempat dimana ayahnya berada. Ia melihat jika ayahnya tidak memperdulikannya sama sekali.
"Ada apa ayah memanggilku" ujar Ariana
"Ayah ingin berbicara padamu"
Ariana pun duduk di kursi dengan sopan, ia bisa melihat jelas kebencian ibunya dan juga kakaknya.
Ia hanya bisa diam menunduk. "Ayah akan menjodohkan mu dengan pak Herman demi perusahaan ayah" ujar jaya tanpa beban mengatakan itu secara langsung pada putri kandungnya
Ariana yang mendengarnya tentu saja sangat terkejut. Ia menatap ayahnya tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Tidak ayah, apa yang kau katakan aku tidak ingin menikah" ujar Ariana langsung menolak yang membuat jaya murka.
"Kau harus menerimanya...!!!" Ujar jaya dengan marah.
"Ayah, Ariana sudah memiliki Alfian dan aku tidak ingin membuatnya kecewa" ujar ariana ingin menangis.
"Cihh jika ayah katakan itu kau menurutlah" ketus bela dengan kesal.
Ariana menangis sesegukan, dimana ia akan di nikahkan oleh ayah dari kekasihnya nya sendiri. Ia merasa harga dirinya sangat direndahkan.
__ADS_1
"Jika kau tidak mau, maka ayah memaksa kau harus menikah dengan pak Herman 2 bulan lagi" ujar jaya meninggalkan tempat makan.
"Rasakan itu, emang enak menikah dengan bapak bapak kau pikir kau berharga? Kau sama sepeti wanita jal*ng di luar sana" ujar bela dan di tertawa kan oleh ibu dan adik tirinya
Karna marah bercampur sedih, Ariana berlari meninggalkan mereka. Ia berlari menuju kamarnya hendak melampiaskan kesedihannya di kamar itu.
Kamar yang menjadi saksi dimana ia meninggalkan banyak kenangan dan luka di dalam kamar itu.
"Ibu...hiks..hiks...Ariana merindukanmu, bisakah kau menjemputku,??" Tangisnya menjadi jadi.
Angin malam yg masuk lewat jendela yang sengaja Ariana buka, membuat nya menambah kesan kesedihan yang di pancarkan gadis itu.
Rembulan yang bersinar terang dan semakin menampakkan kecantikan wanita itu.
Di isi suara tangisan pilu yg terdengar memenuhi ruangan tersebut.
Ayahnya berubah 180 derajat semenjak ke Matian ibunya.
Saat kematian ibunya, ayahnya menikah lagi sepertinya ayahnya sudah memiliki hubungan rahasia dengan ibu tirinya.
Tak terasa ia tertidur karena kelelahan menangis. Ariana tertidur tenang seolah olah beban terangkat dari bahunya.
Ia lelah dengan semuanya, ia juga lelah terlalu memikirkan dunia.
*
*
__ADS_1
*
Keesokan harinya.
Ariana terbangun dari tidurnya. Ia bergegas menyiapkan sarapan pagi dan bersiap siap menuju kantor.
Ia memakai seragam kantorannya. Dan menaiki mobilnya.
Tak butuh berapa lama, akhirnya ia sampai di kantor yang tidak terlalu mewah itu.
Ariana segera masuk kedalam di mana ruangan nya berada. Ariana dengan buru buru mengisi absen yang di sediakan di depan ruangan.
Ia masuk dan mulai bekerja.
Disaat nya ia sibuk bekerja, tiba tiba ponselnya berdering.
"Alfian...kau dari mana saja aku merindukanmu" ujar Ariana bergetar hebat.
"Maaf sayang, aku sibuk bekerja"
"Tapi, kau kan bisa sambil menghubungiku" Ariana merasa lega saat pria itu menghubunginya. Ariana tidak bisa hidup tanpa Alfian.
Sebab, pria itu adalah sandaran Ariana. Mereka sudah memiliki hubungan saat mereka kecil.
Alfian sangat mencintai Ariana.
bahkan cinta ini sudah tumbuh sangat lama hingga Alfian sedikit merasa bosan
__ADS_1