ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 60


__ADS_3

🌹🌹🌹


#part 60#


Alberto menarik tubuh Ariana hingga kini wanita itu berada di bawahnya. Ariana hanya diam ia memalingkan wajahnya agar tidak menatap mata biru Alberto.


namun, pria itu kini malah menarik dagu nya agar menatap kearahnya, mau tidak mau Ariana menatap kearahnya


"kau sungguh wanita yg paling berbeda setiap aku temui, kau sungguh membuatku semakin penasaran, dan itu menarik perhatianku padamu" bisik nya di telinga wanita itu.


Alberto mengecup bibir merah itu dan beralih ke daun telinganya, membuat Ariana merasa geli.


pria itu terus mengecup telinga Ariana hingga turun ke leher.


Ariana mendorong tubuh kekar suaminya dengan pelan agar pria itu berhenti. "tuan, sebaiknya anda bersihkan badan dulu dan anda juga belum makan malam" ucap Arian ingin menolak, jujur ia sangat lelah sekarang.


"aku tidak suka ada penolakan, kau tau? yang baru saja kau Katakana itu adalah sebuah penolakan terbesar bagiku, selama ini tidak ada wanita yang berani menolakku bahkan menyerahkan dirinya secara suka rela tanpa harus di bayar"

__ADS_1


"apa kau ingin aku membayarmu" bisiknya membuat Ariana membulatkan matanya , hati nya terasa sangat sakit mendengarnya.


"aku tidak butuh uang yang kau berikan tuan, namun aku tau kesalahanku maka dari itu aku tetap menerimanya, namun aku bukanlah wanita jal*ng yang mau dibayar semudah itu tubuhnya, dan tubuhku tidak di perjual belikan" ujar Ariana dengan tegas meski kini tubuhnya bergetar hebat.


Alberto yang mendengarnya semakin tertarik, ia menyeringai seperti raja iblis yang siap memangsa musuhnya.


Alberto mencium lembut bibir nya hingga menjadi ciuman menuntut.


Ariana memejamkan matanya dan tidak akan membiarkan dirinya terlena akan permainan suaminya.


ia melepaskan pangutannya dan menempelkan keningnya pada istrinya. "bibirmu manis, aku menyukainya" bisiknya hingga nafas yang berbau mint itu tercium oleh Ariana.


tubuh Ariana bergetar, merasakan hawa panas di sekitar mereka, namun ia tidak akan membiarkan suaminya lepas kendali dan melakukannya lagi, ia merasa sangat sakit pada pinggangnya.


suaminya itu bermain sungguh seperti tidak memiliki lelah, dan itu cukup membuatnya lemas seketika.


"tu-tuan, aku lapar bisakah kita makan malam" ujar Ariana mendorong dada bidang kekar itu.

__ADS_1


Alberto menatap manik² hitam itu dengan intens, tampak tidak ada kebohongan di mata gadis itu.


"baiklah kita akan makan malam, namun setelah itu kita akan melakukannya"


"tapi tuan, aku lelah bisakah kita melakukannya besok malam saja, aku berjanji tidak akan menolakmu" ucap Ariana dengan tatapan memohon.


jujur ia sangat lemas sekarang, dan ia butuh istirahat untuk menetralkan tenaga. apalagi kini ia tidak bekerja dan besok ia harus mencari pekerjaan bersama Lisa.


mereka pun turun menuju ruang makan, dan memakan makanan yang telah di hidangkan oleh para chef.


Ariana duduk jauh dari suaminya, membuat alberto sangat kesal akan hal itu. "kemari, mengapa kau makan jauh sekali, lain kali kau makanlah di menara Eiffel" ujar Alberto sangat kesal.


Ariana menurut, gadis itu mendekat dan kini duduk di samping suaminya. Ariana tersenyum kikuk saat melihat suaminya menatapnya tajam.


namun Alberto malah menarik tangannya hingga kini ia jatuh kedalam pelukan suaminya dan duduk di pangkuannya.


"tu-tuan, apa yang kau lakukan? disini banyak para pelayan dan chef" ujar Ariana terkejut

__ADS_1


__ADS_2