
๐น๐น๐น
#part 92#
setelah menaruh nya kedalam piring, Alberto membawanya kedalam kamar. ia melihat istrinya melamun menghadap jendela kaca.
"sayang, jangan melamun" bisik pria itu dan menyingkirkan rambut rambut yang menghalangi nya.
"sayang, makan yah aku membelikan mu makanan kesukaanmu" ucap Alberto menyodorkan spoon itu agar wanita itu membuka mulutnya.
"Alberto aku tidak suka sayuran" entahlah semenjak Ariana hamil, Ariana sangat membenci sayuran bahkan memuntahkannya secara terang terangan, padahal sayuran itu makanan favoritnya sejak kecil.
"sayang, kau harus banyak memakan sayuran, aku tidak ingin anak kita tidak sehat"
"kalau aku bilang tidak mau ya tidak mau" pekik Ariana dengan berkaca kaca.
Alberto yang melihat istirnya ingin menangis menjadi bingung, ia menaruh piring itu di atas meja dan menarik tubuh Ariana ke pelukannya.
"sayang, maafkan aku, aku janji tidak akan memaksamu lagi" ucap alberto memeluk tubuh mungil itu.
Ariana hanya dia tak menjawab, ia masih ingin menghilangkan rasa amarah di hatinya, bahkan terkadang mood nya tiba tiba rusak, bahkan ia ingin menangis terus sepanjang hari.
"baiklah aku tidak akan menyuapkan sayuran ini padamu, akan tetapi makanlah sup ini agar perutmu terisi" ucap Alberto selembut mungkin, takut wanita itu kembali merajuk.
__ADS_1
ariana menganggukkan kepalanya membuat Alberto tersenyum senang.
ia menguapkan sup itu kedalam mulutnya, hingga kini sup itu habis tak tersisa. Alberto kemudian menyodorkan segelas air putih pada istrinya, Ariana menerimanya dengan cuek tak memperdulikan wajah Alberto yg kini berseri.
"apa kau ingin jalan jalan?"
"aku tidak suka jalan jalan"
"baiklah kalau begitu istirahat saja, dan jangan bekerja apapun"
"tapi aku harus bekerja untuk memenuhi kebutuhanku" bantah ariana membuat alberto menghela nafasnya dengan berat, sulit sekali menasihati istrinya ini.
"sayang, aku mohon jangan bekerja, aku takut kau dan anakku kelelahan"
"tapi aku ingin bekerja" banyak Ariana dengan keras kepala.
"bisa tidak kau mendengarkan ku" ucap alberto tanpa sengaja memarahi Ariana.
ariana menatap Alberto dengan berkaca kaca, ia mengepalkan tangannya dan mengusap air matanya yang kini terjatuh.
"kau tidak usah mengurusi ku, kau selalu marah padaku" pekik Ariana membuat alberto semakin frustasi.
Alberto memilih mengalah, saat ia hendak memeluk istrinya, Ariana menolaknya mentah mentah dan mendorong tubuh kekarnya.
__ADS_1
"aku tidak ingin berdekatan dengan mu" ketus Ariana membaringkan tubuhnya.
Alberto Hanya diam mengalah, ia membiarkan istrinya itu istirahat, ia tidak ingin membuat istrinya bertambah marah.
...โ๏ธโ๏ธโ๏ธ...
di pulau.
tampak seorang wanita cantik itu mengumpat pilot Alberto dengan kesal. bagaimana tidak? ia baru mengatakannya sekarang jika negara Amerika menolak kedatangannya dan pilot itu malah mengantarnya ke pulau terpencil.
"apa kau sudah gila hah!!"
"maaf nyoya saya tidak tau"
"bodoh" teriak elina marah.
"kembali ke Indonesia sekarang, aku tidak ingin tinggal disini apa kau mau aku mengadukan mu pada suamiku dan memecatmu hah"
"tidak nyonya"
pilot tersebut mulai mempersiapkan pesawat untuk lepas landas, pramugari yang melayani elina imut terkena imbasnya.
padahal pramugari tersebut tidak melakukan kesalahan.
__ADS_1
namun, pramugari itu tidak berani melawan dan hanya diam, dari pada ia harus di pecat dari pekerjaannya.
Elina yang sudah sangat kesal itu memilih untuk menghabiskan waktu di kamar pribadi milik alberto.