
๐น๐น๐น
#part 41#
Ariana menatap alberto dan tersenyum manis.
"baik tuan akan saya lakukan, saya permisi" kemudian Ariana membalikan badannya dan pergi menuju dapur untuk membuatkan jus pesanan Alberto
Alberto tersenyum puas dan memakan steak dagingnya.
"menurutmu, apa dia gadis bodoh" tanya alberto sembari tersenyum membuat Alvaro kalang kabut.
"tuan, sebentar lagi saya akan menghubungi dokter dony untuk memeriksa anda"
Alberto mengernyitkan dahinya, merasa bingung dengan perkataan asistennya. "mengapa kau menghubungi dony? apa kau pikir aku sakit" ujar alberto dan dibalas anggukan oleh pria itu.
"cihh bulan depan tidak ada bonus" ujarnya membuat Alvaro melemas seketika, ia pun akhirnya memilih bungkam.
tak berapa lama kemudian Ariana datang dengan membawa jus di tangannya dan menaruhnya di atas meja Alberto.
"jika tidak ada apapun saya permisi tuan"
"diam di tempatmu" ujarnya dengan dingin.
Ariana menghela nafasnya, dan kemudian ia pun berdiri di samping suaminya menunggu selesai makan.
"harus kah aku seperti ini? ohh ya tuhan kakiku sakit sekali" batin nya menahan rasa sakit di kakinya.
...----------------...
...----------------...
di mension Kenzo.
"apa kau meminjam barang milikku lagi" ujar Aurel menatap kesal adiknya yang selalu meminjam barang tanpa izin darinya.
__ADS_1
"bukan kah aku hanya meminjam? ohh ayolah mengapa kau pelit dengan adik sendiri" ujar Aurora membuat Aurel semakin kesal.
"aku tidak masalah kau meminjam barangku, tetapi kan kau bisa meminta izin padaku"
Aurel yg sudah sangat kesal pun keluar dari kamar Aurora, ia menghentak hentakan kakinya merasa sangat kesal.
ia turun menuju dapur untuk mengisi perutnya, karna jika ia marah ia akan selalu merasa lapar.
"aunty sedang apa kau disini?" tanya Aurel menatap felica yg sedang membuat teh.
"aunty sedang membuat teh untuk uncle david"
"apa uncle David tidak masuk kerja?"
"tidak, ia sedang tidak enak badan hari ini"
"apa aunty sudah memanggilkan dokter"
"sudah"
Aurel merasa sangat bosan, ingin sekali ia keluar jalan jalan akan tetapi ia tidak ada teman karna ia selalu jalan dengan Aurora.
"cihh dia sangat menyebalkan, dia selalu meminjam tanpa meminta izin"
visual
AUREL MARRY SMITH AND AURORA MARRY SMITH.
Aurel.
__ADS_1
Aurora
Devano Kelvin moran
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
hari sudah sore.
Alberto pulang dengan asistennya, Ariana juga ikut bersama suaminya karna pria itu yang memaksa.
"tuan, air mandi anda sudah siap" ujar Ariana membungkukkan badan.
"bawa makan malam ku ke atas, aku tidak ingin turun kebawah" ujarnya dan melangkahkan kaki menuju kamar mandi.
"apalagi ini, tak apa Ariana lagian kau hanya istri sementara turuti saja perintahnya" lesuhnya dan segera menuju dapur.
tiba tiba ia menabrak tubuh seorang wanita langsing saat menuruni tangga.
"ohh ya ampun, maaf nona"
"apa kau jalan tidak pakai mata hah!"
"dimana mana itu jalan pakai kaki nona, mata untuk melihat" celetuk Ariana membuat wanita itu marah.
"bodoh! menyingkir aku ingin bertemu dengan alberto" ujarnya mendorong kasar tubuh Ariana kesamping.
"cihh dasar wanita aneh, lagian juga dia yang menabrak malah aku yang ia salahkan ,huh apa dia tidak malu datang kerumah seorang pria, eh tunggu apa dia adik tuan Alberto? tapi tidak mungkin karna saat aku ke rumah ayah tuan Alberto aku sama sekali tidak melihat dia" Ariana mendumel sembari membuat makan malam suaminya.
__ADS_1