
🌹🌹🌹
#part 128#
tampak kini suasana mension ramai dengan kehadiran dua makhluk yang menggemaskan.
Ariana dan Alberto merasa bahagia, hidupnya terasa semakin berwarna karna kehadiran sang buah hati.
"ya ampun dia sangat menggemaskan"
rindu menatap kearah bayi perempuan cantik yang sedang di gendong oleh granpa Kenzo,
ya,Kenzo lebih lengket dengan cucu perempuannya apalagi pipi bayi itu sangat chuby dengan mata bulatnya.
"uncle" panggil alberto pada Xavier yang sedang duduk bersama istrinya melihat bayinya.
"bisakah uncle ikut keruangan ku sebentar, ada yang ingin aku bicarakan" Xavier mengangguk dan mengikuti Alberto dari belakang, tak lama mereka masuk kedalam ruang kerja milik alberto bersama asisten Alvaro.
setelah kelahiran Beby alberto, 2 hari jesslyn mencari keberadaan alberto hendak memberikan saham dan sertifikat perusahaan milik ayahnya yang sudah ia dapatkan.
namun, jesslyn benar² syok saat tau ia di tangkap oleh orang suruhan Alberto dan di masukkan kedalam penjara bersama keluarganya atas tuduhan pembunuhan yang di lakukan oleh keluarga Jakson.
alberto menyelidiki kasus tersebut, dan benar saja. ternyata keluarga Jakson yang membunuh kedua orang tua Ariana.
Jakson bersahabat dengan ayah Ariana sejak SMA, namun karna Jakson mencintai ibu Ariana yang sudah menikah dengan sahabatnya, Jakson dengan berani membunuh ayahnya.
namun, Jakson yang berhasil membunuh ayah Ariana, merasa menyesal apa yang ia perbuat pada sahabatnya.
__ADS_1
sementara, jaya selagi adik ayah Ariana terpaksa menikahi ibunya Ariana untuk menjaga ibu Ariana yang sedang mengandung Ariana.
Alberto sengaja merahasiakan hal ini pada istrinya, takut istrinya itu akan setres dan terlalu banyak kepirikan.
"apa ini?" tanya Xavier merasa bingung.
"ini sertifikat rumah,tanah,serta Shama dan perusahaan milik uncle yang di rebut oleh keluarga Jakson, aku telah kembali merebut nya"
"bagaimana bisa? bukankah keluarga Jakson termasuk orang yg berpengaruh seperti kita"
"ya, dia berusaha menikahkan aku dengan putrinya uncle kini keluarga mereka di penjara"
"karna masalah apa?"
"sesuatu yang tidak akan pernah aku lupakan" ucap Alberto menatap lurus dengan tatapan tajam yang menghunus, mata birunya itu mampu membuat orang hancur berkeping keping berada di dekatnya.
"sampaikan pada Daniel , kapan dia menikah" ucap alberto membalas perkataan Xavier.
"anak itu memang keras kepala"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
di ruang tamu, tampak kini Ariana duduk menggendong putranya, karna putrinya masih berada di dalam gendongan granpa nya.
"nak, siapa nama anak kalian"
"aku belum tau mom, karna suamiku yang akan memberi nama untuk kedua anakku"
"ck, mom yakin putraku itu akan memberi nama cucuku yang cukup panjang seperti namanya"
"namaku panjang karna deddy" ujar alberto yang baru muncul dari atas tangga.
"ya karna kau tak penting" sahut granpa Kenzo pada putranya itu.
"ck, Deddy menyebalkan"
"huh! kalian berdua ini sudah memiliki seorang anak, akan tetapi masih seperti anak kecil selalu bertengkar"
"lihatlah anakmu itu"
"lihatlah Deddy kesayangan mom"
"tentu saja Deddy kesayangan mom, kan Deddy lelaki yang di cintai mom" sahut Kenzo dengan berbangga diri.
"aku anak kesayangan mom" balas alberto tak kalah sengit.
"alberto, kau ini seperti anak kecil" sahut Ariana kesal dengan suaminya itu
__ADS_1
Alberto pun diam dan memilih untuk tak menyahuti nyinyiran ayahnya yang menurutnya sangat tidak penting itu.