
๐น๐น๐น
#part 28#
"tahan Ariana aku yakin sebentar lagi ia akan bosan kepadamu"
Alberto duduk di kursi ruang kerjanya. ia meminum beberapa botol wine dengan asisten Alvaro yang berdiri menemaninya.
"batalkan keberangkatan ku, minggu depan saja aku akan kesana"
"siap tuan"
"heh! dasar wanita menjijikan berpura pura polos dihadapan ku"
" aku tidak akan memberikannya kebahagiaan selamanya" gumamnya sembari menggertakkan giginya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
3 hari kemudian.
__ADS_1
malam ini adalah upacara sakral bela dengan Alfian, sekian dari berusaha nya Ariana meminta izin, akhirnya Alberto mengizinkannya.
Ariana berangkat menggunakan taksi yang ia pesan, ia sampai telat waktu dirumah neraka yg ia tempati dulu.
"Ariana, akhirnya kau datang juga" ujar Laura menatap sinis anak tirinya.
"enak ya, jadi istri tuan penguasa, makan tidur kerjaannya" jutek Billi pada Ariana.
"apa lagi yang kamu tunggu! cepat masuk" bentak laura membuat Ariana terkejut.
Ariana pun masuk kedalam, ia bisa melihat dengan jelas kebahagiaan yang terpancar di wajah keduanya.
tangan Ariana Bergetar, sudah sekian lama ia berusaha melupakan cintanya pada Alfian namun sulit sekali
Ariana duduk melihat kedua mempelai yang sebentar lagi akan menikah dan hidup bersama.
"Ariana nanti jika kita menikah, aku ingin acara nya sangat meriah dan aku akan membahagiakan dirimu"
perkataan itu terus menerus terngiang dikepalanya, bersamaan dengan rasa sakit dihatinya dadanya sangat sesak, sebisa mungkin menahan air mata yang sedari tadi ingin jatuh.
acara pun di mulai, Alfian maupun bela kini mengucapkan janji suci dan saling memasangkan cincin berlian tersebut.
bela tersenyum kemenangan saat melihat wajah Ariana yang penuh dengan kesedihan.
apalagi kini Alfian menciumnya di hadapan semua orang termasuk Ariana
__ADS_1
tiba tiba semua orang ricuh karna kedatangan seorang penguasa, jaya dan Laura segera menyambut dengan hormat.
dengan penuh kebohongan Laura berusaha menjilat Alberto.
namun Alvaro segera mengatasinya sehingga tidak ada yang berani mendekati tuannya.
pandangan Alberto kini tertuju pada gadis cantik yang tengah menatap pengantin yang sedang berbahagia itu.
"cihh, jadi ini pria yang ia cintai" entah mengapa Alberto menjadi marah saat mengingatnya, ia menarik tangan Ariana dan membawanya keluar.
sementara Billi yang hendak meminta foto dengan pria itu menjadi kesal sebab kini alberto meninggalkan tempat tersebut.
"akh..kumohon tuan lepaskan"
"dasar wanita tidak tahu malu! apa kau menangis karna pria itu kini menikahi wanita lain hah!!! dasar wanita murahan" teriak Alberto marah di hadapannya.
"apa maksudmu tuan, aku sama sekali tidak menangisi mereka" ujar Ariana membela dirinya.
namun karna Alberto kini tersulut emosi kini masih beralih menamparnya.
plak..!!!!
Ariana merasakan panas di pipinya, sudut bibirnya mengeluarkan darah segar akibat tamparan suaminya ia menatap tajam pria iblis yang menjadi suaminya.
"sebenarnya apa yang kalian inginkan dariku? aku tau aku hanyalah gadis sebatang kara yang tidak memiliki siapapun di dunia, ibu maupun ayah aku tidak punya. aku hanya ingin bahagia, aku ingin bermain seperti anak pada umumnya, namun aku harus bekerja untuk mencukupi kebutuhanku, kalian semua sama saja, sangat senang melihatku menderita" teriak Ariana menumpahkan seluruh isi hatinya dan menangis dengan keras.
__ADS_1
ada rasa sakit di hati Alberto namun ego mengalahkannya ia hanya membiarkan ariana melampiaskan amarahnya.
wanita itu menangis terisak mencurahkan isi hatinya