
๐น๐น๐น
#part 114#
tak lama mereka sampai di gedung terbesar di kota. mall terkenal di negara milik Alberto, Ariana menganga tak percaya baru pertama kali ini ia memasuki mall sebesar ini.
"Deddy, mengapa kita kesini"
"kita akan melihat lihat barang barang untuk calon Beby kita sayang"
"akan tetapi kan anak kita belum lahir, apa kau tahu jenis kelaminnya"
"tidak perlu khawatir, kita akan membeli yang cocok untuk cewe maupun cowo dan untuk mainannya, sudah pasti harus lengkap, jadi kau tidak perlu khawatir"
"apa tidak apa apa? aku takut bayi kita kenapa Napa jika kau membeli perlengkapan bayi sekarang"
"mengapa begitu?"
"kata mendiang bibi, kita tidak boleh membeli perlengkapan bayi sebelum lahiran"
"kau tidak usah percaya dengan mitos sayang, lagian usia anak kita sudah berjalan 8 bulan"
"tapi..."
"sudahlah, ayo kesana"
__ADS_1
saat mereka memasuki perlengkapan bayi, para pengawal menahan orang orang yang hendak meminta foto dengan Alberto, karyawan yang sudah bersiap dengan mikrofon di tangannya, hendak bertanya siapakah wanita disamping nya, karna Ariana memang belum di publiskan.
para pengawal berpegang tangan untuk menahan para orang orang yang berusaha mendekati Ariana dan juga alberto.
tak lama, seluruh para karyawan mall segera menyambut alberto dengan hormat, karna Alberto juga merupakan pemilik mall.
"selamat siang tuan, ada yang bisa kami bantu" ujar salah satu karyawan tersenyum manis dan berusaha menarik perhatian pria itu.
Alberto menatap datar wanita itu, "aku membeli seluruh perlengkapan bayi yang ada di butik ini"
"baik tuan, permisi"
"Deddy, mengapa banyak sekali membuang buang uang saja" ucap Ariana merasa sayang pada uang.
mereka berjalan menuju tempat makan, mereka melewati ruang aquarium membuat Ariana terpana melihat ikan yang cukup berukuran besar, dan juga ada yang kecil namun tidak terlalu banyak.
"Deddy lihatlah, ikan itu sangat indah"
"kau ingin hmm?"
"tidak"
"baiklah kalau begitu ayo kita ke tempat makan, aku tau kau lapar"
Ariana mengangguk kan kepalanya, jujur ia ingin memakan ikan yang terdapat di aquarium tadi.
__ADS_1
mereka duduk di tempat yang di sediakan karyawan yang menyambutnya dengan sopan.
"silahkan di pesan apa yang anda ingin kan tuan" ucapnya memberikan layar canggih untuk memilih milih makanan dan jika kita menyentuh gambar makanan yang ada di sana, maka otomatis yang di pesan masuk ke dalam bagian dapur, dan sampai ke chef nya langsung.
"kau ingin makan apa sayang" ucapnya memberikan tablet itu pada istrinya.
"aku tidak ingin makan yang ada di tablet ini dedy"
"lalu kau ingin apa, apa kau ingin makan di tempat lain?"
Ariana masih menggelengkan kepalanya, membuat Alberto semakin bingung. "kau ingin apa? katakan saja sayang aku akan memberikan nya untukmu"
"aku ingin ikan yang terdapat di aquarium tadi"
"sayang apa kau ingin memakan ikan itu? itu sungguh tidak baik dimakan dan aku takut akan banyak bakterinya"
"aquarium sudha sangat bersih tuan, dan ikan tersebut memang boleh untuk dibeli dan di hidangkan"
"diam kau! aku tidak menyuruh mu bicara" ucap Alberto mampu membuat karyawan tersebut bungkam.
"aku tidak mau tau, aku ingin ikan yang aku tunjukkan padamu tadi" ujar Ariana kini keras kepala.
"baiklah, aku memesan apa yang istriku katakan"
Alberto tak menyangka istirnya akan memakan jenis ikan yang ada di aquarium.
__ADS_1