
๐น๐น๐น
#part 120#
jesslyn mengalungkan tangannnya di leher Alberto. jujur, Alberto ingin sekali melempar tubuh jesslyn ke laut, wanita itu sungguh menjijikan di matanya.
bahkan wangi tubuh jesslyn berbeda dengan tubuh istirnya Ariana. wanita itu bermek up tebal dan seperti mandi farfum yang menyengat di Indra penciuman nya. sementara Ariana wanita itu tidak pernah memakai mek up di wajahnya dan DNA hanya memakai pelembab bibir agar menyehatkan bibirnya.
"sebelum aku menikah dengan mu, maukah kau memenuhi permintaan ku" ujar Alberto sangat menggoda.
"tentu saja apa yang kau inginkan" jawab jesslyn dengan cepat.
"aku menginginkan sertifikat rumah milik orang tuamu dan perusahaan ayahmu harus kau balik nama menjadi atas nama ku, baru aku akan menikahimu dan menggantikan semuanya, dan juga kau jangan memberitahu pada siapapun, hanya kita berdua"
"baik sayang aku akan memenuhi permintaan mu" ujar jesslyn dengan manja. Alberto tak menyangka, merebut apa yang diinginkan semudah itu sepeti membalik telapak tangan saja.
"mau kah kau minum bersama ku" tanya Alberto memberikan satu gelas wine yang telah di beri obat tidur. jesslyn menerimanya dengan senang hati dan meneguknya sampai habis.
namun hingga beberapa menit, ia ambruk dan tidur di dada kekar Alberto. dengan merasa jijik Alberto mendorong tubuh jesslyn hingga tersungkur ke lantai.
"menjijikkan, Alvaro urus wanita itu,aku ingin pulang sekarang"
"baik tuan"
__ADS_1
Alvaro menyuruh anak buahnya untuk membawa jesslyn ke apartemen baru, alberto memerintahkan Alvaro agar memberikan apartemen mewah untuk jesslyn sementara, sebelum ia mengambil apa yang dia inginkan.
Lamborghini mewah itu memasuki pekarangan mension, dengan langkah lebar alberto menuju kamarnya.
apalagi hari sudah malam maka dari itu ia dengan cepat menuju kamarnya.
saat ia membuka pintu, suasana kamar nya menjadi gelap, ia menepukan kedua tangannya dan lampu itu kembali menyala.
namun belum melihat semuanya sudah ada yang menutup matanya dari belakang.
"sayang jangan mempermainkan aku" ucap alberto.
Ariana tak menjawabnya, ia mengikat mata alberto dengan sebuah kain kecil.
"ada apa sayang, mengapa kau menyuruhku seperti ini"
"sudahlah menurut saja" ucap Ariana kesal lantaran suaminya itu seperti ibu ibu komplek yang suka kepo.
Ariana menuntun tubuh alberto agar menghadap jendela, ia juga memberikan setangkai bunga pada suaminya.
setalah itu, Ariana menghilang dengan perlahan membuat Alberto kebingungan mencarinya.
__ADS_1
"sayang kamu dimana"
"cari saja kalau bisa" ucap Ariana tertawa karna merasa lucu saat melihat Alberto seperti kakek kakek yang mencari tongkatnya.
karna kesal alberto pun membuka penutup matanya, seketika pandanganya tertuju pada istrinya yang duduk di pinggir ranjang.
"happy birthday my grumpy husband"
Alberto perlahan mendekati istirnya, malam ini Ariana tampak begitu cantik dimatanya.
bahkan kini sesuatu didalam dirinya bergejolak minta di lepaskan.
"terimakasih sayang" ucapnya memeluk tubuh istrinya.
"tiup dulu lilinnya dan ucapkan apa yang kau inginkan"
Alberto meniup lilinnya dan memejamkan matanya. "aku ingin hidup selamanya bersama istriku"
Ariana merasa haru, ia menaruh kue itu di atas nakas dan memeluk alberto dengan erat, Alberto pun membalas pelukan istirnya dan mengecup keningnya berkali kali.
"kau malam ini sangat menggoda" bisik Alberto mengecup lembut telinga Ariana, membuat tubuh wanita itu kini mendesir.
"aku melakukan ini untukmu" lirih Ariana berhasil memancing Alberto.
__ADS_1