ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 84


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 84#


"sayang, tidak mungkin aku meracuni anak sendiri"


"heh! anak? aku rasa aku tidak memiliki anak denganmu"


Alberto yang mendengarnya tentu saja marah, namun sebisa mungkin ia menahan emosinya karna takut melukai anak dan istrinya.


"sayang, kau bicara apa, jelas jelas itu anakku"


"pergi tuan, aku akan berangkat bekerja"


"hoh! aku lupa jika kau bekerja" ucap alberto menyeringai licik, ia akan sedikit mengerjai istrinya agar di rumah saja.


ia mengirim pesan singkat pada seseorang, hingga tak lama kemudian ponsel Ariana berdering.


Ariana mengangkat telfon nya, karna sekretaris Presdir menelfonnya. "maaf nona Ariana hari ini anda sudah tidak perlu bekerja lagi, karna hari ini anda di pecat"


Ariana yang mendengarnya tentu saja terkejut.


"tapi tuan,bukankah saya tidak melakukan kesalahan, dan juga saya baru satu hari bekerja"


"maaf nona, Presdir adik tuan alberto dan Presdir yang memecat anda" setelah mengatakan hal itu, sekretaris Daniel mematikan ponselnya.


Ariana menatap tajam pria yang ada di hadapannya.


"mengapa kau selalu menggangu kehidupanku? aku hanya ingin hidup bebas, aku tidak ingin hidup bersama pria seperti mu" ketus Ariana meninggalkan Alberto yang masih mematung di tempat.

__ADS_1


Alberto menatap punggung ariana hingga menghilang di balik pintu. Ariana masuk kedalam kamar dan memutuskan untuk beristirahat saja.


apalagi kini kepalanya pusing karena pagi pagi alberto sudah mencari masalah dengannya.


Alberto memutuskan untuk kembali dari pada membuat istrinya semakin membencinya. ia mengetuk pintu kamar itu dengan perlahan, karna ingin memberitahu Ariana jika ia akan pulang.


"sayang, jangan lupa sarapan, aku tidak ingin kau dan anakku kenapa Napa, aku akan kembali jika perlu hubungi saja aku, kartu milikku diletakkan di atas meja makan, disitu ada nomorku jadi kau bisa menghubungiku jika ada sesuatu" ucap Alberto panjang lebar.


karna tak ada sahutan, alberto pun meninggalkan kediaman vila


wajahnya tampak murung, baru kali ini Alvaro melihat seorang Alberto mafia terkenal dan sadis menangis dan bersedih.


pria itu menjadi kasihan namun, semua ini akibat perbuatannya yang selalu semena mena terhadap nonanha.


"kita akan kemana tuan"


"ke hotel, aku ingin beristirahat"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


negara Indonesia, tepatnya di kota Q


tampak seorang wanita paru baya mondar mandir. Laura, wanita itu kini sedang menghubungi anak tirinya namun ponselnya tidak aktif.


"sialan, dimana anak itu, dia berani padaku"


"Ariana ganti nomor, dan ini nomornya baru saja di lacak sekretaris ku"


"bagus, sekarang biar aku yang menghasutnya" ujar luar menyeringai dan segera menghubungi nomor tersebut.


dering pertama tak di angkat.


hingga dering ke dua kini ponselnya terhubung dengan Ariana.


"halo ini siapa?" tanya Ariana tampak penasaran.


"Ariana ini ibu nak" ujar Laura selembut mungkin.


Ariana yang mendengar nya menjadi bertambah baadmod, mengapa semua orang hari ini mengacaukan pagi nya yg indah.


"ada apa kau menghubungiku? apa sebelumnya kita pernah bertemu" ujar Ariana dengan dingin membuat Laura sedikit tersentak.


"nak, kau bicara apa, tentu saja kita pernah bertemu, kan aku ibumu"


"heh! ibuku sudah tiada dan aku rasa....kau bukan ibuku, tapi perebut ayahku dari ibuku" ucap Ariana tertawa sinis.


Laura tak menyangka jika Ariana berubah drastis, semenjak ia mengeluarkan Ariana dari kartu keluarga, tampak nya kini Ariana sudah tak peduli lagi.


"dengar, aku hanya anak sebatang kara yang tidak memiliki keluarga, jadi jangan ada yang mengaku ngaku sebagai ibuku, dan satu lagi...anda hanyalah simpanan ayahku yang kemudian dinikahi karna kematian ibuku" Ariana pun mematikan ponselnya secara sepihak, Laura yang mendengarnya menjadi emosi, ia mencoba menghubungi nomor Ariana, namun tampak nomornya di blokir oleh anak itu.

__ADS_1


"sialan...!!! akan ku balas kau anak sial" teriak Laura marah dan membuang ponselnya begitu saja.


__ADS_2