
🌹🌹🌹
#part 49#
Alfian tak menghiraukan perkataan istrinya.
Ariana masih diam tak bergeming, ia bingung harus melakukan apa.
apalagi kini semua pengunjung restoran menatap kearah mereka.
"aku malu karna memiliki anak sepeti mu" ujar Laura menatap sinis.
"jika ibu malu memiliki anak tiri seperti ku, maka jangan menganggap ku sebagai anakmu" ujar Ariana lelah terus berdiam.
"apa katamu? dasar anak kurang ajar dibesarkan malah Bernai terhadapku" teriak Laura semakin membuat para pengunjung menatap kearah mereka.
plak!
Laura menampar keras pipi anak tirinya. sementara bela dan Billi tampak tersenyum puas.
Alfian hendak berdiri ingin menghampiri Ariana namun, tiba tiba terdengar langkah
Kaki membuat semua orang menoleh.
mereka semua saling berbisik bisik, melihat kedatangan Alberto dengan asistennya yang tampan itu.
__ADS_1
Alberto menghampiri ariana dan membawanya kedalam pelukannya.
Laura dan bela membulatkan matanya merasa tak percaya apa yang dilihatnya. tuan penguasa memeluk gadis miskin seperti Ariana adalah momen langkah.
"mengapa kau menangis saat orang lain menyakitimu? apa kau ingin aku yang menyakitimu hah!" ujar Alberto marah pada istri kecilnya yah bodoh itu.
Ariana hanya diam, terisak-isak dengan tangisnya didalam pelukan suaminya.
"dengar, aku menafkahimu di dan aku menyuruhmu bekerja agar bisa bermain dengan teman temanmu" ujar Alberto masih memeluk erat tubuh istri nya.
Alberto menatap asistennya, sementara Alvaro yang sudah mengerti langsung menganggukan kepalanya.
Alberto membawa tubuh istrinya dalam gendongannya dan membawanya keluar dari restauran.
sementara alvaro memerintahkan para pengawal untuk membawa Laura dan juga bela menuju mension Alberto.
Bili berlari menyusul ibunya, gadis itu takut akan terjadi apa apa pada kakak dan ibunya
"lepaskan aku...apa yang ingin kalian lakukan" teriak Laura berusaha memberontak.
"ibu, apa yang harus kita lakukan" ujar bela menatap takut kearah orang orang berbadan besar ini.
"tenanglah nyoya, cukup diam dan jangan banyak bergerak" ujar alvaro dengan tegas.
sementara itu
__ADS_1
kini Alberto sudah sampai di kediamannya, ia membawa tubuh ariana masuk kedalam kamar.
ia perlahan membaringkan tubuh istrinya di ranjang dan menyelimuti tubuh gadis itu.
"tu-tuan...aku sungguh tidak apa apa, saya mohon jangan seperti ini" ujar Ariana tak enak hati.
"diamlah! harusnya kau sangat karna aku membelamu, sebab kau tidak bisa membela diri sendiri" ujar alberto marah
Ariana hanya diam, ia pun memilih menurut dari pada suaminya akan bertambah marah lagi.
"mengapa kau diam di saat mereka menyakitimu? apa kau sangat suka di sakiti"
"aku tidak suka tuan, hanya saja aku masih membutuhkan mereka sebagai keluargaku" batin Ariana terdiam.
Alberto yang melihat istrinya hanya terdiam tak menjawab membuat nya menjadi kesal sendiri
"ck, apa kau bisu? apa kau tidak bisa menjawab, sudahlah lupakan"
Ariana menatap suaminya dan tersenyum tulus, perlahan ia membuang nafasnya.
"terimakasih tuan, karna sudah membela ku" ucap Ariana sembari menundukkan kepalanya.
Alberto menarik dagu istrinya dan menatap manik² hitam itu.
Alberto pun menyeringai dengan penuh dan membisikan dengan tajam di telinga gadis itu
__ADS_1
"ini semua tidak gratis sayang, kau masih ingat kan janji mu tadi siang" bisiknya membuat bulu kuduknya berdiri semua.
Ariana meremas sepreinya dengan kuat, menahan rasa gugup dihatinya yang membuatnya semakin merona