ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA

ISTRI PENGGANTI BOS MAFIA
Chapter 131


__ADS_3

🌹🌹🌹


#part 131#


"aku hanya tidak ingin putriku lemah dan mau ditindas seperti mu"


"sudahlah sekarang makan sarapan mu dan segera berangkat aku takut kau terlambat"


"siapa yang berani memarahiku? aku akan membunuhnya" ucap Alberto asal dan langsung mendapatkan pukulan dari sang istri.


"Deddy aku tidak ingin kau menjadi seorang pembunuh"


"iya sayang iya, aku tidak akan membunuh cuma menyiksa" namun ia mendapat pukulan kembali kali ini lebih keras.


"Deddy itu sama saja" teriak Ariana kesal, pria itu hanya tertawa karna merasa lucu dengan istrinya.


melihat istrinya kesal, Alberto berinisiatif untuk mengecup bibir merah yang tampak mengomelinya, namun tiba-tiba ponselnya berdering membuat itu mengurungkan niatnya.


"ada apa"


"tuan, saya sudah menunggu anda sedari tadi pagi,dan anda sudah melewati waktu berangkat yang ditentukan"


"ck, baiklah aku akan segera kesana"


Alberto mematikan ponselnya dan memasukannya kedalam saku celana. ia mendekati istrinya dan mencium keningnya. "sayang aku berangkat dulu yah"


"lalu sarapannya?"


"kau saja yang makan sayang, aku tidak sempat"


"baiklah"

__ADS_1


Alberto pun mendekati anaknya dan mencium satu persatu, "jangan nakal anak² Deddy dan jangan membuat momy kesusahan"


setelah itu alberto pun berangkat, namun sebelum berangkat lagi lagi ia mencium Ariana hingga wanita itu kesal karna merasa risih.


Alberto berangkat menuju kantor dengan wajah sumringah, tidak biasanya Alvaro melihat wajah Alberto secerah itu.


"ayo berangkat"


"baik tuan"


Alvaro mengikuti langkah Alberto dari belakang, sebentar lagi ia akan pensiun menjadi asisten Alberto, karna ia akan mengurus perusahaan milik ayahnya sky Alexander.


Alberto tersenyum didalam mobilnya, ia memandangi istrinya dan anaknya yang duduk di sofa kamarnya.


Alberto selalu mengawasi mereka dari cctv, rasanya enggan untuk meninggalkan mereka.


"tuan, hari ini anda kedatangan tamu penting dari new Zealand"


"tuan Araf, ia ingin membangun kerja bisnis dengan anda hari ini"


"hmm terima saja, asal aku tidak ingin terjadi pengkhianatan di dalam kerja sama, atau ia akan menyesal dalam mengambil keputusan"


"baik tuan"


hingga tak lama, mobil mereka sampai dilobi perusahaan, mereka disambut oleh para karyawan yang jumlahnya terbilang cukup banyak, melebihi dari ratusan karyawan.


"selamat pagi tuan" bungkuk mereka.


Alberto melengos begitu saja, seperti biasa ekspresi nya terlihat dingin dan datar. namun tidak sedikitpun mengurangi ketampanan nya.


"apa ada berkas yang harus aku tandatangani"

__ADS_1


"ada tuan, surat hasil pemeriksaan data² siswa yang harus anda tandatangani"


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


dimension utama.


tampak Luna dengan Olivia berbincang di sofa ruang tamu. "kak, apa kau yakin mereka akan hidup bahagia"


"bukankah mereka saling mencintai? biarkan aku menikahkan mereka"


"aku setuju saja dengan keinginanmu, apalagi setelah menikah Alvaro harus memegang perusahaan sky nanti di kota D"


"aku yang akan mengurus pernikahan mereka Minggu depan"


"baiklah, aku juga akan memberitahukan hal ini kepada sky"


Ariana mengangguk mengiyakan, tanpa mereka sadari dibalik pembicaraan mereka, telah didengar diam diam oleh Aurora dibalik pillar besar.


Aurora lagi lagi harus menelan kekecewaan yang mendalam, sosok pria yang ia idamkan menjadi kekasih kakak kembarnya dan kemudian kini mereka akan menikah.


Aurora memang mendapatkan semua apa yang diinginkan, akan tetapi ia gagal dalam percintaan.


memang benar kata pepatah, semua manusia itu tidak selalu sempurna.

__ADS_1


Aurora berlari menuju kamar untuk melampiaskan kesedihannya didalam kamar.


__ADS_2