
๐น๐น๐น
#part 115#
ya, yang Ariana tunjuk tadi adalah ikan australian flathead perch ikan termahal di dunia, bisa bisanya istirnya itu ingin memakan ikan tersebut. apalagi ukurannya yang tidak terlalu besar.
"apa ada lagi yang kau inginkan hmm??"
Ariana menggelengkan kepalanya, alberto tersenyum dan memeluk tubuh istrinya yang terlihat seperti gemuk di matanya. Ariana memang menjadi suka makan semenjak kehamilannya.
tak lama pesanan mereka datang, dengan jus alpukat mewah dihidangkan. "selamat makan tuan dan nyonya"
setelah karyawan tersebut pergi, mereka pun memakan makanannya, tampak diam diam seseorang memotret alberto dan Ariana, dan hal tersebut dapat dilihat dengan jelas oleh Alvaro.
pria itu langsung mendekati orang yang memotret tuannya itu dan langsung merampas dan menghapus nya dari ponsel pria tersebut.
"dilarang mengambil foto tuan penguasa atau anda akan di penjara Selamanya"
"ba-baik tuan"
Alberto menyuapi istrinya, takut wanita tercintanya itu terkena tulang ikan padahal Ariana bisa sendiri namun alberto tetap kekeh dengan pendirian nya. pria itu menyuapi istrinya dengan penuh kasih sayang.
"apa kau suka"
"emm rasanya enak, aku menyukainya dedy"
"jika kau suka aku akan membeli nya yang banyak untukmu"
"tapi aku juga ingin memakan gurita"
"tidak sayang! aku tidak ingin tentakel gurita itu mengenai anakku"
"tapi aku ingin"
__ADS_1
"jika aku bilang tidak berarti tidak"
"huft.. baiklah"
Ariana tertunduk sambil terus mengunyah makannya, Alberto tentu saja merasa gemas sendiri dan ingin sekali ia menciumnya, namun masih banyak orang lain kali ia akan menyewa sebuah kamar VIP dan juga restoran kusus untuk mereka berdua.
"Deddy...kau lahir bulan berapa?"
"January"
"tanggal"
"kenapa kau bertanya soal itu?" bukannya menjawab, alberto malah kembali bertanya.
"apa Deddy tahu tanggal kelahiran ku?"
"tentu saja aku tahu, aku tahu semua identitas hidupnya sayang bahkan aku tau kau dulu ternyata seorang siswi kutu buku" ucapnya tertawa membuat Ariana kesal dan memukul nya.
"tentu saja, emang kenapa hmm??"
"tidak ada, hanya saja aku tidak tahu tanggal kelahiran mu"
"aku lahir pada tanggal 19 sayang, apa kau puas?"
"isss ternyata Dedy tua" cibir Ariana.
"aku baru berumur 30 sayang apa itu tua?"
"bagiku itu sudah masuk kedalam daftar om om" ucap Ariana tertawa kecil.
"kalau begitu sebentar lagi ulang tahunnya, aku akan memberikannya kejutan" batin Ariana dalam hati dengan tersenyum mengembang.
...----------------...
__ADS_1
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
kini mereka kembali ke mension.
Ariana yang tertidur di mobil langsung di gendong Alberto. pria itu merebahkan istirnya di ranjang luas miliknya.
ia menyelimuti tubuh Ariana dan mengecup keningnya.
"mimpi yang indah sayang, aku mencintai mu"
setelah mengucapkan itu, ia pergi menuju ruang kerjanya untuk mengurus beberpaa berkas, karna ia tak ke kantor tadi.
tak lama Alvaro datang dengan tumpukan berkas di tangannya.
ia menaruhnya di meja Alberto aga pria itu menandatangi surat penerima kerja sama dari berbagai perusahaan.
"apa pria itu masih berniat menjodohkan ku dengan putihnya?"
"ya tuan"
"tak apa, besok malam aku akan bertemu dengan mereka, dan aku akan mengambil saham yang telah ia ambil milik uncle Xavier"
"baik tuan"
"hmm kau urus semuanya, aku serahkan padamu"
Alvaro membungkukkan badannya, Alberto tersenyum sinis sembari menandatangani surat kerja sama yang di ajukan dari perusahaan berbagai negara.
__ADS_1