
๐น๐น๐น
#part 110#
hari sudah malam.
Alberto mengenakan setelan jas hitam dengan dasi yang terikat rapi di lehernya. pria itu terlihat sangat tampan sekarang.
bahkan sesekali para pelayan wanita mencuri pandang saat alberto menuruni tangga,namun mereka segera mengalihkan pandangannya saat Alberto menatap mereka.
Alberto menunggu istrinya di sofa.
sebab wanita itu masih membersihkan diri dan juga masih merias diri.
"tuan, mobil anda sudah saya siapkan" ujar Alvaro membungkukkan badan.
"kau ikut denganku"
"baik tuan"
"apa tadi di perusahaan ada kendala?"
"tidak ada tuan, hanya saja mr.janson ingin bertemu dengan anda, bermaksud menikahkan anda dengan putrinya"
Alberto tertawa sinis, tidak mungkin ia menikah lagi hatinya hanya itu untuk istrinya tidak ada yang bisa tergantikan.
__ADS_1
"heh! lawan istriku jika ia mampu menggeser nya"
"Mr. janson juga berkata ia akan menamu di mension anda tuan, ia akan mengenalkan putrinya pada anda"
"bagus, ini menarik aku bisa kembali mengambil daerah serta sertifikat mension miliknya untuk aku bongkar dan membangun yayasan panti asuhan seperti yang di minta istriku Minggu lalu"
"sejak kapan nona muda meminta pada anda tuan"
"kau..!!!" Alberto menatap garang kearah asisten nya. Alvaro tidak tau jika Alberto sebenarnya membangunnya bukan karna istirnya yang meminta, hanya saja ia ingin menunjukkan pada Ariana jika ia dermawan dan ia ingin di puji oleh istri cantik nya itu. dan ia bisa meminta apapun.
Alvaro menundukkan kepalanya tak berani menjawab. hingga tak lama seorang wanita cantik turun dengan dress panjang berwarna merah dengan ikat pita di kepalanya.
sungguh, wanita itu seperti putri seorang keluarga bangsawan.
hingga tak sadar jika kini Alvaro ikut memanggilnya, hingga ia terkejut.
"Deddy ada apa dengan mu" tanya Ariana dengan segera menuruni tangga, namun tiba tiba alberto berlari menggendong nya membuat Ariana terkejut.
"Deddy, disini ada asisten Alvaro dan para pelayan"
"biarkan saja, aku takut kau dan anakku terluka"
Ariana menggelengkan kepalanya melihat keposesifan Alberto. mereka kini memasuki mobil.
Alvaro yang mengendarai Lamborgini mewah itu, sementara ariana dan alberto bermesraan di belakang.
__ADS_1
Lamborghini itu membelah jalanan kota, awan hitam yang cerah tak ada langit mendung, seolah olah mendukung keromantisan mereka.
tak lama Lamborgini itu memasuki pekarangan mension utama Kenzo, mereka turun di sambut para pengawal, Alberto masuk dengan menggandeng tangan istrinya.
semua orang tertuju pada perut buncit Ariana, membuat mension utama menjadi ricuh dan ribut sendiri.
"lihat mom, kali ini wanita itu mengandung aku yakin itu bukan anak kak Alberto" ketus Aurel menatap tak suka padanya.
"Aurel..!!! apa maksudmu tentu saja ini anak kakak" ujar alberto tak terima dan menatap garang adiknya.
"tak mungkin kakak saja tidak mencintainya"
"aku mencintai nya" ujarnya dengan lantang.
David dan Kenzo hanya menatap tanpa ekspresi, mereka sudah tau jika akan terjadi hal seperti ini. "Aurel kau tidak boleh berbicara seperti itu pada kakak iparmu" ujar Kenzo kini membuka suara membela harga diri Ariana.
"Ariana momy tau kau lapar, sekarang ikut momy" Olivia menarik tangan Ariana dan membawanya ke ruang makan, mereka melihat mom felica dan Chelsea sedang membantu para pelayan.
"kak alberto" sapa devano pada alberto
"kau sudah besar sekarang"
"tentu saja aku akan menjadi pria yang kuat"
"sudah memiliki berapa pacar??" tanya Alberto dengan sinis membuat devano tertawa
__ADS_1