
Aku pun terkejut, "Lalu bagaimana dengan keluarga mu? Orang tua mu?" tanya ku perlahan.
"Aku belum bilang kemereka, hanya mama yang tau tentang kalau aku mau memeluk agama yang seperti kamu peluk." jawab Antony pasti.
"Aku tau tak semudah itu Antony." ucap ku dalam hati.
"Bisa di urus nanti kok, Ra." kata Antony bersemangat.
"Tapi Ny." belum sempat ku melanjutkan kata - kata ku Antony sudah lebih dulu menarik tangan ku. Aku pun menggelengkan kepalaku.
"Enggak Ny, belum saat nya, aku pingin kamu benar - benar yakin sama pilihan kamu, ini gak main - main." ucapku tegas.
"Kamu fikir aku main - main sama perasaan aku? Aku tau kita masih SMA tapi aku sudah bulat kok buat ambil keputusan ini." jawab nya tegas dari aku.
__ADS_1
Aku tak bisa berdebat lagi, aku pasrah saja. dan menerima keputusan baik nya ini. Kami pun masuk dalam mesjid dan bertemu ustad yang di maksus Antony. Lalu Ustad itu mengajarkan pada nya dua kalimat syahadat, Perlahan - lahan Antony pun mengucapkan dua kalimat syahadat dengan baik dan kini Ia sudah resmi menjadi seorang mualaf. Keluarnya kami dari mesjid Ia tersenyum pada ku. Senyum seolah - olah berkata,
"Aku siap untuk selanjutnya." Aku hanya bisa membalas senyuman itu dengan tulus dan bahagia teramat sangat. Antony pun melihat arloji yang ada di pergelangan tangan nya .
"Waduh Ra! Lima belas menit lagi acara nya di mulai." seru Antony seraya menepuk jidat nya.
"Ya gimana nih? Ya udah aku lihat taksi dulu mungkin ada di sana ya? Semoga keburu." ujar ku seraya berlalu pergi meninggal kan Antony.
"Gimana?" setengah berteriak karena posisi kami yang berjauhan. Aku ada dipinggir jalan raya sementara Ia ada di halaman mesjid.
"Dimana jauh gak?" tanya Antony seraya berjalan ke arah ku.
"Enggak sih lumayan dekat lah, ya sudah ayo cepatan." Kami pun segera bergegas ke taksi yang aku maksud.
__ADS_1
Belum jauh ku melangkah tiba - tiba handphone ku berdering, ternyata bunda yang memanggil. Aku pun mengangkat nya.
"Ayo buruan Ra." seru Antony yang sudah jauh dari hadapanku.
"Duluan aja ntar aku menyusul." jawabku. Ketika sedang asyik bicara sama bunda dan menceritakan pada nya apa saja yang baru terjadi, terdengar suara rem kendaraan yang seperti di paksa berhenti. Aku pun menoleh kebelakang orang - orang sudah rame berlarian keasal datang nya suara dan aku masih melihat Antony berdiri di sana aku pun tersenyum padanya.
Tidak lama kemudian aku pun kembali sibuk dengan handphone ku dan melanjutkan pembicaraan yang sempat terputus pada bunda ku. "Apa ada sesuatu yang terjadi disitu seperti nya bunda mendengar orang - orang rame pada berlarian." tanya bunda ku dari sebrang.
"Iya nih bun...seperti nya telah terjadi kecelakaan gitu di sekitar mesjid raya yang ada di sekitar rumah kita." jawab ku pada bunda. Ketika sedang asyik, aku kembali mendengar suara rem kendaraan yang seperti di paksa berhenti. Aku pun menoleh kebelakang tapi aku sudah tidak menemukan Antony di sana berdiri. Handphone ku yang ku genggam kini sudah mendarat ketanah, aku pun berlari.
Senyum kemenangan kini mengembang diwajah cantiknya. Lalu dia pun meninggalkan lokasi kejadian tanpa merasa bersalah sedikit pun. Yang terpenting sekarang dia bahagia jika melihat mantan sahabatnya menderita.
💖💖💖
__ADS_1
Silahkan tinggalkan jejak like, vote, comment dan jangan lupa beri bintang lima pada karya aku ya, dan jangan lupa follow my profil. Makasih ......