JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 125.


__ADS_3


...************...


...💖💖💖...


Di luar perkiraan, Mama Inggit, Laras dan Ray datang lebih awal bisa di katakan mereka akan menginap malam ini rumah Mami Yoel tanpa sepengetahuan Mami Yoel.


Kini acara makan malam Mami Yoel sudah selesai, kini mereka sudah berada di ruang keluarga ngobrol dengan Antony, tiba - tiba...


"Tok... tok... tok...." pintu di ketuk dari luar.


"Assalamualaikum."


"Siapa yang bertamu malam - malam begini?" tanya Mami Yoel pada Antony.


"Entahlah," ujar Antony singkat.


"Tunggu bentar biar Antony yang berdiri buka pintunya." ujar Antony seraya berdiri dan berjalan ke arah pintu utama.


"Ceklek," suara pintu terbuka.


"Waalaikumsalam,"


"Mama, Laras, Ray, mari silahkan masuk," ujar Antony setelah membuka pintu dan mengetahui siapa tamu yang datang.


Mereka pun masuk dan berjalan beriringan sambil mengobrol, "Mami kamu ada di mana Ny?" tanya Mama Inggit.


"Mami ada Ma sedang nonton Tv."

__ADS_1


Kini mereka sudah berada di ruang keluarga. Mami Yoel yang melihat mereka datang segera menyambut dan mempersilahkan mereka duduk, "Ayo Inggit silahkan duduk!" perintah Mami Yoel.


Mereka pun duduk. Laras dan Keyla duduk di karpet berbulu - bulu yang memang sudah tersedia. Ray dan Antony memilih duduk di taman belakang.


"Saya Fikir kalian akan datang besok pagi," ujar Mami Yoel mengawali pembicaraan.


Mama Inggit pun menoleh kaerah lawan bicara nya, "Ini juga tadi karena desakan Ray, yang mengatakan tidak usah menunggu besok lebih baik berangkat sekarang dan menginap disana saja," ujar Mama Inggit menjelaskan.


"Pasti kamu belum membeli barang yang akan kamu bawa untuk Ara?" tanya Mama Inggit memastikan.


Mami Yoel hanya senyum - senyum, "Rencana nya sih besok pagi baru beli yang sudah terbukungkus."


"Tidak perlu kamu membelinya karena kami sudah membelinya pada saat dalam perjalanan kemari tadi."


Dengan wajah berbinar, "Serius?"


Mami Yoel pun memeluk Mama Inggit seraya berkata, "Terima kasih."


Setelah melepas pelukan Mama Inggit pun bertanya, "Jadi ini besok apa aja acaranya?"


"Tidak tau. Kamu maunya bagaimana?" Mami Yoel balik tanya.


"Yang punya acara kan kamu, yang lebih tau kan kamu mau nya bagaimana?"


"Lamaran saja dulu, baru nanti menyusul beberapa hari kedepan tunangan dan beberapa hari kedepannya lagi baru deh mereka menikah." ujar Mami Yoel menjelaskan dengan bahagia dan tak henti - hentinya menyunggingkan senyum.


"Aku ngikut saja."


"Oh iya ini sudah larut malam, silahkan kalian istirahat pilih saja kamar mana yang mau kalian tempati," perintah Mami Yoel.

__ADS_1


Mereka pun meninggalkan ruang keluarga. Mama Inggit lebih memilih tidur di kamar Mami Yoel, sementara Laras memilih tidur di kamar tamu.


...***********...


...Di taman belakang...


Ray dan Antony sedang mengobrol entah apa yang mereka obrolkan hingga waktu tidak terasa sudah jam 22.00 malam.


"Sudah waktunya kita masuk kedalam," ujar Antony seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya yang sudah menunjukan angka 22.00 yang artinya sudah jam 10 malam.


"Ayo, masuk," ujar Ray seraya berdiri dan berjalan lebih dulu di depan, disusul Antony kemudian.


...**********...


Dirumah Bunda Amira, di lantai dua.


Ara gelisah di atas pembaringan, aku tidak menyangka cinta yang dulu sempat kandas dan memilih jalan masing - masing kini kembali lagi.


Bila cinta telah bertepi di pelabuhan dambaan hati. tiada lagi rasa gelisah, kini yang ada hanya masa - masa indah karena semua telah menjadi nyata.


...💖💖💖💖...


...Mari saling mendukung...



...Terima kasih...


...💖💖💖💖...

__ADS_1


__ADS_2