JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2 . Bagian 69 . Serba serbi mondok .


__ADS_3

"Setelah selesai mencuci pakaian, aku mandi dulu, menjemur pakaiannya nanti saja lah." gumam Antony dalam hati. Antony masuk lewat pintu belakang asrama, dengan meletakkan handuk di bahunya dan perkakas mamdi. Tak dihiraukannya pandangan geram ketua asrama yang sedang menunggunya di depan pintu.


Setelah mandi, Antony kemudian menutup pintu belakang, lalu segera memasang seragam dan mengambil kitab. Dengan tergesa - tergesa dia berlari keluar asrama. Dibiarkannya kancing bajunya yang belum terpasang. Tiba - tiba dia bertemu dengan kak Adam. Dengan ekpresi geram, seakan kak Adam ingin menyampaikan sesuatu kepada Antony. "Setelah magrib kamu berdiri di mushola." kata kak Adam ketua asrama yang super bawel.


"Kenapa kak, Antony di suruh kesana dan berdiri? Salah Antony apa?" tanya Antony protes.


"Salah sendiri terlambat. Bukan kali ini aja kamu terlambat !! teman - temanmu sudah selesai mengerjakan tugasnya, cuman kamu yang sering terlambat dibanding mereka!"


Antony terdiam, tak berani berani menjawab. Yah, begitulah hari - hari Antony di pesantren, selalu di himpit waktu, sering terlambat, dan di sangsi adalah tiga hal yang tidak dapat di pisahkan olehnya. Demi untuk meraih cita - citanya, harus banyak bersabar.


Keesokan harinya, di kelas. Antony tampak mengantuk sekali, Fadil yang melihat itu berusaha membantu Antony agar tidak tertidur. Apa lagi mereka sekarang duduk di kursi depan. Tidur di hadapan Ustadz yang sedang mengajar tentu penghinaan, dan dia tidak ingin menerima ganjaran karena melakukan penghinaan tersebut.


Tak ayal, begitu waktu pulang tiba, Antony langsung berlari tanpa menghiraukan Fadil


yang sedang memanggilnya.

__ADS_1


"Ada apa dengannya?" tanya Fadil dalam hati.


Di perjalanan pulang kekamar, Fadil bertemu mami Yoelitta.


"Assalamualaikum, mamy." ujar Fadil seraya mencium punggung tangan mami Yoelitta.


"Waalaikumsalam. Nak Fadil, Antony mana?? Kok tidak sama kamu." ujar mami Yoelitta, seraya melirik kesana kemnari mencari keberadaan sang anak.


"Mungkin Antony ada di kamar soalnya tadi, waktu selesai belajar orangnya langsung berlari pulang." ujar Fadil.


Mamy Yoelitta pun berkata, "Oh...Begitu. Ya sudah deh mamy balik kebelakang lagi ya. Assallamualaikum."


Fadilpun melanjutkan perjalananannya menuju kamarnya.


Kini Fadil sudah tiba di depan pintu kamarnya, "Assalamualaikum." kemudian memegang gagang pintu, lalu membuka kemudian masuk ke dalam. Didapatinya Antony yang kini sudah tertidur sengan pulas di atas tempat tidurnya. Fadil yang melihat itu hanya bisa geleng - geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.

__ADS_1


Selang beberapa saat kemudian, Azan berkumandang mengalun dengan merdu. Waktu zuhur telah tiba. Fadilpun segera bangun dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya kearah pembaringan Antony untuk membangunkannya.


"Antony, Antony, ayo bangun azan zuhur sudah berkumandang." ujar Fadil seraya menepuk - nepuk pelan pipi sahabatnya itu.


Dengan suara khas bangun tidur tanpa membuka mata, "Kamu duluan aja, sebentar lagi aku menyusul kamu."


Setelah Antony, berkata begitu Fadilpun pergi meninggalkan Antony yang masih menutup matanya di atas pembaringan tanpa curiga sedikitpun.


Namun didalam, hati Antony berfikir, "Ah, Iqamatnya masih lama, paling tidak dua puluh menit lagi, waktu yang lumayan cukup untuk memuaskan kantukku."


Tiba - tiba kak Adam masuk kekamar, untuk mengecek apa kah Antony sudah pergi kemesjid atau belum. Kak Adam melihat Antony masih rebahan di atas pembaringan tampak mengantuk sekali. Ditatapnya Antony yang lagi rebahan.


"Antony, cepat bangun sudah iqamat!" sayup - sayup terdengar suara kak Adam membangunkan. Antony yang dari tadi terjaga dari tidurnya tidak terasa panik, sebab hanya perlu meraih sajadah, dan berlari kekolam untuk berwudhu, lalu masuk ke mushola. Asrama tersebut tidak jauh dari mushola, sehingga hanya dalam beberapa menit dia sudah mengankat takbir tanpa masbuk.


💖💖💖

__ADS_1


Saya bukan anak pesantren dan kurang tau untuk bercerita tentang pondok. Maaf ya pemirsa. Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like , vote , komen dan rate lima . Terima kasih .


💖💖💖


__ADS_2