
"Besok Mami akan kerumahmu untuk melamarmu secara resmi di depan orang tuamu," ujar sang Mami yang kini sudah melepas pelukannya.
Dari tempat yang tak jauh dari mereka, Reza sedang menelpon seseorang, "Iya ... Antony sudah mengungkapkan perasaan dan melamar Ara di depan banyak orang dan di depan orang tuanya."
"Baiklah aku mengerti, tetap persiapkan gedung untuk acara pertunangan Ara dan Antony nanti aku sendiri yang bicara dengan Mami. Ok!"
"Ok," seraya memutuskan sambungan telepon.
Kini hari sudah beranjak sore.
Ara dan lainnya bersiap - siap untuk pulang kerumah.
"Cie ... cie ... yang baru di lamar. Selamat ya, semoga lancar hingga hari H," ujar Fhani seraya merangkul pundak sahabatnya itu.
Ara pun menoleh kesamping dan berucap, "Aamiin. Lalu kamu kapan di lamar Kevin?"
Fhani pun berhenti melangkah dan menatap wajah sahabatnya itu, "Sejak kapan aku dan Kevin jadian?"
Ara pun berkata, "Awas bucin lo." seraya berlalu pergi.
...************...
...Kini Ara sudah di rumah....
"Assalamualaikum," ucap Ara dari luar pintu rumah.
"Waalaikumsalam," jawab Sang Bunda dari dalam. Sesaat kemudian pintu pun terbuka.
"Sore Bun," ujar Ara seraya meraih tangan Bundanya lalu mencium punggung tangan sang Bunda.
"Bun, ada yang mau Ara omongin sama Bunda," ujar Ara seraya berjalan masuk dan duduk di sofa ruang tamu.
"Mau ngomong apa?" ujar sang Bunda yang kini duduk di sofa yang sama dengan anaknya itu.
__ADS_1
Ara pun menatap wajah sang Bunda, "Bun, besok Mami Yoel akan datang keisini untuk melamar Ara."
Bunda Amira yang mendengar penuturan sang Anak antara sedih dan bahagia dan dia tidak heran dengan penuturan sang Anak karena memang sang Bunda sudah tau soal itu.
"Wah ... selamat ya sayang," ujar sang Bunda seraya memeluk putrinya itu.
Setelah melepas pelukan, "Berarti Bunda harus pergi berbelanja saat ini juga, untuk acara jamuan besok," ujar sang Bunda. Nampak senyum bahagia menghias wajah Bunda Amira yang sudah tak muda lagi tapi masih cantik dan mempesona.
"Apa mau Ara temani?"
"Tidak perlu ... kamu istirahat saja di rumah."
"Ya sudah Bunda hati - hati ya di jalan." pesan ku sebelum Bunda berdiri dan masuk kedalam kamarnya untuk segera bersiap - siap.
Bunda hanya mengangguk sebagai jawabannya.
...*******...
...Di tempat yang lain....
Antony hanya mengangguk sebagai jawabannya. Mami Yoel pun tidak mau membuang waktu lagi dia pun segera membuka tas dan mencari handphone nya disana, setelah dapat dia pun segera memainkan jarinya di sana. Sesaat kemudian.
"Tut ... tut ... tut ...." tanda sambungan sedang terhubung.
"Hallo, Assalamualaikum Yoel ada apa? Tumben menelpon?"
"Waalaikumsalam, Inggit bisa minta tolong tidak sama kamu dan Ray?"
"Apa itu?"
"Tolong besok datang ya kerumah, nanti kita sama - sama kerumah Bunda Mira untuk acara lamaran Antony untuk Ara."
"Beneran? Wah selamat deh kalau, in sya Allah kami akan datang."
__ADS_1
"Sekalian ajak Kevin dan mamanya, ok."
"Ok."
...Sambungan telepon pun terputus....
...*********...
Selepas Bunda Amira pergi, Ara pun menuju kamarnya dan duduk di kursi meja riasnya. Dan memainkan ponselnya di sana, sesaat kemudian,
"Tut ... tut ... tut ..."Sambungan telepon terhubung. Sesaat kemudian, "Hallo," ujar orang diseberang sana.
"Hallo, Fhan besok restoran di tutup aja ya sehari. Terus besok datang ya kerumah sekalian Mama kamu juga di ajak."
"Siap bos."
"Ok, terima kasih."
"Sama - sama."
...Sambungan telepon pun terputus....
...**********...
..."Aku percaya takdir Allah pastilah yang terbaik untukku dan untukmu juga."...
...***********...
...💖💖💖...
...Mari saling mendukung...
__ADS_1
...Terima kasih...
...💖💖💖...