JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS . Bagian 56 . Pertengkaran Mama Ajeng dan Kirana


__ADS_3

"Jika kamu tidak percaya mari kita kerumah sakit sekarang." ajak Ray kepada Kirana.


Nampak Kirana berfikir sejenak, dan menimbang - nimbang perkataan Ray barusan.


"Kenapa bengong ayo buruan kita pergi kerumah sakit!" ajak Ray.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil, yang masing - masing mereka bawa. Tidak lama kemudian kini mereka sudah memasuki halaman rumah sakit. Mereka pun segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir.


Di rumah sakit sudah ada Laras, Kevin, Fhani dan bunda Amira yang sedang menunggu di luar karena sementara Ara dalam pemeriksaan dokter sekaligus menunggu mama Ajeng ( Mama Kirana ) yang sudah di telp semalam oleh Laras, dan tadi malam juga mama Ajeng berngkat dari Luar Negri dengan pesawat pribadinya menuju Indonesia.


Mereka pun berjalan masuk bersama, tidak lama kemudian kini mereka sudah tiba di depan ruang rawat Ara, selang beberapa saat mama Ajeng pun tiba di rumah sakit dan langsung menuju kamar dimana Ara di rawat.


Mama Ajeng, "Kirana." seraya berjalan kearah mereka semua. Kirana pun menoleh, " Mama, kenapa bisa ada disini?" yang di tanya bukan nya menjawab malah melayangkan tamparan ke wajah mulus Kirana.


Plak.............


Semua orang tercengang menyaksikan itu .


Kirana pun bertanya seraya memegang pipinya, "Kenapa mama menampar Kirana, memangnya Kirana salah apa?"


Mama Ajeng ( Dengan emosi meledak ), "Kamu mau tau kamu salah apa? Kamu hampir saja membunuh Ara tau?" seraya menunjuk wajah Kirana.

__ADS_1


Kirana ( dengan air mata ), " Kenapa sih didunia ini tidak ada yang memihak Kirnan, Kenapa sih Ara, Ara dan Ara."


"Jaga mulutmu Kirana, mama selama ini tidak pernah mengajarkan kamu untuk jadi seorang pembunuh. Kurang apa coba mama selama ini, apa yang kamu minta mama selalu turuti, segala keperluanmu mama penuhi." ujar mama Ajeng kini dengan air mata yang menetes dipipi.


"Mama mau tau apa yang selama ini mama tidak pernah berikan ke Kirana?"


Mama Ajengpun mengerutkan keningnya, karena rasa - rasanya sudah semua di penuhi kebutuhan anak gadisnya itu tanpa terlewatkan satu pun. Dengan santai mama Ajeng pun bertanya. Mama Ajeng, "Coba katakan apa yang tidak pernah mama berikan sama kamu, coba katakan mama mau dengar kalau mama mampu nanti mama penuhi?"


"Ini bukan masalah materi, tapi ini masalah kasih sayang, kasih sayang yang tidak pernah aku dapatkan dari mama." ujar Kirana kini dengan dengan derai air mata.


"Kamu jangan bercanda, mama seperti ini karena ingin membuat kamu bahagia dan ingin memberikan kamu penghidupan yang layak dan tentunya yang lebih baik." ujar mama Ajeng.


"Jika boleh Kirana memilih mungkin Kirana akan memilih lebih baik Kirana hidup miskin dan hidup dalam kesederhanaan asal Kirana tidak kekurangan kasih sayang seorang ibu dan ayah." ujar Kirana.


Dokter pun keluar dari kamar dimana Ara di rawat.


"Keluarga pasien?"


"Saya dokter." ujar bunda Amira seraya berjalan kearah dokter tersebut.


Sesaat kemudian mama Ajeng dan Kirana pun melepaskan pelukannya, dan berjalan kearah dokter itu.

__ADS_1


Dokter pun bertanya, "Bagaimana sudah dapat orang yang siap mendonorkan hati untuk pasien, kondisi sementara pasien sangat menurun dan kemungkinan - kemungkinan yang tidak diinginkan bisa saja terjadi?"


Bunda Amira ( Kini dengan derai air mata seraya menangkupkan kedua tangannya di dada ), "Dok, tolong selamatkan putri saya dok, berapapun biayanya saya siap membayarnya."


Laras, Fhani, Kevin, dan Ray menatap wajah Kirana, yang mendapat tatapan seperti itu hanya bisa mengerutkan kening seolah - olah berkata kenapa harus aku bukan kalian saja.


Ray berjalan mendekat ke arah Kirana.


"Kirana apa perlu aku berlutut di kakimu, agar kamu mau menolong Ara." Ray kini sudah merosot turun, dan berlutut di kaki Kirana.


Semua mata tertuju dan heran dengan apa yang Ray lakukan.


Fhani ( membatin ), "Ya Allah Antony sungguh besar cinta dan kasih sayangmu untuk Ara." kini dengan air mata menetes dipipi.


"Ray, kamu apa - apaan sih berdiri, sudah ayo berdiri." titah Kirana.


Dengan masih tetap berlutut dan menangkupkan kedua tangannya di dada,


"Kirana aku mohon, tolong selamatkan Ara."


💖💖💖

__ADS_1


Maaf kata - kata nya bertele - tele, silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote dan komen, Terima kasih.


💖💖💖


__ADS_2