
Namun karena, tertidur pulas, dia tidak tahu apa - apa lagi, suara kak Adam tidak dapat dia dengar. Merasa Antony akan bangun, kak Adam kemudian pergi, padahal Antony sedang tertidur dengan pulasnya.
"Assalamualaikum warahmatullah." pertanda sholat sudah selesai, Antony sadar bahwa suara dari mik tersebut adalah suara pertama yang di dengarnya saat dia bangun dari tidur siang. Dan sesuatu yang pertama dilihatnya adalah wajah kak Rahman, staf keamanan yang sedang kontrol. Antony langsung bangkit dari tempat tidur, dilihatnya jam dinding yang tergantung di atas pintu.
"Oh, tidak! Aku tidak shalat zuhur berjamaah." bisiknya dalam hati.
Kak Rahmat akhirnya mengetahui hal tersebut, kemudian menghampiri Antony dan bertanya, "kenapa saat sholat zuhur tadi kamu tidak terlihat di mushola? Apakah kamu tidak ikut sholat berjama"ah?"
"Maaf kak, tadi saya ketiduran." Antony tertunduk malu.
"Kali ini kamu kakak maafkan, lain kali kalau kamu terlambat lagi, kamu akan di beri sanksi, kamu mengerti?" kak Rahman
memperingatkan.
"Mengerti kak." Antony mengangguk.
"Sekarang, cepat kamu sholat." tegas kak Rahman.
"Baik kak, maafkan saya ya kak."
"Berdo,a dan minta ampunlah kepada Allah bukan kepada kakak, ayo cepetan sholat gih, entar keburu ashar lho."
"Iya kak." Antony bergegas kekolam untuk berwudhu dan berlari menuju mushola.
Begitulah keseharian Antony di pondok setiap harinya.
__ADS_1
********
Kini sudah saatnya Zahra, kembali kepondok setelah dua minggu lamanya berlibur. Di stasiun
"Ayah Zahra berangkat dulu, ayah hati - hati dirumah dan tetap jaga kesehatan." kata zahra mengingatkan ayahnya sebelum masuk kedalam kereta.
"Zahra juga hati - hati, dan tetap jaga kesehatan disana, rajin sholat dan mengaji dan do,akan ibumu disana." ujar ayah menasehati putri tunggalnya itu.
Mereka pun saling berpelukan sebelum mereka berpisah. Peringatan masinis menyadarkan mereka dan saling melepas pelukan.
"Ayah, Zahra berangkat dulu. Assalamualaikum." seraya meraih tangan sang ayah lalu mencium punggung tangan sang ayah.
"Waalaikumsalam." jawab sang ayah seraya melambaikan tangan, kemudian berlalu pergi dari sana.
Di dalam kereta tak henti - hantinya Zahra menyunggingkan senyum karena tidak lama lagi dia akan ketemu Antony, orang yang diam - diam di kagumi pada pandangan pertama.
Kini dia sudah tiba di stasiun yang dituju. Dia pun segera berjalan keluar untuk mencari ojek agar bisa cepat sampai ke asrama putri.
Kini dia sudah tiba di halaman pondok putri. Pondok putri dan pondok putra berseblahan . Pada saat Zahra tiba di sana, di lihatnya ibu Jasmin kepala dapur dan tante Yoelitta serta beberapa santriawan sedang membersihkan halaman pondok.
"Assalamualaikum bu Jasmin dan bu
Yoelitta." sapa Zahra ketika sudah turun dari ojek dan berjalan kehalaman pondok, santriawan untuk menyapa bu Jasmin dan bu Yoelitta yang sedang menyapu halaman.
Yang dipanggilpun menoleh kebelakang, disana sudah berdiri seorang perempuan berjilbab dengan tangan kanan dan kiri di penuhi dengan barang - barang bawaan, sepertinya baru saja datang dari kampung.
__ADS_1
"Waalaikumsalam neng Zahra." jawab bu Jasmin dan bu Yoelitta bersamaan.
"Baru pulang dari kampung neng." basa basi bu Yoelitta.
"Iya bu, Zahra baru pulang dari kampung." jawab Zahra sopan.
"Mari bu, Zahra permisi. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." jawab bu Jasmin dan bu Yoelitta bersamaan.
Setelah Zahra pergi dari sana.
"Kasihan neng Zahra, masih kecil sudah harus kehikangan ibu nya." ujar bu Jasmin lirih tapi bisa di dengar oleh bu Yoelitta.
"Memangnya ada apa dengannya?" tanya bu Yoelitta tak mengerti.
"Dia itu anak yatim, ibunya sudah meninggal sejak dia duduk di bangku SMP." ujar bu Jasmin.
"Andai kata aku punya anak cowok, aku mau deh jadikan dia mantuku." kata bu Jasmin kemudian.
💖💖💖
Maaf kata - kata nya bertele - tele ...
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, koment dan jangan lupa rate 5 ya. Terima kasih.
__ADS_1
💖💖💖