JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 82. Melamar Laras


__ADS_3

Aku tak bisa berkata apa - apa. "Maukah kamu menjadi istriku, Ibu dari anak - anak ku dan menua bersamaku kelak?"


"Ya ... Allah apakah aku sedang bermimpi?" tanya ku pada diri sendiri.


Akupun menoleh ke arah Bunda berdiri, tanda meminta persetujuan tapi bunda hanya menganggukan kepala.


"Baiklah aku terima lamaranmu dan bersedia menjadi istri sekaligus Ibu dari anak - anakmu kelak, dan siap menua bersamamu," jawab ku mantap.


Diapun langsung menyematkan cincin dijariku, kemudian dia pun berdiri lalu berkata, "Terima kasih karena kamu sudah mau menerima pinanganku dan bersedia menua bersamaku."


"Pok ... pok ... pok...." tepuk tangan dari mereka semuanya, lalu berjalan kearah kami berdua dan menjabat tangan kami berdua bergantian.


"Selamat sayang, sebentar lagi putri kecil Bunda, akan menyandang status istri, jadilah istri yang baik, istri solehah dan jadilah istri yang taat kepada suamimu kelak," ujar Bunda seraya memelukku dan aku pun membalas pelukannya.


"Selamat, Nak semoga kalian menjadi pasangan dunia akhirat," ujar wanita paruh baya itu. "Oh iya perkenalkan nama Ibu, Bunda Tamara, Bunda Dhaffin."


Kini giliran Fhani yang akan memberikan selamat pada Ara. "Selamat Ra, sebentar lagi kamu bakalan nikah, aku sudah tidak punya teman yang bisa di ajak keluar dan jalan - jalan," ujar Fhani dengan wajah sedihnya.


"Udah dong, kan masih ada Kevin yang bisa kamu ajak jalan keluar, iya kan Vin," ujar Ara seraya menatap wajah Kevin.


"Kenapa jadi aku? Dan siapa juga mau jalan sama kuntil macam dia," ujar Kevin seraya menunjuk ke arah Fhani.

__ADS_1


"Yeee ... jangan Ge Er siapa juga yang mau di ajak jalan sama kamu, mending juga aku jomblo dari pada harus sama kamu," ujar Fhani tak mau kalah.


"Sudah ... sudah ... biasanya cinta itu berawal dari benci loh? Awas ya ada yang jadi bucin," kini Laras menimpali pembicaraan mereka.


"Ho, ohh ... aku setuju dengan kata - kata Laras, awas ada yang jadi bucin, benci bila dekat, rindu bila berjauhan," kini Ray menimpali dan mereka pun tertawa bersama - sama.


"Kamu juga jomblo kok, jadi sesama kaum jomblo tidak usah saling mengejek," kini Fhani membela diri.


Refleks Ray meraih tangan Laras kemudian berkata, "Aku tidak jomblo aku punya pasangan," seraya menunjukan tangannya yang kini menggandeng tangan Laras.


Sontak Laras menoleh ke arah Ray yang kini masih memegang tangannya, ada rasa tak percaya dengan kata - kata Ray yang barusan dia dengar. "Apakah ini nyata? Tapi aku tak boleh GeEr barang kali aja ini untuk membuat Kevin dan Fhani memanas," ujar Laras membatin dalam hati.


Hening sejenak, tidak ada yang bersuara di antara mereka, kini mereka telah sibuk dengan pemikiran mereka masing - masing. "Dan malam ini, dihadapan kalian semua aku akan melamar dia." Lagi - lagi Ray membuat Laras tak dapat berkata apa - apa.


"Kesempurnaan matahari bukan karena sinarnya, tetapi karena ada rembulan. Kesempurnaan bunga bukan karena keindahan warnanya, tetapi karena ia bisa menjadi buah. Dan kesempurnaanku bukan karena wajahku, tetapi karena ada kamu di dalam pernikahan kita maukah kamu menikah denganku??"


"Kalimat 'keluarga sakinah, mawadah, warohmah' adakah kalimat yang aku benci. Benci jika itu tak aku wujudkan bersamamu. Oleh karena itu, ku mohon menikahlah denganku...."


"Terima ... terima ... terima ...." teriakan mereka menyadarkan Laras dari lamunan.


"Aku ... aku ... aku tidak bisa memutuskannya," ucap Laras kemudian.

__ADS_1


"Apa lagi yang kamu tunggu, bukan kah hal yang baik - baik harus di segerakan, dan mama merestui hubungan kalian berdua. Toh, kalian juga sudah lama kenal dan berteman," ujar wanita paruh baya yang baru datang bersama Mama Inggit.


Mereka pun sontak menoleh keasal datangnya suara. "Mama," ujar Laras.


"Iya sayang, maafkan mama yang tidak memberi tahumu terlebih dahulu, kalau beberapa hari yang lalu, Mama Inggit dan Ray datang kerumah melamarmu, dan ini ide Ray semuanya untuk memberikan kejutan untukmu," ujar Mama Laras yang kini sudah berjalan mendekat dan ikut bergabung dengan mereka semuanya.


"Mama serahkan sepenuhnya sama kamu," ujar Mama Laras kemudian.


Laras hanya menganggukan kepalanya tanda jawaban ya.


Malam ini mereka lalui dengan hati yang bahagia, dan mereka mendapatkan dua kebahagiaan sekaligus dalam satu malam.


💖💖💖


"Aku yakin, jika dua orang sudah ditakdirkan bersama, maka dari sudut bumi manapun mereka berasal pasti mereka akan bertemu. Aku titipkan cinta ini hanya pada-Mu, jagalah hatiku dan hatinya dari rasa kecewa, hingga waktu itu tiba. Persatukan kami dalam restu dan Ridho-Mu," ujar Ara membatin dalam hati.


💖💖💖


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate lima jika anda suka. Terima kasih.


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2