JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS. Bagian 39 . Sahabatku yang hilang


__ADS_3

Kini Fhani menepikan mobilnya dijalan raya.


"Fhan, coba lihat anak kecil itu!" ujar Ara sambil menunjuk anak kecil yang sedang duduk di halaman sebuah restoran sambil meminta - minta sedekah setiap orang yang lewat.


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Fhani mengerutkan kening tanda tak mengerti.


"Bagaimana kalau kita bantu biar anak kecil itu bisa mendapatkan uang lebih banyak hari ini." ujar Ara seraya menatap wajah sahabatnya.


"Dengan cara?" tanya Fhani tak mengerti.


"Dibagasi mobilmu ada biolakan?" tanya Ara.


"Ada, lalu biola itu mau kamu apakan?" jawab Fhani. Tanpa menjawab Ara pun keluar dari dalam mobil menuju bagasi belakang disusul Fhani.


"Mau kamu apakan sih biola itu?" tanya Fhani setelah membuka bagasi mobil dan mengambil biola yang dimaksud.


"Mau tau aja atau mau tau banget?" tanya Ara seraya tersenyum dan berlalu pergi di susul Fhani di belakang.


Kini Ara dan Fhani sedang berjalan kearah anak kecil kira - kira usia sepuluh tahun. Setelah sampai disana mereka pun jongkok tepat di hadapan anak kecil itu.


"Ade, sudah dapat berapa hari ini?" tanya Ara seraya melihat topi yang berisi uang koin dan uang kertas seribu dan dua ribuan.


"Segini kak." seraya mengangkat topi itu dan menyodorkan ke arah Ara dan Fhani.


"Kamu tidak sekolah?" tanya Ara kemudian.


"Jangankan untuk sekolah kak, untuk makan aja susah." ujar ade itu dengan mata berkaca - kaca. Ada rasa kasihan di hati Ara.


"Tak dapat ku bayang kan jika di posisi anak kecil itu adalah aku." ujar Ara membatin dalam hati .


Aku pun mengeluarkan biola yang kubawa kemudian memainkannya.

__ADS_1


❤❤❤


Suatu hari


Teringat tentang masa laluku


Pahit dan getirnya


Kita lalui bersama


Aisyah...sahabatku


hilang entah kemana


Negri jiran


Disana ku bertemu kamu


Tempatku kehilangan kamu


Aisyah sahabatku


Hilang entah kemana


Reff :


Tuhan tolonglah


Pertemukan ku dengannya


Aisyah kurindu dia

__ADS_1


Dimana engkau kini


Aisyah


( Alwiansyah : Sahabat yang hilang ).


"Pok....pok.....pok." suara tepukan tangan.


Aku pun menundukkan kepalaku seraya berucap, "Terimakasih, terimakasih." satu persatu orang - orang itupun bubar dan kembali keaktifitas masing - masing.


"Wah, kakak uangnya banyak banget." ujar ade itu dengan mata yang kini sudah berkaca - kaca. Ara "Alhamdulillah." anak kecil itupun memungut dan merapikan uang itu kemudian dihitungnya, setelah rapi anak kecil itupun mengambil sebagian dan menyerahkan ke Ara dan Fhani. Namun mereka berdua menolaknya.


💖💖💖


Kini mereka sudah kembali kemobil dan siap melajukan mobilnya kejalan raya. Ada rasa bahagia dihati Ara setelah menolong anak kecil itu. Tidak lama kemudian kini mereka sudah sampai dihalaman rumah Ara. Sebelum membuka pintu mobil.


"Fhan, tidak mampir dulu?" tawar Ara.


"Lain kali aja deh. Aku langsung pulang aja, sudah sore." tolak Fhani secara halus.


"Terimakasih ya karena sudah mau jadi supir pribadi ku hari ini dan hati - hati di jalan!" Perlahan - lahan mobil Fhani pun meninggalkan halaman rumah Ara. Tidak lama kemudian mobil Fhani pun melaju di jalan raya.


💖💖💖💖


Di menssion mewah di lantai tiga. Kini Laras berada. Dia pun segera masuk kedalam kamar Kirana tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Setelah di dalam, "Oh my god, apa yang kamu lakukan dengan kamar kamu, kenapa seperti kapal pecah yang siap untuk tenggelam." ujar Laras heran dan mengedarkan pandangannya keseluruh isi ruangan yang kini sudah berubah bentuk dan tak layak di sebut kamar. Kirana "Laras." seraya menoleh kebelakang kemudian dia berdiri dan berjalan kemudian memeluk sahabatnya itu dan menumpahkan segala beban yang ada di pundaknya.


❤❤❤


Silahkan tinggalkan jejak like, vote dan comment dan beri bintang lima pada karya aku ya dan jangan lupa follow profilku. Terimakasih.


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2