
"Lalu dimana ayah sekarang bund." tanya Ara seraya menatap sang bunda.
Hening sejenak hanya bunyi jarum jam menemani mereka saat itu. Sejenak bunda terdiam dan berfikir lalu kemudian menghembuskan nafasnya lalu berkata.
"Ayah pergi meninggalkan kita semenjak kamu masih kecil, karena waktu itu bunda belum memiliki apa - apa. Ayah lebih memilih tinggal bersama janda kaya yang dia kenal lewat media sosial dan dengar - dengar gosip terakhir, kalau ayah itu sekarang tinggal di luar negri bersama istri barunya. Dan ada juga gosip yang mengatakan kalau putri tunggal mereka tinggal di indonesia." ujar bunda yang kini dengan mata berkaca - kaca.
"Bun, maafkan Ara bukan maksud Ara untuk membuat bunda sedih." ujar Ara yang kini sudah memeluk sang bunda.
"Tidak apa - apa sayang." ujar bunda seraya mengelus pundak anaknya seraya mencium pucuk kepala anaknya.
Kini malam makin larut ibu dan anak itu pun menuju kamar mereka masing - masing.
💖💖💖
Di tempat yang lain. Di lantai dua Ray masih uring - uringan untuk percaya atau tidak dengan sms yang dia dapat barusan. Disisi lain dia juga sedang berusaha mengembalikan ingatannya yang hilang. Tapi sampai sekarang belum berhasil. Karena bingung sendiri dia pun memutuskan untuk segera tidur.
💖💖💖
Di lantai tiga di menssion mewah Kirana tak henti - hentinya menyunggingkan senyum miring dibibirnya sesekali meneguk minuman kaleng yang ada di tangannya. Banyak rencana yang disusun dibenaknya dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.
💖💖💖
__ADS_1
Hidup ini bagaikan siang dan malam. Kadang bersinar - sinar bagaikan cahaya matahari dan kadang redup bagaikan cahaya bulan.
💖💖💖
Pagi ini Ray menyambutnya dengan hati was - was antara mau percaya dengan sms semalam atau dia akan mengabaikan pesan itu begitu saja. Tapi dia tidak boleh lengah dia tetap harus waspada. Pagi ini dia sudah siap untuk melakukan aktifitas. Setelah melakukan persiapan dan dirasa semuanya sudah cukup, dia pun segera melangkahkan kakinya keluar kamar dan menuruni anak tangga satu persatu. Sesampainya di bawah, "Pagi mama." ujar Ray menyapa mamahnya yang saat itu sedang bersantai di teras rumah sedang membaca koran.
Mama inggit sambil menatap putra semata wayangnya itu, "Pagi Ray, sudah siap berangkat kuliah."
"Iya, ma." jawab Ray sambil berjalan kearah mamanya dan duduk di kursi yang masih kosong yang ada di samping mamanya.
Sesaat kemudian hening, hanya ada suara burung yang berkicau dari dalam sangkar yang tergantung di pohon dihalaman rumah mamah Inggit.
"Mah, Ray berangkat kuliah dulu ya." ujar Ray sambil berdiri dan siap menjabat tangan sang mama.
💖💖💖
Di tempat yang lain. Kini Ara sudah menyelesaikan sarapannya.
"Bun, Ara berangkat dulu ya." ujarku seraya berdiri dan berjalan kearah bunda yang kini juga sudah menyelesaikan sarapannya.
"Kamu hati - hati di jalan ya, bawa mobilnya jangan ngebut - ngebut!" titah sang bunda seraya berjalan mengantar anaknya sampai kedepan rumah.
__ADS_1
"Bye., bye.., bunda, Assalamualaikum." seraya melambaikan tangan ke sang bunda.
"Bye.., bye.., bye."
Bundapun segera masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar yang memang beliau sengaja memilih kamar dilantai bawah mengingat usia yang tak lagi muda dan tidak sanggup untuk bolak balik naik turun tangga.
Setelah dikamar bunda Amirapun segera bersiap - siap hari ini bunda berencana mau kerestoran untuk menghilangkan kebosanannya dirumah dan sudah lama juga bunda Amira tidak berkunjung dan menyapa para karyawannya. Setelah dirasa semua beres bundapun segera melangkahkah kakinya keluar kamar dan menuju garasi mobil. Kini bunda sudah di dalam mobil dan siap - siap untuk melajukan mobilnya keluar pagar lalu menuju jalan raya.
💖💖💖
Kini Aku sudah tiba di halaman kampus. Akupun segera memarkir mobilku di parkiran yang sudah di sediakan kampus. Di saat aku tiba di Fhani sudah lebih dulu tiba di kampus dan mereka sedang berada di halaman kampus sambil duduk di salah satu kursi taman yang ada di halaman kampus. Aku pun berjalan mendekati ke arah mereka.
"Assalamualaikum Fhani." ujarku seraya berjalan kearah Fhani.
"Waalaikumussalaam Ara." jawab Fhani.
"Bagaimana kabar kalian hari ini?" tanya ku seraya mendudukan tubuhku di salah satu kursi yang masih kosong.
"Alhamdulillah, sehat." ujar Fhani
"Alhamdulillah kalau kalian semua sehat." ujarku sambil mengaminkan kata - kata sahabatku.
__ADS_1
💖💖💖
Maaf jika kata - kata nya bertele - tele. Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote dan comment serta beri rate 5 ya dan jangan lupa follow profilku. Terimakasih.