JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 97


__ADS_3

"Apakah cinta sejati itu? Apakah harus membunuh asa yang berkobar di dada? Apakah menahan diri untuk tak merengkuhmu dalam pelukanku? Apakah mencinta dengan sepenuh hati tanpa harus memiliki ? Apakah membahagiakan mu, meski tanpa diriku didalamnya? Dan apakah menutupi rahasia kelam masa lalu demi ketengan di masa mendatang. Mungkin aku bisa menjadi air mata untuk diriku sendiri, yang menghilang bersama rasa sedih."


Karena kelelahan akhirnya Zahra pun tertidur dengan membawa luka di hatinya.


💖💖💖


Banyak orang yang menganggap dirinya kurang beruntung sebelum ada perempuan dan laki - laki mencintainya. Ada yang bahkan sampai bunuh diri, merampas hak Tuhan dalam urusan nyawa. Sebagai akibat kesalahan keyakinan, banyak yang mengira cinta adalah penyelamat. Kemudiaan, orang - orang yang berkeyakinan seperti itu menikah. Kemudian, mereka saling melukai, menyakiti. Setelah itu, mereka pilih cerai sebagai jalan kebahagiaan, atau bertahan demi keselamatan hubungan dengan terus berpura - pura. Kadang mereka menyatakan, dari Tuhanlah musabah kehadiran cinta itu, dan menyalahkan Tuhan ketika mereka gagal merawat hubungan.


💖💖💖


Kini Antony sedang dilanda kebimbangan dan bertanya kembali kepada dirinya sendiri apakah keputusan ini sudah tepat atau belum. Tapi, dia tidak mau membohongi dirinya terlalu lama, menyakiti orang - orang yang ada di sekitarnya dengan pura - pura saling mencintai padahal hanya sandiwara belaka demi menyenangkan sang Mami, walau pada akhirnya dia harus menyerah.


Karena kelelahan akhirnya Antony pun tertidur, dengan membawa segudang perasaan gundah di hatinya.


💖💖💖


Cinta itu begitu konyol, begitu bodoh, begitu menakutkan. Tapi saat cinta menghampirimu, kamu tidak bisa berfikir dengan akal sehat, kamu tidak bisa menganalisis, kamu tidak bisa mengelak, kamu hanya bisa membiarkan dirimu larut.


"Ting," bunyi notivikasi pesan.


Akupun mengambil handphone itu yang berada di atas tempat tidurku, dan aku pun melihat dilayar tertulis Dhaffin. Aku pun membuka pesan dari dia.


Dhaffin


- "Assalamualaikum kesayanganku? Kamu dah bobo belum? Jangan lupa sholat ya sebelum tidur!'


Ara


- "Waalaikumsalam. Langsung saja tidak usah bertele - tele."


Dhaffin


- "Galak bener sayang."


Ara


- "Katakan apa maksud kamu mengbubungi aku malam - malam begini?"


Dhaffin


- "Kamu belajar gih sana!"


Ara


- "Kenapa aku harus bajar?"


Dhaffin

__ADS_1


- "Iya, bajar untuk menyukai aku."


Ara


- "Sudah gombalan kamu itu disimpan saja, untuk orang yang benar - benar kamu sayang."


Dhaffin


- "Kok kamu jadi ngomong begitu sih yang?"


Ara


- "Sudah lah, cepat katakan apa tujuan kamu sms, malam - malam begini?"


Dhaffin


- "Besok siang aku ingin bertemu dengan mu, ada yang ingin aku perkenalkan dengan mu."


Ara


- "Baika lah. Ya sudah aku mau tidur dulu, sudah ngantuk, dan capek seharian ini pura - pura bahagia."


Dhaffin


- "Selamat malam sayang, semoga mimpi indah. Mimpiin aku ya."


💖💖💖


Pancaran Fajar di pagi hari, adalah pancaran semangat. Semangat baru di hari yang baru. Sambutlah pagi dengan senyuman dan suasana hati yang baik.


Aku pun segera beranjak kekamar mandi untuk segera melakukan ritual mandi ku. Setelah mandi, aku pun segera berwudhu untuk menunaikan kewajibanku sebagai umat muslim. Setelah selesai, aku pun segera merapikan peralatan sholatku dan menyimlannya di atas meja - meja kecil. Setelah itu, aku pun segera memakai baju, lalu siap - siap untuk pergi bekerja.


Kini aku sudah berada di lantai bawah.


"Kamu sudah siap, pergi bekerja?" tanya Bunda.


"Iya Bun, Ara sudah siap."


"Ara berangkat dulu ya Bun," ucap Ara kemudian.


"Ya sudah kamu hati - hati ya, di jalan," pesan sang Bunda.


"Assalamualaikum," ucapku seraya mencium punggung tangan Bunda ku.


"Waalaikumsalam."


Kini aku sudah berada di mobilku, dan siap melajukan mobilku kejalan raya. Tidak lama kemudian kini aku sudah memasuki halaman restoranku. Akupun segera memarkir mobilku, di tempat parkir. Lalu kemudian turun, dan siap melangkah masuk kedalam restoran.

__ADS_1


Kini aku sudah berada di ruangan ku, dan siap melakukan aktivitas. Setelah mencek laporan mulai dari laporan keuangan, dan laporan barang masuk, aku pun segera keluar dari ruanganku untuk melihat - lihat suasana restoran di pagi menjelang siang ini.


"Bagaimana Fhan, pengunjung hari ini. Rame?" tanya ku pada Fhani ketika berada di lantai dasar.


"Seperti yang kamu lihat."


"Alhamdulillah," ucap Ara.


Belum sempat Ara melangkah pergi, dari arah pintu utama nampaklah seorang laki - laki dan wanita muda, berjalan ke arah ku dan menyapaku.


"Assalamualaikum."


"Waalikumsalam."


"Ini orang yang aku bilang kemarin, perkenalkan namanya Clarissa," ujar Dhaffin memperkenalkan Clarissa kepada Ara.


"Ara."


"Clarissa."


"Ayo silahkan duduk," ujar Ara mengajak tamu - tamu nya duduk di kursi yang masih kosong.


Setelah mereka duduk, Clarissapun membuka pembicaraan, "Kak Dhaffin, sudah bercerita tentang kejadian kemarin, Clarissa minta maaf gara - gara Clarissa kalian berantem."


"Tidak apa - apa, kami juga sudah berdamai," seraya menyunggingkan senyum.


"Jadi, semua sudah jelaskan?" tanya Dhaffin pada Ara seraya menatap wajahnya.


"Iya," jawabku singkat.


"Kalian mau makan apa?" tanya ku pada Dhaffin dan Clarissa.


"Gratiskan kan?" tanya Clarissa seraya tersenyum.


"Iya, gratis."


"Clarissa," tegur Dhaffin.


"Tidak apa - apa," ucapku kemudian.


Tidak lama kemudian, makanan mereka pun datang. Kini makanan mereka sudah tertata dibatas meja. Kini mereka sudah menikmati hidangan makan siang mereka.


💖💖💖


Maaf bertele - tele....


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2