JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS . Bagian 26 . Perpustakaan


__ADS_3

Sambil menggeleng - gelengkan kepala, " Anak itu, ada apa dengan nya aneh banget kelakuannya pagi ini." kata bunda seraya menyesap sisa teh yang masih ada di gelas hingga habis. Kini aku sudah berada dikamar. Ku berdiri di balik jendela dan menatap hamparan langit biru pagi ini cuaca sungguh cerah namun tidak dengan hati ku. Di luar mungkin aku akan mengatakan, "Aku baik - baik saja." tapi didalam hati mungkin saja ada luka yang masih tersimpan.


Dua tahun untuk melupakan mu bukan lah waktu yang singkat, "Huffffffff." kuhembuskan nafas ku secara kasar.


"Tut..., tut..., tut." notifikasi pesan.


Menyadarkan aku dari lamunanku. Aku pun berjalan mendekat kearah nakas di samping tempat tidur ku. Lalu Ku raih handphoneku,


"Fhani."


"Ada apa dia sepagi ini sms aku." tanya ku pada diri sendiri.


Aku pun membuka lalu membaca nya.


"Assalamualaikum. Temani Aku ke perpustakaan sekarang. Sebentar lagi aku jemput, Segeralah bersiap - siap. Sepuluh menit lagi aku sampai di rumahmu."


Isi pesan singkat Fhani. Aku pun segera mengganti baju ku dengan gamis model kimono di padukan jilbab polos berwarna netral di padankan dengan kitten heels.

__ADS_1


Lalu berjalan kemeja rias untuk memoles wajahku dengan beberapa kosmetik. Setelah selesai Aku pun segera menyambar tas ku yang ada di lemari, tas sling bag menjadi pelengkap penampilan ku di pagi ini. Aku pun segera menyambar Handpone ku yang ada di atas nakas kemudian memasukan kedalam tas. Akupun segera berjalan keluar kamar menuju lantai bawah. Bunda yang melihat aku sudah rapi pun bertanya, "Ra, kamu mau kemana sudah rapi dan cantik sepagi ini?"


"Ara mau keluar sama Fhani bun." jawabku seraya duduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu. Sambil menunggu Fhani, Aku pun mengeluarkan handpone ku dari dalam tas dan memainkannya dengan lincah. Tidak lama kemudian.


"Tut., tut.., tut." bunyi klakson mobil.


Akupun segera berdiri dan pamit dengan bunda ku, "Assalamualaikum." seraya mencium punggung tangan bunda ku.


"Walaikumsalam, Pulangnya jangan terlalu sore ya." pesan bunda sebelum aku melangkahkan kakiku keluar rumah menuju halaman dimana Syilla menungguku.


***************


Mamah Inggit pun menghentikan aktivitas nya kemudian menoleh kebelakang, "Ya, sudah kamu hati - hati ya di jalan."


Ray pun meraih tangan mamanya untuk mencium punggung tangan sang mamah.


"Mah, Ray bawa mobil hari ini."

__ADS_1


"Ya, Sudah kamu hati - hati bawa mobil, Jangan ngebut - ngebut." titah mamah Inggit sebelum sang anak benar - benar jauh dari pandangan nya.


Selepas pergi nya sang anak mamah Inggit seolah - seolah mengingat sesuatu,


"Bukan kah dua tahun yang lalu Ray kecelakaan mobil. Bukan kah seharusnya Dia trauma mengemudi mobil. Lalu kenapa sekarang Dia bawa mobil?" kata mama Inggit bertanya pada dirinya sendiri, kemudian berlari keluar mengerjar Ray barang kali aja masih keburu untuk di kejar.


"Ya, sudah pergi."


************


Kini Aku dan Fhani sudah di perpustakaan daerah.


"Fhan, Kamu mau cari buku apa sih?" tanya ku pada Fhani yang sedang sibuk dari rak buku satu ke rak buku yang lain mencari buku.


.................


Silahkaan tinggalkan jejak like, vote, comment. Dan jangan lupa follow profilku ya . Makasih......

__ADS_1


.................


__ADS_2