
Perkenalan tokoh.
Nama : Dhafin Wiratama.
Jenis kelamin : Laki - laki.
Latar belakang sosial :
Dari keluarga berada, terhormat dan terpandang. Kedua orang tuanya bekerja sebagai wedding planner atau wedding organizer.
Tujuan atau ambisi :
Ingin memperjuangkan dan mendapatkan hati seorang wanita yang baru beberapa bulan dia kenal. Dia akan berusaha mengembalikan senyum dan keceriaan di wajah wanita yang dia cintai itu, dan berjanji dalam hati jika sudah mendapatkan pengakuan cinta darinya, dia akan selalu berusaha membuat dia tersenyum dan akan menghapus kenangan buruknya dengan hari - hari bahagia.
Nama : Alya Zahra Utami.
Jenis kelamin : Perempuan.
Ciri fisik :
Cantik, tinggi, dan putih.
Kepribadian :
Baik hati, tidak sombong.
__ADS_1
Latar belakag sosial :
Dari keluarga berada, terhormat dan di segani. Ayahnya bekerja ( Pemilik ) perkebunan teh, jeruk yang ada di sekitar tempat mereka tinggal.
Tujuan atau ambisi :
Ingin mendapatkan hati dan cinta dari pria yang sudah lama dia sukai, sejak pertemuan pertama mereka saat itu.
💖💖💖
Kini Dhafin sudah berada dirumahnya.Setelah dia menyelesaikan mandinya dan sudah memakai pakaiannya, dia pun sebera turun kebawah untuk menemui sang bunda.
"Sore bunda?" sapa Dhafin ketika sudah di bawah dan berjalan mendekati sang bunda yang sedang duduk santai sambil menonton acara TV di sore hari ini. Merasa ada yang memanggil sang bunda pun menoleh, lalu berkata, "Eh....kamu Fin sudah pulang kerja?"
"Fin, selama ini kamu kerja dimana sih? Kenapa kamu tidak mau bergabung di perusahaan yang sudah bunda dan ayah bangun? Bunda memintamu kembali ke Indonesia untuk membantu bunda dan ayah mengurusnya," ujar sang bunda seraya menatap wajah anaknya itu.
"Nanti juga bunda tau kok Dhafin kerja dimana, tapi bukan sekarang ya," ujar Dhafin kemudian.
"Fin, bagaimana hubunganmu dengan Clarissa?" tanya sang bunda.
Dhafin pun mengerutkan keningnya, kemudian berucap, "Bunda, Dhafin dan Clarissa itu hanya, Dhaffin anggap sebagai adik sendiri, sekalian Dhaffin anggap Clarissa teman dan tidak lebih, dan Clarissa juga tidak keberatan waktu Dhafin bilang kalau kita hanya akan jadi teman dan selamanya akan jadi teman."
"Ohhhh...." Kata sang bunda hanya bisa ber oh ria.
"***Refleksi diri memerlukan pertanyaan pada diri sendiri tentang nilai - nilai, menilai, kekuatan dan kegagalan, memikirkan persepsi dan interaksi denga orang lain, dan membayangkan dimana kamu ingin memilih hidupmu di masa depan.
__ADS_1
💖💖💖***
Kini Ara sudah berada di restoran tidak lama berselang, Fhanipun juga datang di restoran.
"Assalamualaikum, Ara." ujar Fhani ketika masuk kedalam dan melihat Ara sedang membersihkan meja dan kursi. Merasa ada yang memanggil namanya Ara pun menoleh keasal datangnya suara. "Waalaikumsalam, Fhan," jawab Ara.
Fhanipun berjalan mendekat kearah Ara.
"Ra, aku mau tanya dong?" ujarnya seraya mendudukan badannya di salah satu kursi yang baru saja di berasihkan Ara.
"Ra, kenapa sih kamu tidak menerima waktu Dhafin mengungkapkan perasaannya kekamu?" ujar Fhani kemudian.
Arapun menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah Fhani dan mengerutkan keningnya kemudian berucap, "Kamu berada dipihak mana?"
Dengan tergagap Fhani berkata, "Ya iyalah aku berada dipihakmu kan kamu sahabat aku."
"Bagus," seraya berlalu pergi meninggalkan Fhani seorang diri yang masih duduk dikursi.
Selepas Ara pergi Dhafin pun datang dan melihat Fhani duduk di kursi sendirian, diapun berjalan mengendap - endap seperti pencuri yang belum siap untuk ketahuan oleh target.
"Dorrrrrrrrrr...." Dhafin mengagetkan Fhani.
Seketika Fhanipun berbalik kemudian berdiri lalu berucap, "Tidak kaget." seraya menunjuk dinding kaca yang ada di hadapannya, kemudian berlalu pergi meninggalkan Dhafin seorang diri.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, koment dan jangan lupa jika anda suka silahkan berikan rate. Terima kasih.
__ADS_1
💖💖💖