
Waktu terus berputar, hari terus begangi. Hari - hari yang mereka lalui di lewati dengan biasa - biasa saja terutama untuk Fhani dan Dhaffin. Mereka berusaha untuk menyembunyikan surprise untuk Ara. Hari yang ditunggu pun tiba. Semua sudah di persiapkan seapik mungkin untuk acara surprise.
Disiang hari.
Tok ... tok ... tok.
"Masuk!" suara dari dalam.
Fhanipun berjalan mendekat kearah meja Ara.
"Maaf, Ra aku mau minta ijin pulang lebih awal hari ini. Bisa?"
"Sekarang?"
"Iya." jawab Fhani singkat.
"Ya sudah hati - hati di jalan!"
"Ok, terima kasih, aku jalan dulu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Di saat melangkahkan kakinya keluar restoran, handphone Fhanipun berbunyi.
"Fhan, bagaimana apa semua sudah beres?" tanya Dhaffin dari seberang melalui sambungan telepon seluler.
"Ini baru mau menuju kesana," ujar Fhani.
"Tapi, kamu tidak perlu khawatir Kevin, Laras dan Ray, sudah mengaturnya disana," ujar Fhani kemudian.
"Ok, aku percayakan sama kamu."
"Beres," jawab Fhani singkat.
__ADS_1
"Ok," ujar Dhaffin seraya memutuskan sambungan teleponya.
"Ada apa dengan mereka akhir - akhir ini aneh banget," gumam Ara dalam hati.
Kini Fhani sudah berada di pantai pertama kali Ara dan Dhaffin bebagi cerita apa saja. Dia melihat disana sudah ada Ray, Laras, Kevin dan Bunda Amira serta Bunda Dhaffin.
Fhanipun berjalan mendekat ke arah mereka.
"Assalamualaikum semuanya," ujar Fhani seraya mencium punggung tangan Bunda Amira dan Bunda Dhaffin.
"Waalaikumsalam," jawab mereka kompak.
"Hai manusia menyebalkan, bagaimana kabarmu hari ini," ujar Fhani seraya melirik Kevin yang duduk di samping Ray.
Kevin hanya bisa mendengus kesal seraya menatap wajah Fhani.
"Menyebalkan tapi ngangeni loh," ujar Ray seraya tertawa.
Semuanya yang mendengar kata- kata Ray sontak ikut - ikutan tertawa.
"Awas jatuh cinta loh," ujar Bunda Amira menimpali.
Mereka pun tertawa bersama - sama.
"Oh ya bagaimana persiapannya? Apa sudah beres?" tanya Fhani kemudian.
"Beres tinggal menunggu Ara dan Dhaffin," ujar Ray.
"Sip," jawab Fhani singkat.
Kini hari sudah beranjak sore. Dhaffin sudah bergabung dengan Fhani CS, Bunda Amira dan Bundanya.
"Ara temui aku sekarang di pantai di alamat X!" pesan singkat sang bunda.
__ADS_1
"Ting..."
Notifikasi pesan.
"Siapa sih yang sms?" tanya Ara dalam hati.
Setelah dilihatnya dilayar, disana tertulis Bunda. "Ngapain Bunda sms?" tanya Ara dalam hati. Aku pun membuka isi pesan singkat Bundaku. "Ha ... ngapain Bunda ngajak ketemuan di pantai?" tanya Ara dalam hati.
Aku pun segera merapikan buku - buku yang berserakan yang ada di atas meja. Setelah menyusunnya dan membersihkannya, aku pun segera menyambar tasku lalu kulangkah kan kaki ku keluar dari restoran menuju parkiran mobil.
Kini aku sudah berada di dalam mobil dan siap melajukan ke alamat yang dikirim Bunda.
Tidak butuh waktu lama kini aku sudah di alamat yang kirimkan Bunda.
Setelah, aku turun aku pun berjalan ke arah pantai. Disana nampak pemandangan yang tak bias. Aku pun berjalan mendekat.
"Wah ... ini meja siapa, cantik sekali? Pasti yang menyiapkan ini orangnya sangat romantis? Coba aku punya kekasih hati aku juga mau di beri kejutan seperti ini," ucap ku dalam hati.
"Ting...." notifikasi pesan. Menyadarkan aku dari lamunanku.
"Bunda," ucapku dalam hati.
Akupun membuka pesan dari bunda. "Berjalan kearah meja!"
Aku pun berjalan mendekati meja itu.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate jika kalian suka, dan dukung ya karya aku yang lain
__ADS_1
Terima kasih...
💖💖💖