JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 2. Bagian 75. Di Uji Kesabaran 2


__ADS_3

Tiba-tiba aku teringat kembali kenangan-kenangan beberapa tahun yang lalu. Setelah beberapa lama kenal tiba-tiba Antony menyatakan cinta padaku. Pada saat itu aku merasa kaget namun ku tak mau mempungkiri kalau aku sebenarnya juga sayang padanya. Kami begitu saling menyayangi, semua kami lewati bersama baik suka maupun duka. Ku sangat ingat ketika aku berulang tahun. Saat itu aku diberi kejutan yang tak kusangka sedikit pun karena aku tak pernah memberi tahu tanggal lahirku pada siapapun termasuk Antony. Entah dari mana dia bisa tau tanggal lahirku tapi itu tak penting buatku.


"Hufffff." kuhembuskan nafasku secara kasar. Dan bangun dari tempat tidurku, lalu berjalan kekamar mandi untuk segera melakukan ritual mandi karena hari sudah beranjak sore.


Kini aku sudah menyelesaikan ritual mandi ku, lalu aku berjalan kearah lemari untuk mengambil baju tidurku, setelah memakainya akupun berjalan kemeja riasku lalu duduk disana.


Entah kenapa wajah Dhafin dan senyumnya yang manis tiba-tiba terbayang dibenak ku. Sedikit demi sedikit sakit hati karena ditinggal Antony itu hilang karena candaan Dhafin di pantai tadi. Aku senyum-senyum sendiri di depan cermin. Aku berfikir sejenak, aku tidak boleh jatuh cinta padanya, pria yang belum sehari aku kenal walau kami satu tempat bekerja tapi tidak semua karyawan bunda aku kenal. Sudahlah lupakan saja.


Sudah tiga bulan aku dan Dhafin kenal dan layaknya orang yang sedang pacaran, dan mulai akrab, sudah tiga bulan juga aku tidak mendengar kabar Antony. Kabar terakhir yang aku dengar dia akan segera menikah dengan wanita pilihan sang mami.


💖💖💖


"Woy kenapa kamu Ra senyum-senyum sendiri, lagi jatuh cinta ya?" tiba-tiba Fhani datang keruang kerjaku mengagetkan ku dan membuyarkan lamunan ku.

__ADS_1


"Apa sih Fhan jatuh cinta, udah kapok aku sama yang namanya percintaan." ucapku dengan nada ketus.


"Yaelah awas loh kemakan omongan sendiri, eh kamu dicariin Dhafin tuh katanya sih mau mau ngajakin kamu makan siang bareng sekalian ada yang ingin diomongi katanya."


"Aku lagi males makan diluar Fhan, aku mau makan disini aja bilang kedia ngomongnya nanti aja pas balik kantor." jawabku.


"Ya aku mana tau dia mau ngomong apa, eh atau jangan-jangan dia mau nembak kamu kali tuh Ra." ledeknya.


"Kira-kira apa kabar ya Ray, Kevin dan Laras. Sudah lama tidak kirim kabar." katanya kemudian.


"Cie-cie ... yang lagi kangen Kevin." ledekku.


"Yeee ... apaan kangen, manusia menyebalkan begitu dimana letak ngangeninnya." ujar Fhani seraya mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Yaelah awas kemanakan omongan sendiri loh." kataku seraya menunjuk mukanya dengan wajah mengejek.


"Kenapa kata-kata aku di kembalikan." ucapnya seraya berjalan kearah tempat dimana aku duduk dan tiba-tiba menarik tanganku keluar dari ruangan kerjaku.


"Eh aku mau dibawa kemana Fhan, jangan begini dong sakit tau tangan aku." teriakku berusaha melepaskan genggaman tangan Fhani. Fhani membawaku kelantai bawah dan disitu terlihat Dhafin menunggu dan tersenyum kearahku. Aku pun duduk di hadapan Dhafin. Tidak merasa bersalah Fhani langsung pergi begitu saja.


"Eh Fhan ... Fhaniiiiii ... kok malah ninggalin aku sih disini." teriakku memanggil Fhani.


💖💖💖


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate lima jikaa kalian suka. Terima kasih...


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2