
Kini, aku sudah berada di dalam mobil dan siap melajukan mobilku kejalan raya.
......*********......
Kini Antony sudah tiba dirumahnya. Mami Yoel yang melihat anaknya itu pulang dalam keadaan kacau dan wajah cemberut pun bertanya, "Kamu pulang - pulang kok wajah mu kusut? Seperti pakaian yang tertumpuk di dalam keranjang pakaian?"
"Maaf Mi, Antony langsung kekamar ya? Antony capek ingin istirahat," ujar Antony beralasan seraya berlalu pergi dari hadapan Maminya menuju lantai dua di mana kamarnya berada.
"Ada apa dengan anak itu?" ucap sang Mami lirih. Mami Yoel pun melanjutkan langkah kakinya menuju taman mini yang ada di belakang rumah untuk menyaksikan matahari yang tidak lama lagi akan tenggelam.
Kini, Mami Yoel sudah duduk di salah satu kursi yang ada di taman belakang. Dia pun merenungi kejadian beberapa tahun yang lalu. "Ini pasti ada hubungannya dengan Ara? Karena waktu pulang hajatan tadi siang wajah Antony sepertinya sedang tidak baik - baik saja." berbicara pada diri sendiri.
"Apakah aku harus menemui Amira untuk meminta Ara agar menjadi menantuku?" tanya pada diri sendiri.
"Tapi, kalau Ara menolak bagaimana?"
"Tidak, tidak, aku tidak boleh menyerah, aku harus mencoba. Di terima atau tidak itu urusan belakang."
Mami Yoel pun beranjak dari tempat duduknya dan melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah.
...*******...
...Dikamar....
Kini Antony sedang duduk termenung di tepi tempat tidurnya. Ke jadian hari ini cukup membuatnya sakit namun tak berdarah. Mungkin tidak ada lagi kesempatan untuk dirinya, untuk memperjuangkan cinta yang sempat kandas lantaran keegoan orang tuanya.
Tok ... tok ... tok ....
"Masuk."
Antony pun menoleh kebelakang terlihat sang Mami sudah berdiri di samping tempat tidur sang anak.
Antony pun bertanaya, "Ada apa Mami kekamar Antony?"
Mami Yoelpun berjalan mendekat dan duduk di samping sang Anak. "Kamu kenapa? Seharian ini Mami perhatikan ... sepertinya kamu tidak baik - baik saja. Coba cerita ke Mami barang kali Mami bisa bantu!"
Hening sejenak.
Mami Yoel pun kembali berkata, "Ya sudah kalau kamu tidak mau cerita ke Mami. Kalau begitu Mami keluar dulu," seraya berdiri dan beranjak dari tempat duduknya.
Tapi, belum jauh sang Mami berjalan, Antony pun berdiri dan menoleh kebelakang, "Mi ... Antony masih sangat mencintai Ara, Antony ingin Ara kembali sama Antony." ucapnya secara tiba - tiba.
Sang Mami yang mendengar pengakuan sang Anak, ada rasa senang bercampur sedih dan bahagia. "Andai kata waktu itu aku tidak terlalu egois mungkin ini semua tidak akan terjadi," sesal sang Mami di dalam hati.
"Lantas Mami bisa bantu apa?"
Antony diam seribu bahasa, dan tidak tau harus berkata apa.
......**********......
Kini aku dan Bunda ku sudah sudah menyelesaikan makan malam. Kini aku dan Bundaku sudah berada di ruang keluarga sambil menonton siaran di TV.
Sunyi ... hanya suara Tv yang menggema yang ada di rungan itu. Bunda pun mencairkan suasana, "Ra ... sepertinya Bunda perhatikan kamu dan sepupu Laras sangat dekat. Apa kalian saling menyukai?" ujar sang Bunda menyelidiki seraya menatap wajah anaknya yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
Arapuna menoleh kearah sang Bunda, "Bunda apaan sih," dengan wajah malu - malu, "Kenal dan bertemu dia aja baru hari ini," ujar Ara menjelaskan kalau kata - kata sang Bunda itu salah.
"Apa kamu belum punya rencana untuk ...." tanya sang Bunda terpotong.
Aku pun penasaran, "Untuk....?"
"Untuk ...."
"Untuk apa Bund? Jangan buat penasaran dong Bund."
Walau ragu tapi sang Bunda tetap meneruskan kalimatnya, "Untuk kembali berencana menikah?"
Ara terdiam dan mengalihkan pandangannya kelain. Ada rasa sesak di dadanya saat sang Bunda mengatakan menikah.
Sesaat kemudian Arapun berucap dan menatap ke arah sang Bunda, "Ara belum siap. Ara masih truma untuk kejadian yang kemarin. Ya sudah kalau begitu, Ara kekamar dulu ya Bund. Bunda juga Istirahat ini sudah larut malam." seraya berdiri dan meninggalkan sang Bunda seorang diri.
Selepas Ara pergi, handphone Bunda Amira berdering. Bunda Amira pun mengambilnya yang kebetulan terletak di atas meja yang ada di hadapan Bunda Amira.
..."Yoelitta," memanggil....
Bunda Amirapun segera merespon panggilan Mami Yoel.
"Iya ... Yoel, ada apa?"
"Mira, bisa minta tolong tidak?"
"Minta tolong apa Yoel?"
"Di restoranmu ada menerima lowongan perkerjaan tidak?"
"Memangnya kenapa?"
"Hanya apa Yoel?"
"Antony bisa kerja sama Ara tidak?"
"Bisa ... bisa ... Kapan dia mau kerja?"
"Besok, bagaimana?"
"Boleh."
"Terima kasih."
"Sama - sama."
...Di kamar....
Aku baru saja mendudukan tubuhku di atas pembaringan. Di saat bersamaan handphone ku pun berdering, tanda pesan masuk.
"No baru lagi?" ujar Ara dalam hati.
...No baru...
...- "Malam Ara, ini aku Reza."...
__ADS_1
...Ara...
...- "Malam. Ada apa ya?"...
...No baru...
...- "Aku bisa minta tolong?"...
...Ara...
...- "Minta tolong apa?"...
...No baru...
...- "Aku ...."...
...Ara...
...- "Kamu kenapa?"...
...No baru...
...- "Aku perlu pekerjaan. Kamu bisa bantu tidak?"...
...Ara...
...- "Kenapa tidak tanya Laras dan Ray, mereka kan punya bisnis les biola. Kenapa tidak melamar disana?"...
...No baru...
...- "Tidak ada lowongan di sana. Karena baru - baru ini mereka sudah mempekerjakan orang lain."...
...Ara...
...- "Oh ... begitu ya."...
...No baru...
...- "Iya."...
...Ara...
...- "Ya sudah kalau begitu datanglah besok kerestoran My BBQ Ara."...
...No baru...
...- "Ok ... terima kasih."...
Kini malam semakin larut, Ara pun memutuskan untuk tidur.
...💖💖💖...
...Mari saling mendukung...
__ADS_1
...Terima kasih...
...💖💖💖...