
Waktu begitu cepat berlalu tak terasa kini Ara, Fhani, Antony, Ray, Kevin, dan Laras sudah berada di detik - detik kelulusan dan tidak lama lagi mereka akan menyandang gelar sarjana.
Pagi itu di kantin kampus.
"Setelah kamu meraih gelar sarjanamu, setelah ini kamu akan kemana? Maksudnya kerja dimana?" ujar Fhani seraya mengaduk - aduk jus yang dipesan di kantin kampus.
"Kalau aku sih belum tau mau kerja dimana, mungkin untuk sementara ini bantu - bantu bunda aja kali ya mengurus restoran BBQnya." ujar Ara.
Kini Ara beralih menatap Antony, yang ditatap pun langsung menjawab,
"Kalau aku belum tau akan seperti apa setelah ini. Sepertinya aku mau mencari seseorang dulu yang dapat membantuku mengajarkan aku bagaimana cara mengenal ilmu agama islam lebih dekat, mengajarkan aku mengaji yang benar, sholat yang benar, berdo'a yang benar, kan kamu tau sendiri sejak dulu aku sungguh sangat mencitai seseorang tapi lantaran beda keyakinan, jadi cinta ku sampai sekarang belum terbalas - balaskan." ujar Antony seraya melirik ke Ara.
Arapun yang dapat lirikan mata itu jadi kikuk sendiri.
"Ya, aku do,akan semoga apa yang kamu cita - citakan dapat terkabulkan segera dan orang yang sejak dulu kamu sukai dapat segera menerimamu dan menjadikannya pasangan halal dunia akhirat. Aamiin." ujar Ara.
Ara ( membatin ), "Aamiin semoga apa yang kamu cita - citakan semoga cepat terkabulkan dan jika wanita yang kamu maksud adalah aku, aku akan setia menunggu hingga hari itu tiba."
Fhani yang melihat Ara melamun, seketika menyenggol sahabatnya itu untuk segera menyadarkan dari lamunannya dan membawanya ke dunia nyata.
Dengan tergagap Ara pun menjawab,
"Aku turut senang mendengar apa yang kamu cita - citakan sebagai sahabatmu, aku hanya bisa mendo,akan semoga apa yang kamu cita - citakan dapat segera terwujudkan. Aamiin."
__ADS_1
***********
Kini mereka sudah kembali kerumah masing - masing. Malam itu di kediaman Mami Yoelitta.
"Mi...., ada yang mau Antony sampaikan ke mami." kata Antony setelah mendudukan tubuhnya dikursi meja makan yang masih kosong.
"Nanti setelah kita makan malam." ujar sang mami tanpa melihat wajah yang berbicara, dan Seraya menyusun lauk pauk yang sudah di masak oleh Art ke atas meja.
"Baiklah." seraya mengambil piring kosong dan mengisinya dengan nasi dan berbagai hidangan lauk pauk kepiringnya.
Merekapun makan dengan khidmat tanpa ada yang bersuara. Setelah makan mereka pun langsung menuju ruang keluarga untuk bersantai sejenak dan melepas lelah efek seharian beraktifitas diluar rumah.
Setelah duduk dan bersantai Mami Yoelitta pun berkata,
Antonypun menoleh kearah maminya kemudian berucap, "Tapi janji ya mami tidak akan marah dengan apa yang mau Antony katakan ini!"
Mami Yoelittapun hanya bisa mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti dengan maksud dari pertanyaan sang anak.
"Tergantung dari pertanyaan kamu seperti apa." ujar sang mami seraya menatap wajah sang anak.
Walau sebenarnya dalam hati ada keraguan untuk mengatakan tapi niat sudah bulat dan mampu mengalahkan segala - galanya.
"Tapi janji ya untuk tidak marah!" ujar Antony.
__ADS_1
"Iya, mami janji." ujar sang mami.
Antony seraya menatap wajah maminya.
"Mi..., Antony mau pesantren setelah kelulusan nanti. Antony ingin belajar ilmu agama."
"Bagus itu, mami dukung kamu. Mami juga mau belajar ilmu agama. Tapi." kata - katanya sang mami tergantung.
"Tapi apa, mi?" tanya Antony penasaran.
"Tapi kita akan belajar dimana di sekitaran sini. Sekitaran sini kan tidak ada pesantren." ujar sang mami kini dengan wajah sedih.
"Nanti deh mi, Antony nanya sama Mbah Google dimana tempat pesantren yang bagus yang ada di sekitaran sini." ujar Antony kemudian.
"Baiklah, mami serahkan urusan ini sama kamu, dan secepatnya harus sudah ada kabar biar kita bisa bersiap - siap. Ok."
Antony hanya mengacungkan jempolnya tanda "Ok."
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate 5 ya . Terima kasih....
💖💖💖
__ADS_1