JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS . Bagian 8 . Kembali mengungkapkan perasaan


__ADS_3

"Emmmm, Ara nyanyiin aku lagu dong satu saja, yang bagusan dikit lagu nya." pinta Antony pada Ara.


"Enggak Ah males." ucap ku.


"Ayolah Ara mainkan lagu untuk ku satu saja." kata Antony memohon seraya menangkupkan kedua tangan nya di dada.


"Iya iya aku mainkan satu lagu. Tapi satu aja ya. Tunggu bentar Aku kekamar dulu ambil biola nya." jawab ku seraya berlalu pergi.


Beberapa menit kemudian kini aku sudah kembali dan duduk di ruang tamu dengan Biola di tangan ku.


"Mau lagu Apa?" tanya ku.


"Apa aja boleh."


Aku pun mulai memainkan biola ku.


*Kemarin engkau masih ada disini


Bersamaku menikmati rasa ini


Berharap semua takkan pernah berakhir


Bersamamu...Bersamamu


Kemarin dunia terlihat sangat indah


Dan dengan mu merasakan ini semua


Melewati hitam putih hidup ini


Bersamamu....Bersamamu*


💖💖💖


Tiba - tiba Aku menghentikan permainan biola ku.


"Kenapa berhenti?" tanya Antony.


"Sudah lagu nya sampai disini aja." jawab ku dan menyimpan biola nya di atas meja yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


"Ara bisa tidak kita sama - sama lebih dari ini?"


Aku diam seribu bahasa yang ada difikiran ku hanyalah, "Ya Allah, apa maksud nya. Apa selama ini Antony juga merasakan apa yang aku rasakan? Apa Ia juga banyak pertimbangan sama sepertiku? Sehingga Ia baru berani mengucapkan nya sekarang?"


"Apa mungkin Ra?" tanya Antony menyadarkan Aku dari lamunanku.


Aku tidak berani membalas tatapan dalam dari mata Antony. Karena agama kami tidak memperbolehkan itu. Azan asar berkumandang.


"Alhamdulillah Allah menyelamatkan aku dari kebingungan ini." pikir Ku dalam hati.


"Sorry, Ny Aku sholat dulu ya." ucapku pada Antony. Ia pun menarik napas panjang lalu berucap, "Ok aku tunggu." seraya tersenyum.


Setelah selesai sholat asar aku pun berdo"a pada Allah meninta petunjuk atas apa yang harus ku perbuat. Setelah selesai Aku pun segera menemui Antony yang masih duduk di ruang tamu.


"Maaf ya kalau kelamaan." seraya mendudukan tubuh ku di sofa yang ada di hadapan Antony.


"Ra, soal yang tadi lupain ya." kata Antony. Sehingga membuatku diam sejenak.


"Oh ya elah santai aja kali Antony. Jangan tegang, ha.ha..ha.." aku mencoba mencairkan suasana. Jujur aku kecewa.


Setelah cukup lama Antony pun memandang Arloji yang ada di pergelangan tangan nya.


"Gombal. Ya udah pulang sana aku malasa lihat kamu!" ucap ku bercanda.


Antony pun berdiri dan aku pun mengiringinya di belakang dan mengantar nya sampai di depan pintu.


"Bye Ra." sambil melambaikan tangan.


"Bye Hati - hati ya!" ucapku sambil melambaikan tangan ku.


Belum jauh Antony melangkah kini Ia kembali ke tempat dimana Aku berdiri.


"Kok balik ? Kenapa ? Apa ada yang kelupaan ? Kan tadi gak bawa apa - apa?" tanya ku heran.


"Ra." ucap Antony.


"Aku cinta sama kamu! Dari dulu Ra, aku sudah memendam perasaan ini. Tapi aku sadar kita." kata Antony melemah ketika Ia mengucapkan hal itu. Aku tau apa yang akan ia ucapkan.


"Lalu bagaimana dengan Syilla, dia sangat mencintaimu." ucapku lirih seraya mengalihkan pandanganku ketempat lain.

__ADS_1


"Aku itu cintanya sama kamu bukan sama Syilla. Ra, Pliss perasaan tidak bisa di tawar - tawar seperti barang yang ada dipasar. Perasaanku ini perasaan mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat." ujar Ray dengan nada bersungguh - sungguh. Setelah berucap begitu dia pun segera pulang.


💖💖💖


Sejak kejadian hari itu kini Syilla jarang masuk sekolah bahkan untuk sekedar kirim kabar ke aku dan Fhani pun tidak. Pagi itu di halaman sekolah


"Fhan, Syilla kemana ya kok akhir - akhir ini tidak pernah kelihatan di sekolah." kataku pada Fhani saat berada di parkiran.


"Entahlah Ra, aku juga tidak tau sudah berkali - kali aku telp dan sms tapi dia tidak pernah merespon panggilanku." ujar Fhani mengenang seraya berjalan santai menuju ruang kelasnya.


"Pulang sekolah nanti kita kerumahnya yuk." ajakku pada Fhani.


"Kamu yakin Ra?" tanya Fhani tidak percaya dengan kata - kata sahabatnya itu.


Kini jam sekolah sudah berakhir satu persatu siswa siswi meninggalkan ruang kelas menuju parkiran dan bersiap - siap untuk pulang kerumah masing - masing. Sesuai kesepakatan tadi pagi kini Ara dan Syilla sudah berada di mobil dan siap melakukan mobilnya kerumah Syilla. Kini mereka sudah berada di halaman rumah Syilla.


Tok....tok....tok....


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Ceklek." suara pintu dibuka.


"Ngapain kalian kesini?" tanya orang yang membuka pintu yang tak lain adalah Syilla itu sendiri. "Lebih baik kalian pulang, Aku tidak mau bertemu dengan orang pengkhianat seperti kamu." ujar Syilla seraya menunjuk muka Ara.


"Apa maksud kamu Syill, aku tidak mengerti?" ujar Ara bertanya pada Syilla.


"Tidak usah sok alim deh menutupi kebusukanmu dengan jilbab kamu ini." ujar Syilla seraya berjalan kearah Ara dan menarik ujung jilbab Ara.


"Dan ingat sekarang kalian berdua bukan sahabat aku lagi. Aku tidak sudi punya sahabat munafik seperti kalian berdua terutama kamu." seraya menunjuk Ara. Kemudian berlalu pergi dari hadapan Ara dan Fhani.


Fhani : "Tunggu." di saat Fhani akan melanjutkan kata - katanya di saat itu pula Ara menahannya dengan menggeleng - gelengkan kepalanya. Lalu Ara pun berjalan kearah Syilla dimana berdiri.


"Kamu boleh membenciku tapi jangan putuskan tali persahabatan kita. Jika kamu mencintainya aku ikhlas, aku akan mundur." ucapku lirih kini dengan air mata yang sudah menetes dipipiku.


💖💖💖


Silahkan tinggalkan jejak like, vote, comment dan beri bintang lima pada karya aku ya, dan jangan lupa follow my profil. Makasih....

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2