
Ray kini sudah tiba di kampus untuk kali pertama. Para kaum hawa yang melihat pesonanya pasti akan terpana dan meleleh di buatnya. Ada yang berdecak kagum, ada yang melongo dan masih banyak lagi tingkah laku kaum hawa. Dengan melangkah pasti dia melewati koridor kampus tanpa memperdulikan tatapan - tatapan kaum hawa.
Kini dia sudah tiba di depan pintu ruang kelasnya.
"Ray.., kamu dari mana saja sih kok baru tiba di kampus jam segini?" tanya Kevin yang entah datang dari mana tau - tau sudah berada di belakang Ray, dan menepuk pundak sahabat nya itu. Tapi yang ditanya bukan nya, menjawab malah langsung masuk ke dalam ruang kelas.
Kevin yang menyaksikan itu hanya bisa geleng - geleng kepala. Dua tahun yang lalu ternyata mampu merubah sifat kepribadian sahabat nya itu, dari ramah, ceria dan suka bercanda kini serti es yang ada di kutub utara. "Ada apa dengan nya." gumam Kevin dalam hati.
Kevin pun segera melangkah masuk menyusul Ray yang kini duduk di kursi dekat jendela. Pikiran nya kini melayang - layang. Dia akan memainkan peran seperti apa yang di tuliskan dalam Diary berwarna putih itu.
"Ray kamu kenapa? Apa kamu baik - baik saja." tanya Kevin seraya menepuk pundak sahabat nya itu kemudian duduk di kursi sebelahnya. Ray pun menoleh dan menjawab dengan anggukan kepala tanda dia baik - baik saja.
"Kita kekantin yuk, aku traktir deh." kata Ray seraya berdiri, dan siap melangkahkan kaki nya kekantin yang ada di kampus itu.
__ADS_1
"Kamu kenapa ninggalin aku tadi pagi." suara Kirana dari ambang pintu, mengagetkan mereka dan sontak Ray dan Kevin menoleh ke asal datang nya suara.
Tapi yang di tanya bukan nya menjawab malah berlalu begitu saja begitu pula dengan Kevin yang mengikuti Ray di belakang.
"Yaaa di cuekin lagi deh." kata Laras yang sejak tadi berdiri di samping Kirana lalu kemudian tertawa mengejek. Kirana pun berbalik dan menyusul Ray dan kevin.
Di Kantin.
"Ray kamu mau pesan apa." tanya Kevin ketika tiba di kantin, dan duduk di meja yang ada di pojok Kantin.
"Ray, aku duduk disini ya." kata Kirana yang tiba - tiba datang dan duduk di kursi yang kosong yang ada di sebelah Ray.
Kevin sudah datang dengan makanan di tangan nya. Kemudian meletakkan di atas meja.
__ADS_1
"Ray aku suapin ya biar terlihat romantis geto dan para jomblo biar iri." kata Kirana tak tau malu dan segera meraih makanan Ray. Tapi Ray sudah lebih dulu meraih nya.
"Tidak usah terimakasih aku bisa sendiri kok makan, tangan aku juga masih berfungsi dengan baik." jawab Ray tanpa melihat lawan bicara nya, dan satu lagi.
"Kita bukan sepasang kekasih kamu, dan aku hanyalah mantan bukan kah kamu sendiri dulu yang mutusin aku, dan lebih memilih pria tua yang kaya raya demi memenuhi ambisi mu yang tidak bisa aku penuhi hingga kamu tega mencampakkan aku begitu saja di mana pas lagi sayang - sayangnya dan sekarang kamu bilang kita sepasang kekasih ha..., ha..., ha...., sungguh sangat lucu dirimu." tawa Ray mengundang perhatian dari orang - orang yang ada di kantin itu.
Kini mereka jadi bahan tontonan orang - orang yang ada dikantin itu. Tidak sedikit dari mereka mencibir atas perlakuan Kirana yang menurut mereka, "Ada uang abang kusayang tak ada uang abang kutendang."
Dengan menahan malu, dan marah Kirana melangkahkan kakinya keluar dari kantin itu. Wajah jangan di tanya saat ini wajah nya sudah pasti memerah tapi, bukan merah karena jatuh cinta tapi merah karena menahan malu dengan kata - kata Ray ucapkan.
💖💖💖💖
Setelah membaca tinggalkan jejak like, vote, comment dan beri bintang lima pada karya aku dan jangan lupa follow profil aku. Makasih .....( Maaf kata - kata nya bertele - bertele )
__ADS_1
💖💖💖💖