
Pagi itu di kediaman bunda Amira. Di sebuah kamar di lantai dua Ara tengah duduk didepan cermin meja rias sambil sesekali memoles bedak di wajahnya. Setelah selesai Ara pun berjalan ke tempat tidurnya kemudian duduk disana. Arapun meraih handphonenya yang ada di atas nakas lalu kemudian mengutak atiknya serta mencari nama seseorang disana. Setelah ketemu Arapun segera menghubunginya.
"Fhani." memanggil.
Ya, yang dihubungi Ara adalah Fhani. Tidak lama kemudian panggilan pun terhubung lalu kemudian diangkat oleh orang yang ada di seberang sana.
"Assalamualailum Ra ada apa? Tumben menelphon pagi - pagi." ujar Fhani.
"Waalaikumsalam, kamu lagi ngapain, sibuk tidak pagi ini?" tanya Ara.
"Tidak juga memangnya ada apa?" tanya Fhani.
"Kamu taukan rumah sakit yang ada di sekitar rumah ku. Temani aku sekarang ya kesana!" tanya Ara.
"Siapa yang sakit, Bunda dan kamu baik - baik saja kan?" tanya Fhani.
"Tidak ada yang sakit. Alhamdulillah kami semua baik dan sehat - sehat saja." jawab Ara.
"Syukurkah kalau begitu." ujar Fhani kemudian.
"Bagaimana bisa tidak temani aku?" tanya Ara.
__ADS_1
"Ok, ok tunggu aku di rumamu aku siap - siap dulu. Assalamualaikum." ujar Fhani kemudian.
"Waalaikumsalam."
Panggilan telepon pun terputus. Di tempat yang berbeda kini Fhani, sudah selesai bersiap - siap untuk segera meluncur ke rumah Ara. Kini Fhani sudah siap dan segera turun kebawah, Setelah di bawah, Fhani "Mah, Syilla keluar dulu ya."
"Kamu mau kemana?" tanya sang mama yang saat itu sedang duduk santai di sofa sambil menonton tv.
"Mau temani Ara kerumah sakit."
"Ara sakit?"
"Tidak mah, alhamdulillah Ara sehat, ya sudah mah, Fhani berangkat dulu Assalamualaikum," sambil meraih tangan mamanya kemudia mencium punggung tangan mamanya itu.
* * *
Kini mama Inggit sedang bersantai duduk di teras belakang. Sementara Ray sedang memberi makan ikan - ikan yang ada di kolam renang.
"Ray katanya tadi kamu mau bicara. Mau bicara apa?" tanya mama Inggit kemudian.
Sambil memperbaiki posisi duduknya Ray pun berkata, "Ma, kecelakaan dua tahun yang lalu bagaimana kejadiannya? Maksudnya apa kejadian dua tahun yang lalu Ray ada di halaman mesjid?"
__ADS_1
Mama nya pun berdiri dan berjalan kearah anaknya itu. Kemudian duduk di kursi yang ada disekitar kolam ikan.
"Mama juga kurang tau bagaimana kejadian persisnya kecelakaan itu terjadi. Yang pastinya warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung mengeluarkan mu dari dalam mobil sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri." ujar mama Inggit sambil menatap wajah anak nya itu. "Memang kenapa, apa kamu mengingat sesuatu?" tanya mama Inggit dengan wajah penasaran.
"Ray hanya ingat seorang wanita muda, dan pria muda sedang berada di halaman mesjid."
"Apa kita perlu kerumah sakit?"
"Ray rasa itu tidak perlu mah."
Merekapun sama - sama terhanyut dalam pemikiran masing - masing.
"Nyonya, Tuan muda ini teh hangat nya." seraya meletakkan nampan berisi dua buah teh hangat diatas meja dan toples berisikan cemilan. Panggilan Art, menyadarkan mereka dari lamunan dan kembali ke alam nyata.
💖💖💖
Persahabatan bukanlah tentang siapa yang kau kenal paling lama. Tetapi tentang Ia yang datang di kehidupanmu dan berkata, "Aku ada disini untukmu, lalu membuktikannya."
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan beri bintang lima pada karya aku ya. dan jangan lupa follow profilku.
__ADS_1
💖💖💖