
Kala senja beranjaak pergi. Malam mulai merangkak sepi. Hening ... Dingin ... Hanya hembusan angin yang berbisik lirih. Udara malam yang dingin merubahku menjadi sepi, membuatku tersisih oleh waktu. Kadang aku mengeluh merasa di perlakukan tidak adil oleh rindu, dan aku memerlukan mu di antara senja dan bulan. Kuhembuskan nafas sepi pada gelap malam yang terbalut dingin. Resah mereda begitu saja saat setelah hadir setitik cahaya dari bisikan hati.
"Ara sedang apa ya?" tanya Dhaffin pada diri sendiri.
"Sudah berhari - hari aku disini, baik aku atau pun dia tidak ada yang saling mengirim kabar, apa dia tidak merindukan aku?"
"Aku sms ah, aku juga lagi kaangen sama dia," seraya meraih handphonenya yang ada di meja kecil tempat dia duduk sekarang.
Dhaffin
- "Assalamualaikum Ara sayang, sudah tidur belum? Maaf ya baru sekarang aku bisa menghubungimu? Aku kangen banget malam ini sama kamu."
Ara
- "Waalaikumsalam, gombal."
Dhaffin
- "Kok gombal sih sayang, aku kan benaran rindu sama kamu. Kamu sudah tidak sayang dan cinta sama aku?"
Ara
- "Kapan balik ke Indonesia?"
Dhaffin
- "Kenapa kamu sudah rindu sama aku, kita berpisah baru beberapa hari loh sayang, udah rindu saja kamunya."
Ara
- "Yeeeeeee, tidak usah kepedean kamu, aku cuman tanya doang."
Dhaffin
- "Aku fikir ada yang sedang merindukan aku, ternyata tidak ada."
Dhaffin
- "Kata PETERPAN hidup itu butuh dengan SAHABAT. Biar kita tidak KESEPIAN kayak DIGTA, dan juga kita jangan kayak RATU yang bisanya cuma cari TTM, kan kita sudah di bilangin sama RADJA, kita harus JUJUR, biar tidak PUDAR seperti ROSSA, makanya kita harus bisa menjadi CINTA YANG SEMPURNA, layaknya KANGEN BAND."
Ara
- "Gombal."
Dhaffin
- "Kamu tau tidak, kenapa malam ini tidak ada bintang?"
Ara
- "Kenapa?"
Dhaffin
- " Karena bintangnya pindah semua ke matamu."
Ara
- "Gombal. Apa semua wanita yang pernah dekat denganmu, mereka kamu rayu dengan gombalan receh kamu ini?"
Dhaffin
- "Tidak baru kamu yang aku gombal."
Ara
- "Baru aku tapi di peringkat paling akhir, iya begitu?"
Dhaffin
- "Sayang, 1 + 1 berapa?
Ara
- "2."
Dhaffin
- "Sayang salah, mestinya tetap 1."
Ara
- "Lho kok bisa."
Dhaffin
- "Karena cinta ku dan cinta mu akan mebur jadi satu."
__ADS_1
Ara
- "Kamu bisa saja, sekarang kita gantian ya. Sayang kalau aku jadi bulan, kamu jadi apanya?"
Dhaffin
- "Apa dia panggil aku sayang. Oh ... No ...."
Ara
- "Dhaffin kamu masih disitukan?"
Dhaffin
- "Hmmmmmm."
Ara
- "Apa jawabannya?"
Dhaffin
- "Aku mau jadi matahari aja deh."
Ara
- "Kok jadi matahari? Kan bulan sama matahari tidak bisa bertemu sayang?"
Dhaffin
- "Kan bulan bisa bersinar karena sinar matahari sayang."
Dhaffin
- "Aku lagi bingung?"
Ara
- "Bingung kenapa?"
Dhaffin
- "Ya bingung aja ... kalau kamu bisa ada di sini sekarang??"
Ara
Dhaffin
- "Iya soalnya, aku pikir bidadari tuh adanya di khayangan."
Ara
- "????"
Ara
- "Ya sudah deh, mendingan sekarang kamu istirahat, aku juga mau istirahat. Assalamualaikum. Selamat malam dan selamat beristirahat!"
Dhaffin.
- "Selamat malam juga kesayanganku. Waalaikumsalam."
💖💖💖
Sebuah permintaan tanpa suatu alasan, seucap kata iya walau membingungkan, semoga kabar itu datang dengan cepat. Senandung malam seolah menghapus kelam sinar bintang seakan mengiringi senyum. Kedamaian ada di hati yang menyelaminya. Mentari pagi menyapa tamah burung berkicau membuka hari. Selamat pagi selamat beraktifitas moga hari ini lebih baik dari kemarin. Aku bersamamu selalu. Alunana nada sebait kata sepenggal kerinduan hanyut dalam dekapan angin semilir dingin dalam kesejukan.
"Ara lagi apa ya?" tanya Dhaffin pada diri sendiri.
Dia pun segera meraih handphonenya yang berada di meja nakas, kemudian memainkan jempolnya disana.
Dhaffin
- "Pagi sayang, kamu lagi apa?"
Ara
- "Aku lagi membuat laporan keuangan untuk di periksa sama Bunda."
Ara
- "Kamu pasti belum mandi?"
Dhaffin
- "Kok tau."
Ara
__ADS_1
- "Ya sudah mandi dulu sana, aku juga mau meneruskan laporanku."
Dhaffin
- "Ok sayang. Semangat ya."
Ara
- "Semangat untuk?"
Dhaffin
- "Semangat untuk buat laporan lah, masa semangat mikirin aku, he ... he ... iya juga tidak apa - apa, ha ... ha ... ha ...."
Ara
- "Ya ... ya ... ya ...."
💖💖💖
Dhaffinpun segera beranjak dari tempat duduknya dan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya. Tidak lama kemudian dia kini sudah menyelesaikan acara mandinya, dan segera memakai bajunya untuk segera berangkat kekantor.
Setelah di rasa semua cukup, Dhaffin pun segera keluar dari kamarnya menuju lantai pertama. Setelah di bawah dia pun segera menuju meja makan.
"Pagi Bi, Bapak kemana?"
"Pagi Den, Bapak pagi tadi sudah berangkat kekantor," ucap Bi Jum asisten rumah tangga Dhaffin.
Diapun duduk di salah satu kursi dan menikmati hidangan yang sudah disiapkan oleh Bi Jum. Pada saat Dhaffin mau makan, pintu rumah terketuk dari luar. Bi Jum pun segera melangkahkan kakinya kepintu utama untuk melihat orang yang bertamu pagi ini.
Setelah pintu dibuka, "Eh kamu Non Clarissa, mari silahkan masuk!" ujar Bi Jum memlersilahkan tamunya masuk.
"Terima kasih Bi Jum. Bi dimana Dhaffin?" tanya Clarissa.
"Den Dhaffin ada di meja makan lagi sarapan."
"Terima kasih Bi, Bibi boleh kembali kebelakang biar Clarissa yang menemani Dhaffin sarapan!"
"Terima kasih Non," ujar Bi Jum seraya berlalu pergi dan kembali kebelakang untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai.
Clarissa pun segera melangkahkan kakinya keruang makan.
"Pagi kakak sayang," ujar Clarissa setelah sampai di ruang makan dan langsung duduk di kursi kosong yang ada di samping Dhaffin.
"Pagi adik kakak yang cantik dan bawel."
"Kamu sudah sarapan?" tanya Dhaffin kemudian.
"Sudah tadi di rumah."
"Ngapain kamu pagi - pagi kesini?" tanya Dhaffin kemudian.
"Aku mau ikut kamu kekantor."
"Memangnya kamu tidak bekerja hari ini?" tanya Dhaffin seraya mengerutkan keningnya tanda tak mengerti.
"Kakak, kan bosnya saya, ya suka, suka saya lah mau masuk kerja atau tidak. Yang mau pecat saya siapa?"
"Adek kamu tidak boleh bicara seprti itu, walau kamu bosnya tapi setidaknya kamu bisa memberikan contoh baik pada karyawan kamu. Bukan malah sebaliknya bos nya seperti preman pasar," ujar Dhaffin menasehi adek angkatnya itu.
"Iya ... iya ... Clarissa balik kantor deh, tapi kakak antar ya dan nanti siang kita makan siang sama ya!" ucapnya seraya menangkupkan kedua tangannya di dada.
"Iya ... iya ... Nona bawel," ujar Dhaffin seraya mengelus kepala Clarissa yang berbalut hijab itu.
"Ya sudah buruan habiskan segera sarapannya, ntar telat loh ngantornya, kan kakak bosnya harus memberikan contoh yang baik pada karyannya," ucap Clarissa seraya tersenyum.
Dhaffin pun cuma tersenyum menanggapi kata - kata Clarissa. Tidak butuh waktu lama kini Dhaffin sudah menyelesaikan sarapan dan siap - siap berangkat kekantor.
Mereka pun berjalan beriringan menuju pintu utama.
"Kakak antar kamu terlebih dahulu kekantor," ujar Dhaffin setelah mereka sudah berada di dalam mobil.
Clarissa hanya menjawabnya dengan anggukan kepala. Perlahan - lahan mobil Dhaffin meninggalkan halaman rumahnya dan siap menuju jalan raya. Tidak butuh waktu lama kini mereka sudah memasuki halaman kantor dimana Clarissa bekerja.
"Makasih ya kakak sudah ngantar Clarissa," ucap Clarissa sebelum turun dari mobil Dhaffin.
Kini Dhaffin sudah meninggalkan halaman kantor Clarissa dan segera menuju kantornya sendiri. Tidak butuh waktu lama kini Dhaffin sudah memasuki halaman kantornya.
Dia pun segera memarkir mobil nya di tempat parkir, dan setelah terparkir sempurna dia pun segera turun dari mobil nya dan segera melangkahkan kaki nya ke lobi kantor.
Kini Dhaffin sudah berada di kantornya. Dia pun segera berjalan ke arah kursi dan meja, kemudian duduk disana. Dan segera membuka beberapa dokumen yang ada di atas mejanya yang kini sudah menumpuk menunggunya.
💖💖💖
Maaf bertele - tele......
Terima kasih.....
__ADS_1
💖💖💖