
Di menssion mewah di lantai tiga Kirana sedang duduk di tepi tempat tidurnya.
"Bodoh, bodoh, bodoh. Kenapa aku tidak berhati - hati. Aku tidak akan membiarkan Ray memenjarakanku, aku akan memusnahkan dirinya bersama bukti itu untuk selamanya." ujar Kirana dengan senyum menyeringai dibibirnya. Dia pun berdiri dan berjalan ke arah meja belajarnya dan memgelurkan sesuatu dari dalam tasnya.
"Apa sih ini isinya, aku buka ah." ujar Kirana seraya membuka bingkisan dari Ray untuk Ara. "Baju dan surat." membatin dalam hati.
Diapun duduk lalu dibuka kemudian di bacanya surat itu, "Lusa sore aku tunggu kamu di danau yang tidak jauh dari kampus kamu. Ini sebagai wujud ucapan maafku karena tidak datang menepati janjiku waktu itu sama kamu, pakai baju yang aku kirimkan ya!"
"Oh, jadi diam - diam mereka ketemuan." ucap Kirana dalam hati. Terlintas di benaknya ide yang sangat mengerikan. Dia pun segera mengambil hanphonenya yang ada di atas tempat tidurnya lalu segera menghubungi seseorang.
Tut.....tut....tut.
"Hallo." ujar orang diseberang.
"Hallo, aku punya pekerjaan untukmu!" ujar Kirana.
"Apa itu?" tanya orang diseberang.
"Lusa siang temui aku di rumahku, aku akan memberitahumu apa pekerjaanmu." ujar Kirana seraya memutuskan sambungan telp tanpa memberi kesempatan lawan bicaranya untuk berkata lagi.
"Kali ini aku tidak boleh gagal." ujar Kirana membatin dalam hati.
....................
Kini malam telah berganti pagi. Aku pun berjalan kearah jendela dan membuka tirai jendela dan membiarkan matahari menerobos masuk kedalam kamarnya. Kemudian aku segera mandi, pagi ini aku mau ketoko buku dulu sebelum pergi kuliah. Sesaat kemudian akupun sudah mandi dan sudah mengenakan pakaian, Aku pun segera melangkah keluar dari kamarku dan menuju lantai bawah.
"Pagi bunda." sapa Ara.
__ADS_1
"Pagi sayang."
"Bun, Ara langsung pamit pergi aja ya soalnya Ara buru - buru mau ketoko buku." seraya berjalan kearah bundanya kemudian meraih punggung tangan sang bunda kemudian menciumnya.
"Kamu tidak sarapan dulu?"
"Nanti sarapan di kampus aja bun."
"Ya sudah kamu hati - hati ya dijalan, jangan ngebut - ngebut bawa mobilnya!" pesan sang bunda.
"Ok bunda."
Kini Aku sudah berada di dalam mobil dan siap melajukan mobil ku ke jalan raya. Tidak lama kemudian kini Aku sudah masuk kehalaman toko buku dan siap memarkir mobil ku di tempat parkiran. Akupun segera membuka pintu mobil kemudian turun dan melangkahkan kakiku masuk kedalam toko buku.
Saat sedang asyik - asyik cari buku yang ingin aku beli tiba - tiba.
"Maaf, maaf tidak sengaja." ucapku menyesal. Buku ku dan buku orang itu sama - sama jatuh kelantai kamipun sama - sama memungutnya. Ketika berdiri,
"Ara."
"Laras."
"Kamu apa kabar?"
"Seperti yang kamu lihat."
"Kamu sudah terima bingkisan dari
__ADS_1
Kirana yang dikirim Ray?"
"Bingkisan?"
"Ya bingkisan."
"Belum, mank apa isi bingkisan itu?"
"Aku juga kurang tau karena Ray tidak cerita apa isi bingkisan itu. Ray cuma bilang kalau sore nanti dia menunggumu di danau yang ada disekitar kampus kamu."
"Oh, terima kasih atas informasinya ya."
"Ya, sama - sama, aku duluan ya."
"Iya silahkan."
Ketika sudah keluar dari dalam toko buku.
Laras membatin, "Sudah ku duga."
Ara membatin, "Ada apa dia mengajak ketemuan di danau dekat kampus kayak tidak ada tempat lain aja."
💖💖💖
Silahkaan tinggalkan jejak dengaan cara like, vote dan komen dan jangan lupa rate 5 ya. Terima kasih.
💖💖💖
__ADS_1