JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS. Bagian 50 . Berdua denganmu saja


__ADS_3

Antony pun segera merogoh kantong celananya dan mengeluarkan handphone yang ada di sana. Lalu menghubungi seseorang lewat telpon. Sesaat kemudian nomor yang dia tujupun terhububung.


"Hallo." sapa orang di seberang.


"Temui aku sekarang di cafe yang ada di sekitar rumah sakit yang ada dipusat kota." ujar Antony.


Sebelum di sebrang menjawab Antony sudah terlebih dahulu mematikan telpnya.


"Fhan, ayo kita pergi dari sini!" ajak Antony seraya berlalu pergi dan melangkahkan kakinya pergi ketepi tempat tidur Ray untuk meminta ijin kalau dia dan Fhani harus pergi sekarang. Sesaat kemudian Antony dan Fhani sudah berada di halaman rumah sakit dan siap - siap melajukan mobilnya di jalan raya.


Mereka kini sudah menuju cafe tempat dimana mereka berjanji bertemu dengan Kirana. Sesaat kemudian kini mereka sudah tiba di tempat tujuan. Mereka pun langsung masuk dan menuju salah satu kursi dan meja yang sudah di sediakan pengelola cafe.


Tidak lama kemudian orang yang ditunggu pun nampak dari ambang pintu dan segera berjalan menuju kemeja Ray dan Fhani.


"Hai Ray, sudah lama menunggu?" tanya Kirana.


"Baru saja." jawab Ray.


"Kenapa dia ada disini?" seraya melirik ke arah Fhani. Kemudian kembali berkata, "Aku kira kita akan ketemuan hanya ada aku dan kamu." seraya mendudukan tubuhnya di kursi yang ada di samping Ray.


"Sebenarnya, aku bingung harus bicara apa sama kamu?" ujar Ray mengawali pembicaraan.


Fhani menyela pembicaraan mereka, "Ray, sebaiknya aku tunggu kamu diluar ya." seraya berdiri dan segera melangkahkan kakinya pergi keluar karena tidak enak jika dia harus ikut campur dengan urusan mereka.

__ADS_1


"Tumben banget ngajakin ketemuan disini." ujar Kirana membuka pembicaraan ketika Fhani sudah pergi.


"Aku hanya ingin kamu menjelaskan satu hal sama aku." ujar Ray seraya menyodorkan handphone yang sedari tadi sudah di persiapkan.


Kirana pun menerimanya kumudian bertanya, "Apa ini?"


"Bukalah!" perintah Ray.


Kiranapun seketika menjadi gugup di saat melihat adegan demi adegan yang di tampilkan dalam video.


"Apa maksud mu ini?" tanya Kirana.


"Aku cuma ingin kamu mengakui kesalahanmu di kantor polisi." ujar Ray.


"Sepertinya aku harus segera melakukan sesuatu sebelum dia melaporkan aku kepolisi." gumam Kirana dalam hati ketika sudah berada di dalam mobilnya.


*****


Dikediaman bunda Amara.


"Maafkan bunda, Ara yang belum bisa jujur sama kamu." ujar bunda Amira seraya menatap foto seseorang bersama ibu, ayah dan dua anak perempuan.


tok....tok...tok.

__ADS_1


"Bun, sudah tidur belum. Ara masuk ya?" ujar Ara dari balik pintu.


Bundapun segera menghapus air matanya kemudian menyimapn foto itu ke dalam laci nakas di samping tempat tidurnya.


"Masuk sayang pintu tidak di kunci!" ujar bunda Amira.


Ara pun membuka pintu kemudian masuk kedalam dan berjalan kearah bundanya yang saat itu sedang duduk di tepi tempat tidurnya.


"Bun, kenapa belum tidur?" tanya Ara.


"Bunda belum mengantuk sayang." alasan bunda Amira.


"Apa perlu, Ara temani bunda untuk tidur malam ini." tawar Ara.


"Tidak usah sayang memangnya bunda anak kecil yang harus di keloni sama mamanya baru bisa tidur." ujar bunda Amira.


"Ya sudah kalau begitu Ara balik kekamar dulu ya bun." ujar Ara seraya memeluk dan mencium pipi sang bunda kemudian Arapun pergi dari kamar bundanya dan menuju kamarnya sendiri.


💖💖💖


Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen dan jangan lupa rate 5 ya dan jangan lupa follow profil aku. Terima kasih.


💖💖💖

__ADS_1


__ADS_2