JATUH CINTA SENDIRIAN

JATUH CINTA SENDIRIAN
JCS 3. Bagian 133.


__ADS_3

...Skip...


Aku dan Antony sudah punya rumah sendiri, walau tidak terlalu besar tapi lumayan lah ya untuk kami tempati berdua.


Bunda tidak mau ikut bersama ku dan lebih memilih tinggal di rumah lama dan kembali mengurus restorannya. Karena Bunda beralasan selain dari pada rumah dan restoran Bunda juga mengatakan, "Kita hanya berjarak rumah, besok atau lusa jika kangen kan bisa saling mengunjungi."


Sementara aku sudah membuka cabang dari BBQ baru di sekitar tempat tinggal ku sekarang. Aku dan Antony yang mengelolanya.


...Pagi ini....


Kegiatan ku pagi ini seperti biasa lah ya ibu rumah tangga pada umumnya. Nyapu rumah, lap jendela, pel lantai, cuci piring dan lain sebagainya.


"Pagi sayang...." sapa Antony yang kini sudah berdiri yang tak jauh dari aku berdiri.


Aku pun menoleh keasal datangnya suara, "Pagi hubby," sapa ku sambil terus fokus pada kegiatanku yaitu pel lantai.


Sesaat kemudian kini aku sudah menyelesaikan pekerjaan rumahku. Aku pun berjalan mendekat ke arah Antony, "Kamu mau sarapan apa pagi ini?"


Antony pun mengangkat wajahnya, "Apa aja boleh asal jangan racun," ucapnya seraya tersenyum.


Aku pun tertawa dan menanggapi kata - katanya, "Hati - hati ya kalau makan masakan yang aku masak," ucapku kemudian berlalu pergi kedapur dengan membawa perasaan dongkolku di hati akibat kata - kata Antony.


Kini aku sudah di dapur dan mulai mengeluarkan bahan makanan yang ada di dalam kulkas.

__ADS_1


"Mau di bantu gak nih?" tanya Antony dari luar sambil tetap pada aktivitasnya baca koran pagi.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri," ucapku sambil terus tetap pada aktivitasku.


Sesaat kemudian kini aku sudah menyelesaikan aktivitas masakku dan sudah menata hasil karya tanganku di atas meja.



"Hubby ... makanannya sudah siap," ucapku sambil menyempurnakan susunan menu di atas meja.


"Yaa Zawjatii."


Antony pun berjalan kedapur lalu menuju kemeja makan. Sesaat kemudian kini dia sudah duduk di depan meja makan dengan hidangan menu spesial yaitu nasi goreng spesial untuk Hubbyku.


Antony nampak ragu, "Yakin ini bisa di makan? Kalau di lihat dari tampilan luarnya sih nilai 100 lah ya. Tapi...." ucapan nya terpotong seraya menatap wajahku.


"Tapi....apa?" tanya ku yang kini sudah mendudukan tubuhku di kursi yanga ada di hadapannya.


Aku pun merebut piringnya, "Ya sudah kalau tidak mau makan, sini aku yang habiskan."


Dia pun merebutnya kembali dari tanganku, "Kan kamu punya sendiri ngapain mau ambil punya ku juga. Apa satu porsi tidak cukup untuk kamu makan? Itu perut mu terbuat dari apa seram bener makannya?"


"Jangankan nasi gorengnya, Hubby saja bisa aku telan, mau aku telan?"

__ADS_1


"Wiiihhh... istriku marah serem juga ya ternyata pemirsa," ucap Antony dalam hati.


"Ya sudah kalau begitu buruan makannya jangan banyak gaya," ucap ku seperti sedang memarahi anak kecil yang sedari tadi meminta uang jajan sama maknya tapi tak kunjung di berikan.


Kini aktifitas sarapan pagi yang penuh dengan drama sudah usai. Sesaat kemudian, "Ya Zawjatii, suamimu ini ijin berangkat kerja dulu ya."


Aku yang sibuk dengan acara cuci piring, seketika ku hentikan dan melangkahkan kakiku segera untuk mengantar suamiku hingga kedepan pintu rumah.


"Hati - hati di jalan Hubby," ucapku seraya meraih punggung tangannya lalu menciumnya.


"Kamu juga hati - hati di rumah Ya Zawjatii," ucapnya seraya mengecup keningku.


"Pulangnya jangan terlalu sore, ingat kita ada undangan ke acara launching toko roti Kevin. Ok," ucapku mengingatkan sebelum dia berbalik dan masuk kedalam mobilnya.


Antony hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya.


...❤❤❤...


...Mari saling mendukung...


...Terima kasih...


...❤❤❤...

__ADS_1


__ADS_2