
Hari pun mulai datang bergantian tetapi hati ini tak akan pernah tergantikan dengan yang lain. Saat ini ada seseorang yang mulai mendekat dan memberikan perhatian kepadaku, dia sempat memberikan rasa kenyamanan di hati ini. Saat ku coba membuka pintu hati untuk yang lain, tapi ternyata aku belum bisa menerimanya dengan sepenuh hati, dia bisa membuatku tertawa lepas selepas melupakan kesedihan ini. Selang beberapa waktu, telah ku coba membuaka hati hati dengan yang lain, ternyata tak semudah itu aku melupakan dan merelakan dia yang pernah mewarnai hari - hari ku selama bertahun - tahun lamanya.
"Ya Allah....tolonglah hambamu ini agar dapat keluar dari dilema ini," ucapku seraya merebahkan tubuhku di atas pembaringan ku ini. Karena kelelahan aku pun tertidur.
Keesokan harinya.
Aku sudah siap pergi kerestoran. Akupun segera turun ke bawah buat menemui bunda.
"Bunda....bunda...." panggilku setelah berada di bawah.
"Apa sih Ra teriak, teriak," ujar bunda Amira yang datang dari belakang.
"Iya, iya, maaf," ucapku seraya menggandeng tangan bundaku dan mengajaknya duduk di kursi teras rumah.
"Ngapain sih Ra, ngajak bunda duduk disini? Bunda tuh masih sibuk di belakang." ujar bunda Amira mengomel.
Hening tidak ada percakapan antara keduanya. Hanya kicau burung yang terdengar yang meramaikan pagi itu dengan suaranya.
__ADS_1
"Bunda, Ara berangkat ke restoran dulu ya." ujar Ara kemudian seraya berdiri dan berjalan ke arah bundanya lalu meraih tangan bundanya lalu mencium punggung tangan sang bunda.
"Assalamualaikum," ucapku.
"Waalaikumsalam," jawab bunda.
Kini aku sudah dimobilku dan sudah dalam perjalanan menuju restoranku. Tidak lama kemudian kini aku sudah masuk halaman restoranku. Kulihat di sana Dhafin sedang bediri di depan pintu masuk restoran.
"Assalamualaikum, selamat pagi," sapaku pada Dhafin ketika aku sudah dekat dengannya.
"Waalaikumsalam Ara," jawabnya.
"Aku lagi menunggu bidadariku, tapi sekarang sang bidadari sudah disini, jadi silahkan tuan putri masuk terlebih dahulu!" ucap Dhafin seraya membuka pintu untuk Ara masuk.
"Terima kasih Dhaffin," ucap Ara.
Waktu terus bergulir, hari terus berganti tapi kejelasan hubungan mereka tidak ada. Tapi Dhaffin tidak menyerah begitu saja, dia akan memperjuangkan cintanya untuk mendapatkan hati Ara. Dhaffin pun diam - diam mendekati Fhani untuk mencari informasi tentang Ara.
__ADS_1
Beberapa bulan kemudian.
Siang itu direatoran BBQ Fhani dan Dhafin sedang bergosip ria.
"Fhan, jadi aku harus bagaimana biar Ara mau jadi pacar ku?" tanya Dhaffin di sela jam makan siangnya.
"Ara suka hal-hal yang romantis, misalnya saja makan malam romantis," ujar Fhani menjelaskan.
"Aku harap kamu tidak menyakiti hati dan perasaannya, buat dia selalu tersenyum dan tertawa, jangan biarkan air matanya menetes lagi. Cukup sudah dia di sakiti oleh cinta yang terdahulu. Aku percaya kamu bisa melakukannya," ujar Fhani kemudian.
"Aku akan berusaha membuat dia bahagia dan tersenyum kembali dan menghapus kenangan buruknya di masa lalu," ujar Dhaffin mantap.
Makan siang telah berakhir Fhani dan Dhaffin kini kembali untuk bekerja. Kini hari sudah beranjak sore, para karyawan satu persatu sudah melangkahkan kakinya untuk pulang dan meninggalkan restoran. Kini giliran shif malam yang akan bekerja menggantikan yang shif pagi.
💖💖💖
Silahkan tinggalkan jejak dengan cara like, vote, komen, dan jangan lupa rate lima jika kaliaan suka. Terima kasih.
__ADS_1
💖💖💖