
Kini aku dan Antony sudah berada di dalam kamar dan sudah berada di atas tempat tidur.
Dengan gaya tidur sama - sama menelentang dengan tangan masing - masing berada di atas perut sambil memandangi langit - langit kamar, entah apa yang sedang aku dan Antony fikirkan.
Setelah cukup lama terdiam....
Dengan masih menatap ke langit - langit kamar, "Zawjati alhabibah...." Aku pun menoleh ke arah kiriku, "Zuji alhabib...."
Aku dan Antony pun sama - sama memiringkan badan, "Zawjati...."
"Hmm...."
Sambil membelai pipiku, "Terima kasih ya ... karena kamu sudah mau menerima aku, orang yang dulu pernah menyakitimu, orang yang dulu pernah meninggalkanmu, orang yang...." ucapan Antony terjeda.
"Tidak apa - apa toh sekarang kita bersama, jadi yang berlalu biarlah berlalu pergi tidak usah di ungkit dan di ingat lagi, " ucapku seraya balik membelai pipinya.
"Zawjati alhabiba, kamu masih ingat tidak waktu di atas atap sekolah waktu itu?"
"Ya ... ada apa dengan itu?"
"Andai waktu itu bisa di ulang, ingin rasanya aku mengulang saat - saat di mana aku berjuang mendapatkan cinta dan perhatianmu, yang tak kunjung usai hingga kita berpisah dalam waktu yang sangat lama." ucap Antony sambil mengingat masa lalu kami berdua.
"Yaa Zuji Alhabib, sudah lah jangan lagi di ingat - ingat karena sesungguhnya aku tak ingin mengingatnya karena terlalu menyakitkan apa bila di ingat."
"Yaa Zawjati alhabiba, maafkan aku jika kata - kata ku ini menyakiti hatimu."
"Tidak apa - apa, Zuji alhabib."
"Aku sangat beruntung bisa memiliki mu walau aku pernah penyakitimu. Maafkan aku, maafkan...." ucap Antony seraya mengecup keningku.
"Sudah lupakan saja semua nya zuji alhabib," ucapku kemudian mempererat pelukanku.
"Selamat tidur dan semoga mimpi indah, semoga tidurmu dan istirahatmu hingga pagi menyapa nanti, menjadikan sebuah senyum cerah di wajah cantikmu." ucap Antony seraya mengecup keningku.
"Terima kasih untuk tetap berada di sampingku sampai detik ini, selamat tidur sayang,"
Aku dan Antony pun kini siap mengarungi bahtera alam mimpi.
__ADS_1
❤ ❤ ❤
...Ketika bangkit di pagi hari, pikirkan betapa istimewanya hidup ini, untuk bisa bernafas, berfikir, menikmati, dan untuk mencintai....
...Tidak ada yang bisa kembali ke dan memulai awal yang baru, tetapi siapapun dapat memulai hari ini dan membuat akhir yang baru....
❤ ❤ ❤
Kini aku sudah di dapur dan siap memulai aktifitas ku. Hari ini aku rencana membuat sarapan omelet sayur untuk suamiku tercinta.
Kini aku sudah bergelut dengan bumbu - bumbu.
"Pagi zawjati alhabiba...."
"Pagi Zuji alhabib...."
Antony pun berjalan mendekat, "Apa menu sarapan pagi ini zawjati alhabiba...."
Dengan menatap sepintas, "Pagi ini mau masak omelet sayur saja zuji alhabib."
"Ada."
"Apa itu?"
"Ayo bersama - sama membersihkan rumah setelah selesai sarapan!"
"Hanya itu?"
"Ya hanya itu."
"Apa tidak ada yang lain?"
Aku pun menolehkan wajahku padanya, hingga wajah kami bertemu dalam jarak yang sangat dekat seraya mengertutkan kening, "Maksudmu?"
"Bukan apa - apa."
Sambil melonggarkan pelukannya, "Baiklah aku akan kebelakang untuk mengambil peralatan bersih - bersih..." ucap nya seraya berlalu pergi.
__ADS_1
****
Kini sarapan pagi yang aku masak sudah terhidang di atas meja makan.
"Zuji alhabib, sarapannya sudah siap nih!"
"Iya bentar, lagi nanggung," suara Antony dari ruang tamu.
"Buruan zuji alhabib, aku dah lapar nih."
"Iya ... iya ... bentar."
Kini aku dan Antony sudah di meja makan dan menikmati omelet sayur buatanku. Sambil menatap wajahnya, "Bagimana rasanya Zuji Alhabib? Enak?"
Antony pun mengangkat wajahnya, "Enak zawjati alhabiba, apa sih yang tak enak kalau kamu yang memasak."
"Ya iya dong kan masaknya pakai bumbu persaan." ucapku sambil tersenyum.
Antony pun menghentikan aktifitas makannya lalu menatapku heran. "Bumbu perasaan? Bumbu seperti apa itu?"
"Bumbu perasaan itu sama saja dengan bumbu feeling, bumbu feeling itu sama hal dengan kalau memasak itu tidak perlu di ukur garam berapa sendok, tepung berapa gram. Kuncinya pakai feeling aja. Selama kita rajin dan sering memasak di dapur, pasti feeling kita sudah tau berapa takaran bahan serta bumbu yang di gunakan untuk memasak."
...❤❤❤...
...Terima kasih untuk yang sudah mampir memberikan like dan komentar. Terima kasih juga untuk yang hadir memberikan like mode senyap. Maaf tidak bisa membalas komentar - komentar kalian satu persatu....
...Untuk yang mau promo silahkan promo tapi like dulu ya karya aku ya, lalu silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar agar aku bisa berkunjung balik ke karya keren anda - anda semuanya....
...Terima kasih, semangat, dan mari saling mendukung serta tetap jaga kesehatan anda - anda semuanya....
...Terima kasih....
...🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
...❤❤❤...
__ADS_1